Monday, March 26, 2018

ULASAN: SHERLOCK GNOMES









7 tahun waktu yang dibutuhkan untuk Gnomeo & Juliet untuk mempunyai sebuah sequel. Film yang diproduksi secara koalisi Paramount Animation, Metro Goldwyn Mayer dan Rocket Pictures ini kembali mengadirkan James McAvoy dan Emily Blunt sebagai pengisi suara utama Gnomeo dan Juliet. Selain itu ada nama-nama besar lainnya yang juga ikut meramaikan film ini dengan suara mereka seperti Johnny Depp, Chiwetel Ejiofor, Maggie Smith, Michael Caine dan Ashley Jensen. Sementara posisi sutradara ada nama John Stevenson (Kungfu Panda).


Jika pada film pertama plot utama ceritanya yang mengambil adaptasi tulisan William Shakespeare, maka untuk sequel ini, para kreator mengambil plot utama ceritanya mengadaptasi buah tulisan Sir Arthur Conan Doyle lewat karakter terkenalnya yaitu Sherlock Holmes.


Mengambil event setelah film pertama, Gnomeo (James McAvoy) dan Juliet (Emily Blunt) sekarang sudah hidup berbahagia. Tetapi ditengah-tengah hal itu, sebuah kejadian misterius terjadi dilingkungan Gnomeo dan Juliet, ketika semua anggota keluarga dan teman-teman mereka menghilang secara tiba-tiba. Pertemuan secara tidak sengaja pasangan ini dengan seorang detektif terkenal bernama Sherlock Gnomes (Johnny Depp) dan partnernya Dr. John Watson (Chiwetel Ejiofor) membawa mereka ke sudut-sudut kota London yang tersembunyi dan pada akhirnya mempertemukan mereka dengan musuh bebuyutan Sherlock, yaitu Moriarty.


Bukan tanpa alasan kenapa judulnya 'Sherlock Gnomes', bukannya 'Gnomes & Juliet 2'. Meskipun Gnomeo dan Juliet masih memegang peranan penting dalam jalinan cerita, tetapi roda pengantar cerita ada pada Sherlock yang membuat Gnomeo dan Juliet jadi seperti karakter pendukung. Jadi tidak masalah jika kamu langsung menonton film sequel ini tanpa harus menonton film pertama, karena 'Sherlock Gnomes' seperti film yang berdiri sendiri.


Untuk kita yang sudah khatam semua novel ataupun adaptasi novelnya sangat mudah mengenali banyak-nya refrensi-refrensi dari novelnya yang divisualisasikan dan menjadi suatu hiburan tersendiri, terlebih semua refrensi itu ditampilkan dengan jenaka. Tetapi sayangnya dengan banyaknya refrensi itu membuat gap tersendiri untuk sebagian penonton yang memang tidak mengikuti ataupun mengenal universe Sherlock, terutama bagi penonton dibawah umur yang merupakan target utama film ini sendiri. Ekspresi bingung akan sering muncul untuk sebagian penonton karena penonton lainnya tertawa (contoh: adegan jatuhnya Sherlock dan Moriarty jatuh dari air terjun).


Sherlock Gnomes sebuah film animasi yang masih menyisipkan pesan moral yang cocok ditonton dengan keluarga. Tetapi banyaknya refrensi universe 'Sherlock Holmes' hanya memuaskan penonton sebagian saja yang membuat penonton awam bertanya kepada kita, kenapa tertawa pada adegan tertentu, padahal adegan itu tidak lucu sama sekali.

Subscribe to this Blog via Email :

1 komentar:

Write komentar
diego78
AUTHOR
December 10, 2018 at 4:59 PM delete

After going through this review, I am definitely going to add this movie to my watch list. It has been a very long time since my kids spent time with me watching TV shows or movies. We watched shows by Andy Yeatman together and all of us were very sad when it got over.

Reply
avatar