Wednesday, September 24, 2014

Ulasan : Equalizer





sejak awal film ini muncul dimedia sosial, saya sama sekali tidak melihat trailernya apakah sebagus film Denzel sebelumnya ,kita tahu acting Denzel tidak diragukan menjadi gangster,orangtua,pilot..apapun karakter yang dimainkan sangat memukau.
Film ini dibuka "Robert McCall ( Denzel Washington)  telah melakukan banyak hal buruk di masa lalunya, dan dia mencoba untuk mendapatkan lebih dari itu - dia tidak bangga dengan masa lalu, dan dia berusaha untuk berbuat lebih baik," jelas Washington. Selama film berlangsung memang tidak diberitahukan latar belakang karakter yang dimainkan, Bekerja di Superstore bahan banggunan,hidup secara teratur danmenyendiri itulah yang dilakukan McCall setiap hari. Sampai suatu sore  dia berada di sebuat kedai sekedar minum teh, bertemu Teri (ChloĆ« Grace Moretz ) Teri bermimpi menjadi penyanyi namun Teri hidup dibawah kekuasaan Gangster Rusia harus melayani setiap pelanggan sebagai pelacur  . saat mendengar Teri masuk Rumah Sakit setelah mendapatkan perlakuan kekerasan. McCall berusaha menyelamatkan gadis itu, pertama yang dilakukan membeli Teri dengan harga yang sangat mahal , Slavi (David Meunier) tidak terima begitu saja layaknya seorang jagoan yang tak pernah sedikit pun meleset begitulah apa yang dikerjakan McCall, dibunuhlah semua anggota Slavi termasuk Slavi sendiri , hal ini terdengar hingga ke Rusia, Pushkin (Vladimir Kulich). Boss mafia Rusia mengutus seseorang Teddy (Marton Csokas) mencari dan berusaha membunuh McCall, atas kematian Slavi bahkan mengancam kelangsungan bisnis kotornya  di Amerika.  info dari sahabat lama di CIA, McCall berusaha menghancurkan semua kejahatan Gangster Rusia di Amerika.

 
Inilah film bergenre Action-Thriler EQUALIZER dimana sang sutradara ANTOINE FUQUA ( Training day ) memberikan cerita Good Cop-Bad Cop, Politisi busuk-Mafia, selalu ada balas dendam, anda pasti sudah bisa menebak cerita berikutnya . film ini adaptasi dari film tv seri tahun 1985 -1989 , dengan cerita yang sama mantan agen pemerintahan berusaha menolong orang-orang yang tertindas, terkenal dengan prhase “Odds against you? Need help? Call the Equalizer. 212 555 4200.” Kangen dengan acting Denzel saksikan EQUALIZER tayang hari ini serentak di Indonesia 


Monday, September 22, 2014

ULASAN : TABULA RASA, FILM KULINER RASA KELUARGA




Setelah 2 film sebelumnya memproduksi film bergenre thiller ( Pintu Terlarang dan Modus Anomali ), Life Like Pictures merelease film ketiga produksi mereka dengan tema kuliner berjudul Tabula Rasa. Sama halnya Pintu Terlarang dan Modus Anomali, untuk Tabula Rasa,nama Sheila Timothy kembali sebagai produser. Sedangkan kursi sutradara diberikan kepada sutradara muda berbakat Adriyanto Dewo yang sebelumnya lebih banyak aktif menyutradarai film pendek yang bisa kita saksikan disalah satu omnibus Hi5teria dan Sanubari Jakarta. Tabula Rasa sendiri merupan film panjang pertama yang disutradarai oleh Adriyanto Dewo. Dan perlu diketahui, Tabula Rasa juga merupakan film bertema kuliner pertama yang diproduksi oleh sineas kita.

Tabula Rasa sendiri bercerita Hans ( Jimmy Kobagau ) pemuda asal Serui ( Papua ) yang menerima tawaran seorang pencari bakat pemain sepakbola untuk merantau ke Ibu Kota Jakarta agar bisa menyalurkan bakatnya dalam mengolah si kulit bundar dan menjadi pemain profesional. Namun peruntungan Hans berkata lain, Hans mengalami cedera parah yang membuat mimpinya menjadi pemain sepakbola profesional juga musnah. Terkatung-katung dan menjadi gelandangan, disaat Hans sudah kehilangan semangat hidup, Hans bertemu Mak ( Dewi Irawan ), seorang pemilik rumah makan Minang sederhana. Di banyaknya perbedaan mereka, Hans dan Mak ternyata juga mempunyai banyak menemukan kesamaan yang membuat semangat hidup kembali terbentuk lewat makanan dan masakan yang disimbolkan melalui " Gulai Kepala Ikan Kakap " dengan rasa keluarga.

Tabula Rasa bisa dikatakan film yang cukup ambisius, semua proses riset, penggodokan naskah, shooting, post produksi memakan waktu 2 tahun. Detail masakan, makanan dan budaya didukung oleh Chef Adzan, penulis Rendang Traveller Reno Andam Sari. Jadi film kuliner pertama Indonesia ini sudah dipersiapkan dengan sangat sesempurna mungkin agar bisa menjadi sebuah tontonan yang sangat menarik untuk semua penonton Indonesia.

Hasilnya, 2 tahun kerja keras tim produksi Tabula Rasa menyajikan sebuah tontonan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai positif dalam banyaknya segala hal perbedaan. Skenario buatan Tumpal Tampubolon berhasil diaplikasikan dengan sangat baik oleh 4 karakter utama film ini. Bukti betapa detailnya dan lebih meyakinkan karakter yang dimainkan oleh Dewi Irawan, Yayu Unru dan Ozzol Ramdan sebagai orang minang, pihak produksi memakai jasa maestro tari dan budaya Minang untuk melatih dialek minang bagi para pemain, yang hasilnya apa yang kita dengar dan lihat dilayar, penonton akan mengira mereka bertiga adalah memang berasal dari Minang.


Tabula Rasa sebuah film yang makin memberikan sebuah tema baru pada penonton Indonesia yang belum pernah ada sebelumnya. Menyisipkan nilai-nilai budaya dan keluarga dalam jalinan ceritanya yang cocok untuk segala umur, dan juga perlu diketahui, bisa dibilang Tabula Rasa film pertama Lifelike Pictures yang bisa ditonton dengan anggota keluarga lainnya.

Wednesday, September 17, 2014

ULASAN : The Maze Runner (2014)


Semakin maraknya film adaptasi novel young adult membuat kita para penonton harus pandai-pandai memilih mana yang patut diberi perhatian, atau paling tidak menyetel ekspektasi yang sesuai karena banyak film adaptasi seperti ini memiliki ambisi yang besar mengejar sukses menjadi hits kultur pop berikutnya. Setelah berakhirnya zaman Twilight saga saat ini kita sedang berada dalam era The Hunger Games yang bisa dikatakan yang paling berjaya dalam kelasnya baik secara finansial maupun kualitas film. Di luar dari yang satu ini, ada banyak film dengan target pangsa serupa yang mencoba peruntungannya, salah satunya sekarang adalah The Maze Runner yang diadaptasikan dari novel populer berjudul sama karangan James Dashner. Skeptis pada film bertemakan young adult akhir-akhir ini sudah menjadi lumrah. Namun apabila menemukan satu saja yang mengesankan, film seperti ini bisa menjadi biang kecanduan karena gampang sekali memberi sensasi hiburan.

The Maze Runner menceritakan beberapa anak muda yang "dibuang" secara berkala ke tengah labirin raksasa misterius yang mematikan, begitu luasnya maze tersebut hingga membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi mereka yang bertahan hidup untuk memetakannya demi menemukan jalan ke luar. Hingga pada gilirannya ketika seorang pemuda bernama Thomas ikut dilempar ke lokasi, keadaanpun perlahan mulai berubah, berbagai rahasia mulai terungkap.

Film digawangi oleh sutradara Wes Ball dengan bintang utama Dylan O'Brien sebagai Thomas. Juga terdapat karakter pendukung lain yang dilakoni oleh aktor seperti Will Poulter yang sebelumnya mencuri perhatian dalam film ke-3 Narnia dan We Are The Millers, kemudian aktor Thomas Brodie-Sangster yang sempat menjadi pemuda Warg di Game of Thrones. Secara keseluruhan film ini dapat memberi hiburan segar dengan plot yang membuat penasaran (terutama apabila belum membaca bukunya), meskipun terdapat bagian minus terbesar film ini tidak memberikan ikatan yang cukup kuat antara karakternya dengan penonton. Namun apabila diadakan voting, sepertinya saya akan berpihak kepada yang memberikan kesempatan bagi film ini untuk membuka sebuah franchise baru dan menantikan follow up adaptasi buku selanjutnya, karena sesungguhnya film ini sudah memiliki universe cerita menarik yang terlalu "menyebalkan" apabila digali hanya dalam satu segmen saja. Bagaimana dengan kalian?
The Maze Runner sudah  tayang secara luas mulai hari ini, 17 September 2014.
(ipan)

Sunday, September 7, 2014

ULASAN : The Purge: Anarchy (2014)

Meskipun ini merupakan imajinasi yang terlalu mengerikan sebagai buah akibat degradasi moral dan kemanusiaan yang mungkin bisa saja benar-benar terjadi di dunia nyata, sebagai suatu premis, ini sesungguhnya sangat menarik diangkat ke dalam film. Banyak potensi yang bisa digali dari lingkup seperti itu. Bagi yang sudah menonton The Purge, film pertama yang rilis pada 2013 lalu, mungkin secara umum akan merasa kecewa dengan eksekusi film yang terlalu sempit dan menyia-nyiakan kesempatan yang dimilikinya. Sekarang, sutradara James DeMonaco kembali diberi kesempatan untuk menggarap film keduanya The Purge: Anarchy, dan ternyata, terlihat ia sudah belajar dari kesalahan. Film ini agaknya sukses melakukan eksplorasi dari segala potensi yang dimilikinya dan menyajikan itu kepada penonton sebagai temuan yang mengerikan, namun dalam suatu cara, sangat menarik perhatian. Dengan melibatkan karakter utama yang lebih banyak, film tidak lagi menampilkan apa yang terjadi di sepanjang malam sakral tersebut hanya dari dalam rumah suatu keluarga saja, namun mengajak kita turun ke jalanan pusat kota, menyaksikan lebih banyak kegilaan, lebih banyak anarki dan sisi buas manusia yang dibebaskan dari kungkungan aturan dan hukum.
Dari segi kontinuitas cerita, film ini bisa dikategorikan berdiri sendiri, tidak bertautan secara langsung dengan film pendahulunya. Saya sendiri tdak yakin apakah time line di sini berada pada tahun yang sama, sebelum, atau sesudah malam Purge pada film pertama... Para karakter utama yang menjadi sorotan kali ini adalah sepasang kekasih yang baru saja putus hubungan, seorang single mother bersama anak gadisnya, dan seorang pria tangguh yang sengaja memanfaatkan malam Purge sebagai kesempatan untuk membalas dendam atas kematian anaknya oleh seorang pengemudi mabuk yang dibebaskan secara hukum. Dengan jajaran para karakter ini, pada sesi awal film memberi kita point of view yang lebih beragam mengenai bagaimana persiapan beberapa kalangan masyarakat ini dalam menyambut acara tahunan tersebut. Tidak seperti film pertamanya yang sudah memiliki lingkup yang sempit namun tetap terbata-bata dalam bertutur, Anarchy sudah lebih sanggup mengemas diri. Mulai dari membagi rata waktu dan kesempatan bagi masing-masing karakter untuk menunjukkan dirinya pada penonton, lebih rapi dan intens dalam mengemas "petualangan" mereka untuk bertahan hidup di sepanjang malam, plus dengan bubuhan beberapa kejutan yang pada hakikatnya menunjukkan kita bahwa dalam dunia dengan kemerosotan moral seperti itu pun masih terdapat faith in humanity

The Purge: Anarchy sudah tayang midnight pada 6 September dan akan tayang secara luas mulai 10 September 2014.
(Ipan)

Wednesday, September 3, 2014

KOPDAR GILA FILM DAN LAUNCHING NOVEL RAHASIA HUJAN





Hai Penggila Film..., udah punya acara weekend ini ?. Kalau belum ayok gabung ama kita di kopdarnya weekend ini. Selain kopdar, Gila Film juga akan mengadakan acara launching novel terbaru dari salah satu penggila film kita yang bernama Adham T. Fusama dengan novel bergenre thiller berjudul " Rahasia Hujan ". Buat penggila film yang udah sering ikutan kopdar dan nonbar Gila Film pasti udah kenal teman kita yang satu ini. Buat yang belum kenal, ini saat yang tepat untuk ikut kopdar, apalagi buat penggila yang punya hobby baca, acara ini adalah acara yang tepat buat kamu. Nah untuk detail acaranya silahkan cek dibawah ini



Event : Kopdar Gila Film dan launching novel kedua Adham T Fushama " Rahasia Hujan "

Waktu : Sabtu, 6 Agustus 2014, Pkl 13.00- Selesai

Lokasi : " Ayam Semmes ", Jl. Margonda Raya no 476, Depok. ( Tidak jauh dari stasiun UI, Deket Gang Kober UI, Sebelah Urban Pizza Depok )

Pembicara : Adham T Fusama ( Penulis Rahasia Hujan ), J. Fisca ( Editor Moka Media ), Dedik Priyanto ( Editor Moka Media )

Host : Rhillaeza Mareta ( Penyiar Radio Ras FM Jakarta )






Yuk ikutan gabung kopdar di weekend ini, acara free loh, dan selain itu akan ada pembagian doorprize, paket buku dan merchandise buat penggila film yang beruntung. Jadi gak usah mikir panjang lagi. Buat konfirmasi kehadiran silahkan sms atau WA admin di 08811435344.

ULASAN : HERCULES








Hercules ? Rasanya jika nama ini disebutkan semua orang tahu jika jagoan yang satu ini adalah wujud dari manusia setengah dewa, anak dari rajanya Dewa di Olympus yaitu Zeus. Tokoh mitologi asal Yunani ini sudah sering diadaptasi menjadi film, lewat layar kaca ataupun layar lebar. Untuk penonton Indonesia sendiri Hercules yang terkenal adalah tv series yang dibintangi oleh Kevin Sorbo. Lalu Ryan Gosling juga sempat memerankan karakter ini di awal kariernya. Dan tidak ketinggalan Disneypun juga pernah mengangkat Hercules dalam film animasinya.




Untuk tahun ini sendiri ada 2 film Hercules yang release, yang pertama Hercules yang dibintangi oleh Kellan Lutz ( Java Heat, The Expendables 3 ) yg release awal tahun ini dan sayangnya gagal total dari peraihan box office maupun review dari kritikus. Untuk yang kedua, tidak seperti Hercules versi Kellan Lutz yang terlihat seperti B-Movie, untuk memperlihatkan jika film ini memang tontonan yang layak release di masa summer movies, pihak studio memasang mantan atlet WWE yang sukses menjalani karier aktingnya Dwayne " The Rock " Johnson untuk memerankan Hercules. Tidak tanggung-tanggung, demi peran Hercules inipun The Rock terpaksa menolak tawaran Michael Bay untuk menjadi pemeran utama pada Transformers 4 yang akhirnya perannya digantikan oleh Mark Wahlberg. Sedangkan kursi sutrdara sendiri diberikan kepada Brett Ratner ( Rush Hour, Red Dragon ).





Sebelum menonton versi terbaru dari Hercules ini, sebaiknya buang semua ingatan kamu tentang Hercules, karena untuk versi Brett Ratner cerita Hercules akan dibawa dengan alur cerita yang belum pernah ada sebelumnya. Cerita yang diadaptasi dari graphic novel   Hercules: The Thracian Wars dari penerbit. Hercules diceritakan hanyalah seorang manusia biasa. Fakta bahwa Hercules adalah anak Zeus dan 12 tugasnya dari Hera hanyalah rumor yang tersebar dari mulut kemulut. Dibayang-bayangi trauma masa lalu atas kematian istri dan anak-anaknya, Hercules dan 5 pendamping setianya ( percaya deh, kamu akan menyukai 5 orang ini ) menjadi prajurit bayaran. Sampai pada akhirnya Hercules dkk dikunjungi oleh putri raja, untuk meminta bisa membantu sang ayah melindungi rakyatnya dari para pemberontak kejam yang mengancamnya kerajaan. Layaknya seperti " Seven Samurai ", Hercules pun menerima permintaan dari Raja Cotys, dan pada akhirnya konsekuensi yang tidak diduga karena menerima permintaan yang harus diterima Hercules.





Lain dari yang lain, itulah yang ditampilkan film ini. Menceritakan mitologi Hercules dengan sudut pandang yang berbeda yang akan mempengaruhi pikiranmu setelah menonton film ini dan sempat terbesit jika Hercules itu benar-benar pernah ada. Brett Ratner berhasil menyajikan tontonan yang menghibur dengan pendekatan karakter Hercules yang lebih manusiawi dan memasang The Rock sebagai Hercules terhitung sebagai pilihan tepat. Yang menarik, walaupun porsi utama film ini diambil alih Hercules, karakter-karakter pembantunya menarik perhatian tersensediri, seperti karakter Amphiaraus yang dimainkan Ian McShane ( jauh lebih baik dari perannya sebagai Blackbeard di Pirates Of The Carribean 4 ). Lalu juga Atalanta yang jago memanah yang tampil sangat badass ( minggir Katniss Everdeen ) yang diperankan oleh actress asal Norwegia Ingrid Bolso Berdal ( Perawakan wajahnya sangat mirip Nicole Kidman atau Naomi Watts ).





Membawa film ini ke ranah kolosal makin memberikan banyak hal baru untuk mitologi Hercules di layar lebar, mesekipun tidak seheboh Gladiator, Kingdom Of Heaven ataupun film-film kolosal bertaraf oscar lainnya, Brett Ratner mampu menyajikan kolosal versinya sendiri yang menghibur untuk kelas summer movies. Kekurangan akan halnya beberapa plot hole mampu ditutupi dengan alur cerita yang menarik.

(Zul)