Friday, August 28, 2020

    MERAYAKAN DAN MENIKMATI PATAH HATI BERSAMA CHUNGKING EXPRESS


    Anda pernah patah hati ? Saya anggap semua yang menjawab pernah. tetapi jika ada yang menjawab belum pernah, saya ucapkan selamat pada anda. Nikmati masa-masa itu sebelum nanti mengalami untuk pertama kalinya. Karena selalu ada yang untuk pertama kali bukan ?  Percayalah, patah hati itu berat. Setidaknya itulah yang digambarkan atau diwakili oleh Wong Kar-wai lewat Chungking Express. Wong Kar-wai salah satu sutradara dikenal sebagai salah satu sutradara hebat dari Hongkong yang mana satu-satunya filmnya yang saya tonton sebelum Chungking Express adalah My Blueberry Nights saat usia 19 tahun dan saat itu saya tertidur. Sejak saat itupun saya tidak pernah terlalu tertarik untuk mencoba menonton film-film dia yang lainnya. Merasa film-filmnya bukan secangkir teh saya. Tidak adil memang langsung menilai keseluruhan filmnya berdasarkan satu film, dan itupun bukan film terbaiknya yang saya tonton.


    Ya, hakimi saja saya dengan mengatakan "kebanyakan menonton film hollywood sih loe" atau sebagainya apapun itu. Hal itu bisa saya terima. Ya bisa dikatakan saya termasuk dalam kategori penonton-penonton mainstream yang kebanyakan film-film favoritnya film-film kategori popcorn. Bahkan posisi sutradara favorit saya diurutan pertama adalah Micahel Bay. Iya Michael Bay yang itu, sutradara yang expert dalam hal ledakan yang banyak haternya itu. Tetapi kita tinggalkan dulu masalah selera nonton yang maisntream yang makin menjauh dari topik yang ingin saya coba bahas dengan kualitas tulisan yang seadanya ini.


    Lalu kenapa baru muncul keinginan menonton Chungking Express sekarang setelah pengalaman tertidur menonton My Blueberry Nights ? Jawabannya karena ketidaksengajaan saya melihat postingan quote dari film Chungking Express yang ada di instagram dengan background karakter utama filmnya Takeshi Kaneshiro yang memancing perhatian saya. Quote tersebut bertuliskan:

    "Actually, knowing someone doesn't mean anything. People change"


    Sebuah quote yang memancing perhatian saya. Hanya sekedar memancing perhatian. Belum ada niat untuk menonton. Terlebih sudah tahu jika sutradaranya Wong Kar-wai. Namun belakangan gambar yang sama dengan quote yang sama cukup sering muncul di timeline instagram saya yang diposting oleh beberapa akun berbeda. Dan perasaan ingin menonton-pun muncul. Merasa quote itu sedikit agak relate dengan saya belakangan ini. Jadi perlu dicatat, meskipun saya tahu Chungking Express adalah salah satu film terbaik yang pernah ada dalam sinema Hongong dan bahkan dunia sesuai yang saya baca, tetapi karena pada dasarnya saya tidak terlalu tertarik dengan film-film Wor Kang-wai pasca My Blueberry Nights, saya sama sekali tidak megetahui Chungking Express bercerita tentang apa. Bahkan membaca sinopsis sebelum menontonpun saya tidak. Dan dari sini dimulailah sesuatu pengalaman yang sangat disukai orang-orang yang hobi menonton  ketika menonton dimana film itu memberikan "movie experience". Sebuah pengalaman yang tidak hanya memeberikan kepuasan setelah menontonnya, tetapi memberikan sudut pandang baru pada penontonnya.


    Entah memang perlu  atau tidak saya menuliskan sinopsis filmnya disini, karena saya merasa paling telat menonton film ini dan yakin kalau ada yang baca tulisan ini pasti udah nonton. Tapi buat jaga-jaga jika memang belum ada yang menonton, saya tulis sedikit sinopsisnya. Siapa tahu bisa dapat hidayah untuk menonton dan merasakan pengalaman yang saya rasakan.


    Chungking Expres terbagi dalam dua bagian cerita berbeda tetapi berhubungan secara tidak langsung. Bagian pertama menceritakan tentang seorang polisi bernama He Qiwu yang hanya kita kenal dengan nomor kode 223 (Takeshi Kaneshiro) yang masih belum bisa move on setelah diputusi oleh pacarnya pada tanggal 1 April. Nomor 223 masih berharap itu hanya sebuah joke atau prank, karena 1 April adalah April Fools Day.  Cerita kedua tentang seorang polisi dengan kode 663 (Tony Leung) yang juga masih berlarut-larut dengan perasan patah hatinya setelah diputusi oleh pacarnya yang seorang pramugari. Dari dua karakter ini kita akan dibawa tenggelam dengan dua refleksi perasaan patah hati yang berbeda. Cerita masing-masing dinarasikan oleh tokoh utamanya dari sudut pandang masing-masing. Narasi tidak hanya dari dua tokoh utama kita yang sedang patah hati itu saja, tetapi narasi dari sudut pandang berbeda dari karakter-karakter utama wanita di film ini yang diwakili oleh woman in blonde wig (Brigitte Lin) dan Faye (Faye Wong).


    Untuk cerita sesungguhnya Chungking Express tidak ada yang istimewa. Bisa tergolong biasa. Sudah banyak film bertema romance patah hati seperti ini. Lalu apa yang membuatnya istimewa ? Buat saya sendiri adalah penggambaran karakternya yang sangat apa adanya yang jauh lebih dekat kepada penonton. Seperti yang saya sebut diatas, saya bisa dimasukan kategori penonton mainstream termasuk film romance. Film-film romance kebanyakan yang saya tonton benar-benar kategori popcorn yang plotnya banyak kita temui di FTV yang biasanya diisi oleh lagu-lagu populer. Lalu adegan demi adegan yang sangat didaramatisir mulai dari perjumpaan dua karakter uta, konflik hingga ending yang membuat kita mengeluarkan kata-kata "so sweeet".Ya saya tumbuh dengan film-film romance sejenis itu terutama dari bollywood. Sedangkan Chungking Express sangat mudah untuk kita merasakan atau emosi karakternya yang sangat patah hati itu. Tidak bisa move on, bucin atau segala hal yang kita alami patah hati tanpa didramatisir secara berlebihan. Cop 223 dan Cop 663 adalah kita sat mengalami pengalaman patah hati tersebut, yang mana saat dalam kondisi tersebut apapun yang disekitar bahkan ditengah-tengah keramaian sekalipun tidak bisa menghibur perasaan kita. 



    Dalam film ini Wong Kar-wai menggambarkan bagaimana pada saat patah hati kita itu semua sama, hanya cara mengekspresikan perasaan saja yang berbeda. Cop 223 merefleksikan paah hatinya dengan membeli nanas kaleng yang memiliki tanggal kadaluarsa tanggal 1 May yang merupakan hari ulang tahun mantan pacarnya. Cara seperti membuat suasana hati Cop 223 membaik sesaat. Sedangkan Cop 663 mengekspresikannya dengan cara berbicara pada barang-barang yang ada di apartemennya. Setiap barang yang ada di apartemen mengingatkannya pada mantan pacarnya. Dua cara berbeda dalam mengekspresikan tapi perasaan yang sama.



    Dengan ending yang terbuka, Wor Kang-wai dengan tidak menggurui memberikan pilihan pada penontonnya. Chungking Express seakan-akan terapi untuk penonton, terlebih untuk yang sedang mengalami patah hati tersebut. Tidak ada yang salah bersedih berlarut-larut karena baru kandas dari hubungan sebelumnya, karena memang hal itu bukan hal yang mudah. Ambil sebanyak waktu yang kamu butuhkan. Hanya saja kamu selalu punya pilihan untuk bisa keluar dari situasi berduka itu lebih cepat seperti langkah yang diambil oleh Cop 223 dan Cop 663 yang mencoba keluar dari situasi tersebut meskipun langkah yang mereka ambil belum tentu jauh lebih baik dari sebelumnya. Ya bukankah esensi hidup itu memang masalah ? Cara kita menghadapinya yang menjadi pembeda.


    Lalu apakah syarat bisa menikmati film Chungking Express harus patah hati dulu ? Entahlah, saya juga tidak bisa menjawabnya pada saat situasi saya sudah pernah mengalaminya sebelum menonton film ini. Hanya saya yakin jika seandainya saya menonton Chungking Express saat usia sama dengan ketika menonton My Blueberry Nights, mungkin saya tidak akan terlalu menikmati menonton disaat usia sekarang yang sudah kenyang mengenyam asam,manis, asin dan pahitnya mengenai perasaan (aseeeeeek). Dan yang pasti setelah Chungking Express ini saya akan menonton semua film-film Wor Kang-wai termasuk menonton ulang My Blueberry Nights.


    Sebagai penutup untuk kamu-kamu yang masih berduka dan belum bisa keluar dari situasi patah hati, selamat menikmati dan rayakan dan sambil teriak nyanyikan lirik akhir lagu Dreams yang dinyanyikan oleh The Cranberries yang menjadi soundtracknya...

    La.....lalalalallaa......laaaaaaaa....lalalalalalla........laaaaaaaaaaaaaaaa.









    Monday, July 27, 2020

    INVINCIBLE SERIAL ANIMASI TERBARU PENUH BINTANG DARI SANG KREATOR THE WALKING DEAD




    Robert Kirkman sang kreator dibalik franchise sukses The Walking Dead sedang sibuk mempersiapkan serial animasi dewasa bertema superhero adaptasi dari komik kreasi Robert Kirkman sendiri dan Cory Walker. Komik yang muncul pertama kali tahun 2002 ini diproduksi oleh Amazon prime.


    Melihat jajaran pengisi suaranya benar-benar bisa disebut assemmble cast. Dengan Steven Yeun sebagai pengisi suara karakter utama yang sebelumnya juga sudah bekerjasama dengan Robert Kirkman lewat The Walking Dead , aktor lainnya yang ikut terlibat dalam animasi ini ada J.K. Simmons (Counterpart), Sandra Oh (Killing Eve), Seth Rogen (The Boys, Preacher), Gillian Jacobs (Love), Andrew Rannells (Black Monday), Zazie Beetz (Deadpool 2), Mark Hamill (Star Wars), Walton Goggins (Justified), Jason Mantzoukas (Brooklyn Nine-Nine), Mae Whitman (Good Girls), Chris Diamantopoulos (Silicon Valley), Melise (The Flash), Kevin Michael Richardson (The Simpsons), Grey Griffin (Avengers Assemble) dan Max Burkholder (Parenthood). Bagaimana ? benar-benar jajaran cast yang cukup hebat bukan ?


    Seth Rogen sendiri tidak hanya sebagai pengisi suara dalam serial ini, tetapi juga sebagai penulis naskahnya bersama duet sehatinya dalam menulis yaitu Evan Goldberg. Seth Rogen belakangan ini memang sangat aktif sebagai penulis naskah belakangan ini. Sebelum Invincible dia juga menulis naskah untuk serial Preacher dan The Boys yang mana keduanya cukup berhasil. Dengan masuknya Seth Rogen sebagai penulis elemen nyeleneh seperti halnya yang kita lihat di Preacher dan The Boys akan kita temui juga di Invincible ini.


    Serial animasi yang nantinya berjumlah 8 episode ini bercerita tentang Mark Grayson (Yeun), remaja biasa seperti remaja kebanyakan yang  memiliki seorang ayah pahlawan super paling kuat di planet ini, Omni-Man (Simmons). Tetapi ketika Mark mengembangkan kekuatannya sendiri, ia menemukan bahwa warisan ayahnya mungkin tidak heroik yang di lihat banyak orang dan dirinya.. 

    Invincible dijadwalkan tayang untuk tahun 2020 ini di Amazon. 



     

    Friday, July 10, 2020

    SEQUEL READY PLAYER ONE SIAP RILIS NOVEMBER TAHUN INI




    Sepertinya hampir sebagian besar dari kita-kita penggila film di tahun 2018 lalu memasukan film Ready Player One sebagai salah satu film terbaik yang kita tonton di tahun itu. Film yang disutradarai oleh Steven Spielberg itu benar-benar epik. Film yang tidak hanya memuaskan penonton yang tidak membaca novelnya, tetapi juga penggemar novelnya dan bahkan penggemar film juga menyukai adaptasi filmnya. Terlibatnya Ernest Cline sang penulis novelnya sebagai salah satu penulis naskah filmnya bersama Zack Penn salah satu andil filmnya berhasil.


    Berselang dari dua tahun filmnya rilis, ada kabar gembira untuk semua fans film dan novelnya. Sequel dari buku pertamanya yang berjudul Ready Player Two secara official diumumkan akan rilis tanggal 24 November tahun ini. Berjarak 9 tahun dari novel pertamanya yang rilis tahun 2011 yang lalu. Untuk yang tidak membaca novelnya mungkin ada yang merasa ending film pertama sudah teraa sangat pas, tidak perlu ada sequel. Tetapi perlu diketahui  sequel novelnya sendiri sudah dalam pengerjaan oleh Ernest Cline jauh sebelum film pertamanya rilis. Dan Ernest Cline sendiri mengatakan jika sequel novel tidak melanjuti versi film yang memang memiliki sedikitperbebedaan dari sisi plot cerita. 9 tahun waktu yang dibutuhkan dalam pengembangan dan menyelesasikan novel tentu bukanlah hal yang mudah yang membuat sequel novelnya layak ditunggu.


    Dengan kesuksesan film pertama, rasanya dalam waktu dekat kita sudah akan mendengar pengumuman novel sequel ini juga akan difilmkan. jarak novel pertama (2011) ke film pertama (2018) yang berjarak 7 tahun kemungkinan bear akan lebih singkat untuk ready Player Two menjadi film. Belum ada pengumuman resmi siapa rumah produksi mana yang akan memegang hak cipta filmnya, tetapi dikabarkan Amblin Entertainment rumah produksi milik Steven Spielberg berada di garis terdepan untuk mendapatkan hak cipta novelnya untuk difilmkan. Semoga saja memang masih Steven Spielberg yang menyutradarai sequelnya nanti.


    Untuk plot dan sinopsis Ready Player Two sendiri masih dirahasiakan, info yang diketahui setting dari plot cerita sendiri masih berada di tahun 2045 seperti di film pertama. Ready Player Two dijadwalkan rilis 24 November 2020. Untuk versi terjemahan novel pertamanya diterbitkan oleh Gramedia. Untuk novel kedua sampai tulisan ini diturunkan belum diketahui apakah Gramedia akan masihmelanjutkan menerbitkan versi terjemahannya atau bisa jadi pindah penerbit.


    Thursday, July 9, 2020

    ULASAN: HISTORY 101



    Merasa gak bisa tahan lama baca buku-buku karena bawaannya selalu ngantuk tetapi juga tertarik buat tahu lebih banyak segala seusatu hal yang berpengaruh dalam roda zaman perputaran bumi ini ? Antologi serial dokumenter History 101 bisa menjadi jawabannya. Sebuah dokumenter yang hanya berdurasi 20-22 menit setiap episodenya yang membahas topik-topik bersejarah mulai dari issue sosial, bisnis, politik, virus, teknologi dan juga bahkan perang yang mempengaruhi kehidupan secara global.

    Untuk season pertama terbagi dalam 10 episode yang masing-masingnya membahas topik berbeda. 10 episodenya sebagai berkut:

    1. Fast Food
    2. The Space Race
    3. The Rise Of China
    4. Plastics
    5. Oil and the Midfdle East
    6. Robots
    7. Feminism
    8. Nuclear Power
    9. AIDS
    10. Genetics



    10 topik sejarah yang masih hangat dikemas secara menarik dan padat menyampaikan poin-poin penting dan memberikan sebuah konklusi pertanyaan kepada penonton pada stiap episodenya. Dengan topik yang cukup besar dan durasi pembahasan hanya 20-22 menit buat kamu yang memang sering menonton film dokumenter tentu merasakan banyak kekurangan dari film History 101 ini. Hal yang sangat terasa tiadanya narasumber dalam film dokumenter ini. Semua fakta-fakta sejarah berdasarkan arsip-arsip atau footage sejarah yang tercatat. Tetapi meskipun begitu History 101 memberikan infografis masing-masing tema yang dibahas yang menjadi salah satu poin menarik dan utama kelebihan serial dokumenter ini.


    History 101 memang bukan serial dokumenter terbaikyang pernah kamu tonton, serial dokumenter baru menyinggung sebagian kecil dari masing-masing tema yang dibahas. Dan sepertinya memang disengaja, History 101 disajikan secara ringan untuk penonton-penonton awam yang menjadikannya sebagai pemancing untuk mencari lebih tahu banyak mengenai salah satu tema atau topik yang dibahas.

    NB: Episode yang  membahas AIDS sudah diturunkan oleh Netflix setelah mendapat protes dan memancing kemarahan dari anggota komunitas Haiti-Amerika. 

    Overall: 8/10

    Thursday, June 11, 2020

    ULASAN: ONLY, DRAMA-ROMANSA DITENGAH-TENGAH PANDEMIC PUNAHNYA SEMUA WANITA DI DUNIA



    Sebuah film yang menceritakan perjuangan sekelompok manusia yang mencoba bertahan di tengah-tengah situasi wabah atau pandemic yang menyerang sudah sering kita temui. Beberapa yang sangat memorable ada seperti Contagion atau Children of Men. Dari kedua film itu yang membuatnya menarik adalah bukan hanya sekedar bertahan hidup, tetapi bagaimana beradaptasi dengan situasi dimana kompas moral kita sebagai manusia juga berubah.  Hal yang sama juga merupakan premis dari film drama-romance berjudul Only ini yang dibintangi oleh  Freida Pinto (Slumdog Millionaire, Knight of Cups) dan Leslie Odom Jr (Murder on the Orient Express, Harriet). Lalu sutradara ada nama Takashi Doscher yang lebih banyak aktif dalam menyutradarai film-film pendek sebelumnya. Only merupakan fim panjang ketiga Takashi sebagai sutradara dan penulis naskah.


    Only bercerita ketika sebuah komet yang hancur sebelum menghantam bumi yang abunya menghujani daratan tanpa diketahui membawa virus yang tidak pernah terduga. Virus mematikan yang hanya berdampak pada wanita yang sangat mudah menular pada wanita lainnya. Dalam waktu yang singkat populasi wanita di dunia mengalami jumlah kematian yang sangat tinggi dan cepat yang juga berarti mengancam kepunahan manusia di bumi. Eva (Freida Pinto) yang sejak hari pertama terlindungi karena tidak berada diluar adalah salah satu yang selamat dan belum terpapar virus. Bersama pacarnya Will (Leslie Odom Jr) yang menjadi sangat protektif dalam melindungi Eva, mereka berdua juga menyaksikan bagaimana dunia perlahan menjadi sekarat ketika populasi wanita semakin dekat kepunahan. Merasa memang tidak punya masa depan yang menunggu, Eva dan Will merencanakan sebuah perjalanan terakhir ke sebuah tempat yang ingin mereka kunjungi sejak dulu ditengah-tengah dimana keberadaan wanita yang masih sehat sangat dicari oleh pemerintah untuk dijadikan penelitian dan mengamankan sisa-sisa wanita terakhir.


    Premis cerita yang cukup menarik bukan ? Dengan premis seperti itu sangat memancing rasa penasaran untuk mencoba menonton. Well, jika kamu mengira Only yang mempunyai struktur cerita drama yang intens dan kuat seperti Children of Men dan Contagion maka sebaiknya singkirkan dulu hal itu. Karena film akan fokus kepada dua karakter utamanya saat menghadapi situasi pandemic yang diceritakan secara back to back saat hari pertama virus menyerang dan saat pasca virus sudah mengubah dunia. Tidak seperti Contagion ataupun Children of Men dimana karakter utama sebagai orang biasa terlibat dalam sebuah masalah yang lebih besar mengenai keberlangsungan kehidupan yang membuat cerita makin kompleks, maka Only jauh lebih dari sederhana dari itu.


    Alur cerita yang yang sangat lambat mungkin sedikit akan menguji kesabaran. Terlebih dialog atau komunikasi antara Eva dan Will padat dengan subteks. Adegan demi adegan mengarahkan penonton untuk mencoba memahami Eva dan Will yang alih-alih membantu pemerintah dalam mencoba mengamankan wanita-wanita yang tersisa untuk dilindungi, Eva dan Will lebih memilih bersembunyi dan melakukan perjalanan terakhir  yang berbahaya.`


    Only mungkin bukanlah film terbaik jika dibandingkan dengan film-film sejenis. Fokus kepada dua karakter utamanya,  film ini ingin menyampaikan sebuah pertanyaan, bagaimana jika pasangan atau salah satu orang yang kamu sayangi adalah satu-satunya wanita yang tersisa di dunia ? apakah kamu rela menyerahkannya kepada orang lain untuk sesuatu yang lebih besar, seperti menyelamatkan dunia yang belum tentu berhasil atau lebih memilih pasrah jika dunia memang sudah mencapai akhirnya dan lebih memilih menghabiskan waktu-waktu terakhir untuk bersama ? Sebuah pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh penonton.

    Overall: 7/10

    NB: Only bisa ditonton lewat aplikasi Kilk Film yang terdapat di Playstore dan IOS

    Monday, May 11, 2020

    ULASAN: TRUE HISTORY OF KELLY GANG


     

    Pernah menonton film yang dibintangi mendiang Heath Ledger yang berjudul Ned kelly (2003) ? Film semi-biopik yang menceritakan salah satu cerita antihero Ned Kelly dari Australia tahun 1880 yang sering disandingkan dengan legenda Robin Hood. Sebelumnya tahun 1970 Ned Kelly juga sempat diadaptasi ke film yang dibintagi oleh vokalis Rolling Stone Mick Jagger. Tahun ini sang antihero kembali difilmkan dengan menampilkan sisi lain dan mempunyai cerita jauh berbeda dibandingkan 2 film yang disebutkan diatas berjudul True History of the Kelly Gang.


    True History of the Kelly Gang mengambil adaptasi novel berjudul sama yang ditulis oleh Peter Carey. Film yang disutradarai oleh Justin Kurzel (Macbeth, Assasins Creed) dan dibintangi oleh George Mackay (1917, Captain Fantastic) sebagai pemeran Ned Kelly dewasa. lalu pemeran lainnya membawa nama-nama besar seperti Russel Crowe (Robin Hood, American Gangster), Charlie Hunnam (Pacific Rim, The Gentleman), Nicholas Hoult (X-men First Clas, Warm Bodies) dan Thomasin McKenzie (Jojo Rabbit, The King).


    Film dibuka dengan masa kecil Ned Kelly yang sudah merasakan bagaimana kerasnya hidup.Keluarga Ned sendiri adalah rakyat Irlandia yang dipaksa migrasi ke Australia oleh pemerintah Inggris. Tinggal jauh dari kota dan selalu menjadi objek diskriminasi polis-polisi lokal sudah menjadi santapan harian Ned kecil dan keluarga yang ditambah dengan sang ayah yang kehilangan perannya sebagai pemimpin rumah tangga di mata keluarganya sendiri. Melindungi Ibu dan adik-adiknya adalah prioritas utama dari Ned.


    Ned kecil dipertemukan dengan Harry Power (Russel Crowe) seorang perampok dan pencuri yang berpengaruh membentuk Ned dewasa. Ned dewasa yang awalnya hanya ingin hidup tenang untuk menjadi petani makin banyak mendapatkan diskriminasi terlebih setelah perkenalannya dengan polisi Constable Fitzpatrick (Nicholas Hoult) makin memperburuk keadaan yang membuat Ned sangat membenci polisi semakin menjadi-jadi dan berbuah tindakan kriminal dalam bentuk perampoak dan pembunuhan yang dilakukan oleh Ned yang juga pemimpin gang.


    Seperti yang sudah disebut diatas, True History of the Kelly Gang mempunyai cerita yang berbeda dibandingkan dua film sebelumnya. Cerita lebih fokus pada hal apa yang membentuk Ned menjadi orang yang keras dan brutal. Faktor-faktor yang mendorong tindakan kriminal yang dia lakukan. Jadi jangan harap kamu akan melihat sebuah scene perampokan yang keren seperti dua film sebelumnya karena film ini sangat terasa lebih ke drama psikologis yang dibumbui dengan beberapa adegan brutal.


    George Mackay cukup tampil maksimal sebagai Ned dewasa, tapi poin lebih layak diberikan kepada Orlando Schwerdt yang memerankan Ned kecil yang hanya muncul 30 menit pertama tetapi sudah memerlihatkan fondasi karakter Ned yang pemberontak dan pemimpin. Russel Crowe yang juga jauh lebih singkat muncul dalam film ini juga berhasil mencuri perhatian. Dan semua seakan disempurnakan oleh penampilan Nicholas Hoult sang antagonis dalam film ini yang sangat jarang kita melihat dia memerankan karakter sangat memancing emosi penonton untuk mengucap sumpah serapah.


    True History of the Kelly Gang mempunyai alur cerita yang lambat yang tetap memikat. Meskipun kebenaran dalam film ini masih perlu dilakukan riset sendiri, tetapi film ini menampilkan memberikan sudut pandang yang berbeda mengenai sang tokoh legendaris yang tidak kita temui pada dua film sebelumnya.

    Overall: 8/10

    NB: True History of the Kelly Gang  sudah bisa ditonton lewataplikasi Klik Film

    Thursday, May 7, 2020

    ULASAN: START-UP



    Jika di Indonesia adaptasi cerita dari wattpad ke media film sedang menjadi tren, maka di Korea adaptasi serial webtoon ke media film atau tv serial juga sudah menjadi tren yang cukup lama bertahan. Bahkan adaptasi webtoon ke film yaitu dwilogi Along wih Two Gods sukses mencatatkan sebagai salah satu film tersukses dalam mendulang pemasuakn atau penonton. Dan kali ini peruntungan dicoba oleh Start Up yang sudah populer terlebih dahulu lewat serial webtoon-nya. Serial yang bergenre komedi ini diadaptasi menjadi film dibintangi oleh Park Jung-min (The King, Unforgettable),  Ma Dong-seok (Train to Busan, Ashfall), dan Jung Hae-in (Salute D'Amour, The Age of Blood).



    Star-Up bercerita dari tentang Taek-Il (Park Jung-Min) pemuda berusia 18 tahun pemberontak yang masih mencari jati diri. Tinggal bersama ibunya yang memintanya untuk melanjutkan sekolah yang selalu ditolak Taek-Il dan melawan apa yang diinginkan ibunya. Hari-hari perdebatan mereka berdua sudah menjadi kebiasan di rumah mereka. Satu-satunya yang bisa memahami Taek-Il adalah sahabatnya Sang-Pil (Jung Hae-In). Suatu hari, Taek-Il tiba-tiba meninggalkan rumah dan pergi ke Gunsan, Provinsi Jeolla Utara. Sebuah keputusan yang diambil secara impulsif.


    Di kota yang dipilih secara acak itu Taek-Il mendapat pekerjaan pengiriman di restoran Cina. Di sana, dia mulai berhubungan dengan orang-orang baru yang mengisi hari-harinya, dimulai dari atasannya tempat Taek-Il bekerja Owner Kong (Kim Jong-Soo), Bae Gu-Man (Kim Kyung-Duk) partner Taek-Il mngantarkan pesanan pelanggan, lalu juru masak Geo-Seok (Ma Dong-Seok) pria yang menyembunyikan dan kekuatan masa lalunya dengan gaya nyentriknya. Lalu juga Taek-Il juga secara tidak sengaja berhubungan dengan gadis seusianya yang juga melarikan diri Kyung-Joo (Choi Sung-Eun). Sementara itu, Sang-Pil mulai bekerja di kantor pinjaman swasta dan Ibu Taek-Il (Yum Jung-Ah) memulai usaha barunya tanpa sang anak yang melibatkannya pada masalah yang lebih berat.


    Start-Up disajikan sederhana dengan beberapa subplot yang muncul ditengah-tengah plot utama Taek-Il dalam mencari jati dirinya. Subplot yang menceritakan latar belakang karakter-karakter lainnya yang punya permasalahn tersendiri. Sayangnya banyaknya subplot membuat plot utama terasa tidak fokus yang seperti kebingungan. terlalu banyak yang ingin disampaikan dengan durasi yang kurang dari 2 jam.


    Untungnya dengan dengan durasi yang cukup singkat Start-Up masih sangat menghibur dengan komedinya dan drama yang makin kental terasa 30 menit terakhir yang buat saya bagian terbaik dari filmnya. Sementara untuk penampilan Ma Dong-seok yang paling mencuri perhatian yang sering kita lihat memainkan karakter keras, di film ini ma Dong-seok menampilkan sisi lainnya dalam berakting yang belum pernah kita lihat sebelumnya meskipun masih belum bisa terlepas dari peran keras seutuhnya.


    Start-Up film komedi ringan yang memang tida terlalu luar biasa, tetapi masih mampu menghibur penonton. Raihan jutaan penonton di negara asalnya adalah satu bukti kenapa Start-Up masih sangat menghibur, terlebih kapan lagi kita bisa melihat Ma Dong-seok memerankan karakter yang menggemari k-pop dan melakukan gerakan-gerakan dance girld band ?

    Overall: 7/10

    NB: Start-Up sudah bisa ditonton lewat aplikasi klik Film yang terdapat di Playstore dan IOS