Friday, August 21, 2026

OPERASI PESTA COPET: AKSI NEKAT EMPAT ANAK MUDA DI TENGAH GEMERLAP PESTAPORA


Film Operasi Pesta Copet persembahan Imajinari menghadirkan komedi persahabatan dengan latar unik, yaitu festival musik besar Pestapora. Film ini mengikuti empat anak muda yang nekat melakukan aksi pencopetan karena terdesak keadaan. Disutradarai Edy Khemod sebagai debut penyutradaraannya, film ini mencoba mengangkat cerita tentang orang-orang yang berada dalam situasi sulit dan merasa tidak memiliki banyak pilihan dalam hidup.

Film ini dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, serta debut vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis. Meski mengangkat aksi pencopetan, fokus utama film bukan sekadar kriminalitas, melainkan hubungan persahabatan dan perjuangan anak-anak muda dari pinggiran Jakarta yang sama-sama menghadapi tekanan ekonomi. Imajinari tetap membawa DNA komedinya dengan pendekatan yang lebih eksploratif, sementara Awwe turut terlibat sebagai konsultan komedi.

Ernest Prakasa menyebut Operasi Pesta Copet memiliki ide yang unik dan autentik, terutama karena mempertemukan dunia pencopetan dengan skena musik. Film ini diharapkan mampu menghadirkan komedi yang dekat dengan keseharian sekaligus drama yang relevan dengan kondisi sosial saat ini. Premisnya juga menjadi cara Imajinari untuk terus menawarkan tema dan cerita yang berbeda dalam perfilman Indonesia.

Dari sisi penyutradaraan, Edy Khemod menempatkan empati sebagai fondasi utama. Film ini tidak ingin mengglorifikasi tindakan kriminal maupun sekadar menghakimi para karakter, tetapi mengajak penonton memahami alasan di balik pilihan mereka. Iqbaal Ramadhan melihat karakter Ijal sebagai gambaran anak muda yang memiliki mimpi, tetapi lahir tanpa privilese dan dukungan yang sama seperti orang lain. Sementara itu, dinamika persahabatan dan komedi banyak diperkuat oleh karakter Adut yang diperankan Kristo Immanuel, serta pengalaman nekat Kawai Labiba sebagai Melodi yang harus menjalani aksi di tengah kerumunan penonton Pestapora.

Operasi Pesta Copet akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Sebelum perilisan, film ini menggelar roadshow special screening di 11 kota pada 22–31 Agustus, yaitu Malang, Surabaya, Sidoarjo, Solo, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Cirebon, Bandung, Bekasi, dan Bogor, bersama para pemain dan sineas. Pada akhirnya, meski premisnya berbicara tentang copet, film ini ingin menjadikan persahabatan, kondisi sosial, dan perjuangan hidup sebagai hati utama ceritanya.

Friday, July 24, 2026

CLARESTA TAUFAN PIMPIN DERETAN BINTANG DI BUNGA DI TEPI JURANG



MAXStream TV bersama iQIYI resmi mengumumkan original series terbaru berjudul Bunga di Tepi Jurang, yang akan tayang mulai 31 Juli 2026. Serial ini hadir sebagai bagian dari upaya kedua platform dalam menghadirkan tontonan lokal berkualitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, sekaligus memperkaya pilihan hiburan digital dengan cerita yang relevan dan emosional.

Diproduksi oleh Leo Pictures, Bunga di Tepi Jurang menjadi wujud kolaborasi ketiga pihak dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional. Melalui distribusi lintas platform, serial ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penonton, sehingga karya-karya lokal semakin mudah dinikmati kapan saja dan di mana saja.

Serial ini berfokus pada kisah Andini, yang diperankan oleh Claresta Taufan, seorang perempuan yang berusaha bangkit dari masa lalunya untuk membangun kehidupan yang ia pilih sendiri. Mengangkat tema perjuangan, harapan, dan ketangguhan, cerita ini menampilkan perjalanan emosional Andini saat menghadapi berbagai tekanan hidup, mulai dari persoalan keluarga, hubungan yang rumit, hingga pencarian jati diri.

Selain Claresta Taufan, Bunga di Tepi Jurang juga dibintangi deretan aktor ternama seperti Stefan William, Aliando Syarief, Derby Romero, Anjasmara, dan Raden Rakha. Perpaduan pemain lintas generasi ini diharapkan mampu menghadirkan dinamika karakter yang kuat sekaligus memperkaya konflik dan emosi sepanjang cerita.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M. Fadhli, menyebut kolaborasi dengan iQIYI merupakan bagian dari komitmen Telkomsel untuk menghadirkan pilihan hiburan digital yang semakin beragam dan mudah diakses pelanggan. Senada dengan itu, Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam, mengatakan bahwa serial ini merupakan bagian dari komitmen iQIYI dalam mengembangkan cerita orisinal Indonesia yang mampu membangun koneksi emosional dengan penonton. Bunga di Tepi Jurang nantinya dapat disaksikan melalui aplikasi MAXStream TV dan iQIYI di perangkat mobile, smart TV, maupun platform streaming lainnya.

Tuesday, July 14, 2026

JIRAYUT DEBUT SEBAGAI PEMERAN UTAMA LEWAT FILM HOROR KOMEDI CEK KHODAM

Film Cek Khodam menggelar press screening dan gala premiere pada 10 Juli 2026 menjelang penayangannya di bioskop. Mengusung genre horor komedi, film ini menawarkan premis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Alih-alih menjadikan hantu sebagai sumber ketakutan utama, Cek Khodam mengangkat realitas bahwa manusia modern justru lebih dihantui cicilan, dompet kosong, dan tanggal tua, hingga membuat dunia khodam "panik" karena tak lagi dianggap paling menyeramkan.

Film ini juga menjadi tonggak penting bagi Jirayut yang menjalani debut sebagai pemeran utama layar lebar. Selain itu, Saputra Kori untuk pertama kalinya bermain dalam film horor komedi. Keduanya didukung oleh sederet komedian seperti Tante Lala, Kak Gem, dan Benidictus Siregar, yang menghadirkan komedi ringan dan spontan tanpa menghilangkan nuansa mistis. Deretan pemain lainnya meliputi Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, Fanny Fadillah, Adi Sudirja, Ence Bagus, Sadana Agung, Cetul Leatherart, dan Mikayla Sofia.

Dengan memadukan unsur horor, komedi, dan isu keseharian yang relevan, Cek Khodam hadir sebagai tontonan yang menghibur sekaligus terasa dekat dengan penonton Indonesia. Film ini menjanjikan perpaduan tawa, ketegangan, dan sindiran terhadap keresahan hidup masa kini. Cek Khodam dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.

Sunday, July 12, 2026

SINOPSIS DAN FAKTA FILM AKU SEBELUM AKU, DRAMA KELUARGA TERBARU GINA S. NOER



Film terbaru garapan sutradara sekaligus penulis Gina S. Noer, Aku Sebelum Aku, mengangkat kisah pencarian jati diri seorang remaja bernama Jati yang mulai mempertanyakan makna kebahagiaan di balik berbagai prestasi yang selama ini ia raih. Memadukan unsur coming-of-age, drama keluarga, dan penelusuran sejarah, film ini mengajak penonton melihat bahwa proses mengenal diri sering kali berarti menghadapi luka dan masa lalu yang selama ini dihindari. Gina menyebut film ini sebagai kisah tentang keberanian untuk pulih, berdamai dengan diri sendiri, dan tumbuh menjadi manusia yang lebih bahagia.

Jati, yang diperankan Bima Sena, digambarkan sebagai siswa berprestasi yang menjadi kebanggaan orang tua dan sekolah. Namun di balik citra sempurna tersebut, ia justru merasa hampa dan mulai mempertanyakan apakah kesuksesan yang ia kejar benar-benar merupakan keinginannya sendiri atau sekadar tuntutan dari lingkungan. Perjalanan Jati juga memperlihatkan hubungan yang rumit dengan sang ayah, Jaya (Ringgo Agus Rahman), yang memiliki pandangan berbeda tentang arti kebahagiaan dan masa depan anak. Ringgo mengatakan film ini menjadi pengingat bagi para orang tua agar mendampingi anak menemukan jalannya sendiri, bukan memaksakan arah hidup yang mereka inginkan.

Selain mengangkat konflik keluarga, Aku Sebelum Aku juga menyoroti pentingnya pendidikan yang memerdekakan. Lewat latar Sekolah Tunas Merdeka, Gina S. Noer menghadirkan ruang belajar yang mendorong siswa mengenali minat, potensi, dan identitas mereka, bukan hanya mengejar nilai. Gagasan tersebut terinspirasi dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan yang menuntun kodrat anak agar mencapai kebahagiaan sebagai manusia. Di sekolah inilah Jati bertemu Asa (Widuri Puteri), sosok yang menginspirasi dirinya untuk berani mencari jawaban atas berbagai pertanyaan tentang hidup dan sejarah keluarganya.


Pendekatan visual film turut memperkuat konflik emosional para tokohnya. Penata kamera Deska Binarso menggunakan dua jenis lensa berbeda untuk merepresentasikan sudut pandang Jati dan Jaya, dengan inspirasi awal dari lukisan The Scream karya Edvard Munch. Sementara itu, Sekolah Tunas Merdeka dirancang dengan nuansa yang menghormati tokoh-tokoh pendidikan Indonesia, serta menghadirkan karakter guru kembar yang diperankan Aming sebagai sosok pendidik yang membimbing murid untuk berpikir kritis, bukan mendikte pilihan hidup mereka.


Semangat memerdekakan anak juga diterapkan selama proses produksi. Gina S. Noer memberi ruang kepada para aktor muda untuk ikut mengembangkan karakter melalui diskusi dan kolaborasi, sehingga mereka diperlakukan sebagai rekan kreatif yang setara. Bima Sena dan Widuri Puteri mengaku banyak terlibat dalam proses tersebut, sementara Gina menegaskan bahwa seluruh kru dan pemain bekerja dengan prinsip saling mendengarkan dan menghargai. Melalui Aku Sebelum Aku, Gina berharap film ini menjadi "surat cinta" bagi siapa pun yang sedang bertahan, memilih pergi, atau terus mencari jalan untuk mengenal dirinya sendiri.

Saturday, July 4, 2026

IYUS JENIUS HADIRKAN PETUALANGAN MUSIKAL DENGAN LAGU-LAGU LEGENDA PAPA T.BOB



Film musikal anak IYUS JENIUS resmi meluncurkan official poster dan teaser perdananya menjelang penayangan di bioskop pada 10 September 2026. Film garapan sutradara Achmad Romie ini diproduksi oleh Gandhi Fernando melalui Creator Media bersama Maxstream TV Studios, Serujuga Film Studio, dan Frontline Pictures. Mengusung lagu-lagu legendaris Papa T.Bob, film ini hadir sebagai tontonan keluarga yang memadukan hiburan dengan pesan positif untuk anak-anak.

Official poster menampilkan Iyus yang diperankan Kevin Abadio bersama Babah T.Bob duduk di tengah hamparan sawah hijau dengan nuansa hangat dan penuh warna. Sementara itu, teaser memperkenalkan kisah Iyus, bocah berusia 10 tahun yang mengalami penurunan prestasi di sekolah setelah kehilangan ayahnya. Hidupnya berubah ketika sebuah kecelakaan membuatnya koma, lalu setelah sadar ia bertemu Babah T.Bob, sosok teman imajiner yang membantunya menghadapi rasa kehilangan, perundungan, kesepian, hingga keraguan terhadap dirinya sendiri.

Melalui perpaduan drama keluarga, petualangan, fantasi, dan musikal, IYUS JENIUS menghidupkan kembali lagu-lagu Papa T.Bob dalam aransemen baru. Di balik kisahnya, film ini mengangkat berbagai nilai pendidikan karakter, mulai dari kepercayaan diri, empati, keberanian menghadapi tantangan, semangat belajar, hingga pentingnya dukungan keluarga dalam proses tumbuh kembang anak.

Dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 10 September 2026, IYUS JENIUS diharapkan menjadi pilihan tontonan keluarga yang hangat dan bermakna. Selain menghadirkan nostalgia melalui lagu-lagu Papa T.Bob, film ini juga mengajak anak-anak untuk berani bermimpi dan percaya pada kemampuan diri sendiri, sekaligus mengingatkan para orang tua bahwa setiap anak memiliki proses belajar dan berkembang yang berbeda.

Friday, June 26, 2026

JAFF MARKET 2026 HADIRKAN PELUANG BARU BAGI KREATOR DAN INVESTOR FILM



Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kembali menghadirkan JAFF Market sebagai pasar film terbesar di Indonesia yang kini menjadi salah satu agenda industri perfilman paling penting di kawasan Asia. Memasuki edisi ketiga, JAFF Market kembali bekerja sama dengan Amar Bank sebagai mitra utama dan akan berlangsung pada 28–30 November 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Ajang ini menjadi wadah yang mempertemukan kreator, produser, investor, distributor, hingga berbagai institusi pendukung untuk memperkuat kolaborasi industri film nasional.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan dukungan pemerintah terhadap JAFF Market sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem perfilman Indonesia. Menurutnya, Indonesia tidak hanya ingin menjadi pasar bagi film dunia, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi, distribusi, dan pembiayaan agar semakin banyak karya lokal mampu bersaing di tingkat internasional. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar industri film tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.

Optimisme tersebut diperkuat dengan performa industri film Indonesia sepanjang semester pertama 2026. Berdasarkan data Cinepoint, sebanyak 13 film Indonesia berhasil menembus satu juta penonton sebelum paruh pertama tahun berakhir, menjadi rekor tercepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Market Director JAFF Market, Linda Gozali, menilai industri kini memasuki fase yang lebih matang, di mana tantangan utamanya bukan lagi sekadar memproduksi film, tetapi memastikan proyek memiliki akses terhadap pendanaan, pasar, dan peluang kolaborasi yang lebih luas.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, JAFF Market 2026 kembali menghadirkan berbagai program unggulan yang mencakup seluruh rantai nilai industri, seperti Film Industry Exhibitions, JAFF Future Project, Talent Day, Film Lab, Film & Market Conference, Market Screening, Company Showcase, Networking Events, serta JAFF IP Connection. Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah, menilai Indonesia memiliki talenta dan kekayaan intellectual property (IP) yang besar, namun masih membutuhkan infrastruktur industri yang mampu menghubungkan pelaku kreatif dengan investor dan pasar secara berkelanjutan.

Kemitraan JAFF Market dengan Amar Bank juga diperluas melalui kolaborasi bersama Badan Perfilman Indonesia dan sejumlah asosiasi perfilman untuk memperkuat kapasitas industri lokal serta mendorong inovasi pembiayaan bagi sektor kreatif. Selain itu, JAFF Market terus memperluas jejaring internasional dengan berpartisipasi dalam berbagai forum industri global seperti Marché du Film, Asian Contents & Film Market, dan Asia TV Forum & Market guna mempromosikan kreator dan IP Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi di pasar internasional.

Thursday, June 25, 2026

PETAKA GUNUNG WELIRANG, HOROR PENDAKIAN BERDASARKAN KISAH NYATA



Petaka Gunung Welirang menjadi film horor terbaru produksi Starvision yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026. Disutradarai oleh Indra Gunawan dan diproduseri Chand Parwez Servia, film ini diangkat dari kisah nyata pengalaman pendakian Maya Azka di Gunung Welirang, Jawa Timur. Naskahnya ditulis oleh Upi, menghadirkan perpaduan horor, misteri, dan drama persahabatan dalam latar pendakian gunung yang penuh teror gaib.

Film ini mengikuti perjalanan lima sahabat—Satria, Naya, Arga, Noval, dan Tita—yang merayakan kelulusan dengan mendaki Gunung Welirang menjelang Malam 1 Suro. Namun, perjalanan mereka berubah menjadi mimpi buruk saat memasuki kawasan misterius bernama Alas Lali Jiwo. Suara gamelan yang terdengar dari tengah hutan menjadi awal dari serangkaian kejadian mistis yang membuat mereka tersesat dan terpisah dalam dimensi teror yang sulit dijelaskan.

Teror yang dihadirkan dalam film ini berakar pada berbagai mitos yang selama ini melekat pada Gunung Welirang. Penonton akan diperkenalkan pada sosok Ratu penjaga istana gaib beserta para penarinya, bunyi gamelan misterius yang menghantui, hingga fenomena alam yang membuat para pendaki kehilangan arah pulang. Unsur-unsur tersebut membangun suasana mencekam sekaligus memperkuat nuansa mistis yang menjadi daya tarik utama film.

Meski menawarkan horor yang intens, Petaka Gunung Welirang juga menyoroti tema persahabatan dan perjuangan melawan ego. Saat Arga, Satria, dan Naya berusaha keluar dari Alas Lali Jiwo, Noval dan Tita yang tertinggal terus berupaya mencari sahabat-sahabat mereka. Menurut Chand Parwez Servia, kisah tersebut menjadi inti emosional film yang mengangkat nilai kepercayaan, pengorbanan, dan pentingnya saling menjaga dalam situasi sulit.

Para pemain juga menyoroti pesan moral yang terkandung dalam cerita. Antonio Blanco Jr. mengungkapkan bahwa film ini mengajarkan pentingnya menghormati kepercayaan lokal dan mengendalikan ego, sementara Giulio Parengkuan dan Alika Jantinia menekankan nilai kejujuran, solidaritas, serta pentingnya saling percaya. Dengan memadukan kisah nyata, survival di alam liar, dan teror supranatural yang kuat, Petaka Gunung Welirang berusaha menghadirkan pengalaman horor pendakian yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga menyentuh secara emosional.



FENOMENA VIRAL CEK KHODAM DIANGKAT KE LAYAR LEBAR




Fenomena viral “cek khodam” yang sempat ramai di media sosial Indonesia kini diadaptasi menjadi film horor komedi berjudul Cek Khodam produksi Dee Company. Film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026 ini menawarkan premis yang unik dengan membalik konsep horor pada umumnya. Jika biasanya manusia yang takut pada makhluk gaib, kali ini justru para penghuni dunia khodam yang panik karena manusia semakin tidak takut kepada mereka.

Film ini berlatar pada kondisi kehidupan modern yang membuat ketakutan manusia terhadap hal-hal mistis terus menurun. Tekanan sehari-hari seperti cicilan, tagihan, dompet kosong, hingga datangnya tanggal tua dianggap lebih menakutkan dibanding dunia gaib. Akibatnya, dunia khodam berada di ambang krisis karena eksistensi mereka bergantung pada rasa takut manusia.

Kisahnya mengikuti tiga sahabat yang tanpa sengaja terseret ke dalam konflik besar antara dunia manusia dan dunia khodam. Di tengah ancaman kepunahan, para penghuni dunia gaib berusaha mempertahankan keberadaan mereka. Beragam karakter unik seperti Noni Belanda, Genderuwo, Pocong Karuhun, dan penghuni dunia khodam lainnya hadir bukan untuk meneror manusia, melainkan berjuang menyelamatkan dunia mereka sendiri.

Cek Khodam juga menjadi debut layar lebar bagi Jirayut setelah dikenal sebagai penyanyi dan presenter. Menurut produser Dheeraj Kalwani, film ini lahir dari fenomena yang dekat dengan masyarakat dan dikembangkan menjadi tontonan yang segar, lucu, serta relevan dengan kehidupan saat ini. Selain menghadirkan komedi dan petualangan, film ini juga menyindir realitas modern, bahwa ketakutan terbesar manusia kini sering kali bukan berasal dari makhluk gaib, melainkan dari berbagai persoalan hidup sehari-hari.

Monday, June 15, 2026

DUKUN MAGANG RESMI TAYANG, PADUKAN TEROR GAIB DAN HUMOR DALAM SATU CERITA






Dukun Magang siap hadir di bioskop Indonesia sebagai film komedi horor yang lebih mengutamakan tawa daripada teror. Mengusung komposisi sekitar 80 persen komedi dan 20 persen horor, film ini menawarkan pengalaman menonton yang ringan dengan sentuhan suasana mistis melalui ritual gaib, desa terpencil, rumah tua, dan gangguan makhluk halus.

Disutradarai oleh Chiska Doppert, film ini mengikuti kisah Raka Mahardika, seorang mahasiswa tingkat akhir yang skeptis terhadap hal-hal mistis. Demi menyelesaikan skripsinya yang terus ditolak, Raka memilih meneliti dunia perdukunan di Desa Kalimati. Bersama sahabatnya yang penakut, Boiman, dan Sekar yang memiliki keterkaitan dengan desa tersebut, Raka justru terjebak dalam berbagai kejadian aneh dan harus menghadapi teror Kuntilanak Hitam.

Film ini dibintangi oleh Jefan Nathanio, Hana Saraswati, dan Fajar Nugra, serta didukung sederet aktor dan komika seperti Dodit Mulyanto, Mo Sidik, Wira Nagara, dan Mang Osa. Kehadiran para pemain komedi menjadi kekuatan utama film ini, menghadirkan banyak momen lucu di tengah situasi mistis sehingga cerita terasa menghibur tanpa meninggalkan nuansa horor.

Diproduksi oleh Dens Vision Multimedia bersama Wahana Pictures, Dukun Magang memiliki durasi 100 menit dengan naskah yang ditulis oleh Endik Koeswoyo, Mo Sidik, dan Adi Nugroho. Selain menyajikan hiburan, film ini juga mengangkat benturan antara logika modern dan kepercayaan tradisional melalui perjalanan sang tokoh utama. Dengan perpaduan komedi yang dominan dan horor yang ringan, film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Juni 2026.

Thursday, June 4, 2026

NIGHT SHIFT FOR CUTIES, SURAT CINTA UNTUK PERSAHABATAN DAN FANDOM K-POP


Night Shift for Cuties, serial orisinal terbaru Netflix Indonesia, resmi tayang mulai 4 Juni 2026. Mengusung cerita yang youthful, penuh warna, dan dekat dengan budaya fandom K-Pop, serial ini mengikuti kisah dua sahabat, Muti (Shenina Cinnamon) dan Jenar (Nadya Syarifa), yang bekerja di sebuah minimarket Korea dan sama-sama mengidolakan girl group Purple Tea. Di tengah keterbatasan ekonomi dan berbagai masalah pribadi, keduanya berjuang untuk mewujudkan mimpi bertemu idola yang menjadi sumber semangat hidup mereka.

Sutradara Monica Vanesa Tedja mengungkapkan bahwa serial ini berangkat dari ketertarikannya terhadap perubahan positif yang dialami seorang teman setelah menjadi penggemar K-Pop. Menurutnya, Night Shift for Cuties tidak hanya berbicara tentang fandom, tetapi juga tentang persahabatan perempuan yang penuh dinamika, pertengkaran, dan emosi, namun tetap dibangun atas rasa cinta dan kepedulian yang kuat. Bersama penulis naskah Aline Djayasukmana, Mica juga berupaya menghadirkan perspektif yang lebih segar melalui representasi karakter dan dunia idol yang tidak selalu mengikuti standar industri.

Shenina Cinnamon mengaku tertarik memerankan Muti karena karakter tersebut menghadirkan sisi fangirl yang belum pernah ia mainkan sebelumnya. Muti digambarkan sebagai perempuan muda yang harus memikul tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga, sekaligus berusaha mengejar kebahagiaan pribadinya. Sementara itu, Nadya Syarifa merasa sangat dekat dengan karakter Jenar karena pengalaman hidup dan perjuangan yang dialaminya memiliki banyak kesamaan dengan dirinya, termasuk soal rasa percaya diri dan tekanan dari lingkungan sekitar.

Di balik layar, produksi Night Shift for Cuties juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menciptakan lagu dan koreografi untuk Purple Tea. Produser Kevin Ryan Himawan menyebut proses tersebut sebagai pengalaman kolaboratif yang menyenangkan. Mica sendiri menyebut serial ini sebagai surat cinta untuk para penggemar K-Pop, sekaligus kisah yang membahas berbagai isu seperti kepercayaan diri, hubungan keluarga, persahabatan, dan tekanan saat beranjak dewasa. Dengan delapan episode yang penuh emosi, Night Shift for Cuties kini sudah dapat disaksikan secara global di Netflix.

MONSTER PABRIK RAMBUT: HOROR DUNIA KERJA YANG DIBUNGKUS FANTASI RETRO



Monster Pabrik Rambut, film terbaru garapan sutradara Edwin dan diproduksi oleh Palari Films, resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev, film ini menawarkan horor fantasi retro yang berbeda dari tren horor Indonesia pada umumnya. Alih-alih mengandalkan unsur supranatural, film ini mengeksplorasi ketakutan yang lahir dari rutinitas dan tekanan dunia kerja.

Edwin menghadirkan teror melalui atmosfer pabrik rambut yang ganjil dan menyesakkan. Terinspirasi oleh film horor Indonesia era 1980-an, ia membangun ketegangan lewat nuansa visual, practical effect, dan desain produksi yang detail. Bersama penata artistik Menfo Tantono, Studio PFN disulap menjadi pabrik rambut lengkap dengan rambut asli, manekin, prostetik, dan berbagai elemen produksi yang menciptakan suasana menyeramkan sekaligus unik.

Diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, Monster Pabrik Rambut merupakan proyek ko-produksi lima negara: Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Sebelum tayang di Indonesia, film ini telah melakukan pemutaran perdana dunia di Berlin International Film Festival 2026 dan berkeliling ke sejumlah festival internasional seperti Brussels Fantastic Film Festival serta Hong Kong International Film Festival 2026.

Secara tematik, film ini menjadi kritik terhadap budaya kerja berlebihan atau hustle culture yang kerap dinormalisasi. Melalui kisah para pekerja pabrik yang kelelahan, kurang tidur, dan berada dalam sistem kerja yang eksploitatif, Monster Pabrik Rambut menggambarkan bagaimana tekanan pekerjaan dapat menjadi sumber horor yang nyata. Sosok Bos Maryati yang diperankan Didik Nini Thowok menjadi representasi sistem yang tampak ramah di permukaan, namun menyimpan praktik eksploitasi terhadap para pekerjanya.

Di sisi lain, film ini juga menampilkan elemen fantasi yang eksentrik khas Edwin, termasuk karakter Bona yang diperankan Iqbaal Ramadhan. Karakter tersebut digambarkan sebagai sosok unik yang mampu meregenerasi tubuhnya dan menjadi simbol perlawanan terhadap standar produktivitas yang tidak manusiawi. Dengan kombinasi horor atmosferik, practical effect tanpa CGI, kritik sosial, dan sentuhan fantasi yang berani, Monster Pabrik Rambut hadir sebagai salah satu tawaran horor Indonesia yang paling berbeda dan eksperimental tahun ini.

Saturday, May 23, 2026

THE OTHER SISTER JADI ORIGINAL SERIES LOKAL PERTAMA IQIYI INDONESIA



MAXStream TV bersama iQIYI menghadirkan original series Indonesia berjudul Bercinta Dengan Maut (The Other Sister) yang dijadwalkan tayang mulai 29 Mei 2026. Series ini hadir sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan penonton terhadap hiburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dan cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan misteri psikologis yang membumi, serial ini mengangkat tema keluarga, identitas, serta relasi manusia yang kompleks.

Serial tersebut mengikuti kisah Raya yang diperankan Haico Van Der Veken, seorang perempuan yang berusaha mengungkap misteri kematian saudara kembarnya, Anna. Demi mencari kebenaran, Raya menyamar menjadi sang saudara dan masuk ke dalam keluarga Ardana, keluarga berpengaruh yang menyimpan banyak rahasia gelap. Dari situ, cerita berkembang menjadi penuh konflik emosional, dilema moral, hingga ketegangan psikologis yang terus meningkat di setiap episodenya.

Selain Haico, series ini juga dibintangi Maxime Bouttier, Dinda Kirana, dan Teuku Rassya. Deretan karakter dalam The Other Sister digambarkan memiliki sisi moral yang kompleks, lengkap dengan ambisi, kelemahan, dan konflik batin yang realistis. Dipadukan dengan alur penuh plot twist, serial ini dirancang untuk menciptakan pengalaman binge-watching yang intens sekaligus memancing rasa penasaran penonton.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M. Fadhli, menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari komitmen Telkomsel dalam menghadirkan pengalaman hiburan digital yang lebih personal dan berkualitas bagi pelanggan. Sementara itu, Senior Managing Director Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam, mengatakan bahwa Bercinta Dengan Maut menjadi original lokal pertama iQIYI Indonesia sekaligus langkah penting dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal dengan standar produksi yang mampu bersaing di pasar regional maupun global.

Series ini merupakan hasil kolaborasi MAXStream TV, iQIYI, dan Hitmaker Studios dalam memperluas akses masyarakat terhadap konten lokal berkualitas. Penonton nantinya dapat menyaksikan The Other Sister melalui berbagai perangkat digital, mulai dari aplikasi mobile hingga smart TV. Dengan dukungan distribusi lintas platform dan jaringan Telkomsel, serial ini diharapkan menjadi salah satu tontonan favorit yang tidak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan kesan emosional bagi penontonnya.



Monday, May 18, 2026

BERCINTA DENGAN MAUT: SERIES MISTERI BARU IQIYI YANG PENUH RAHASIA DAN PENGKHIANATAN

Series terbaru iQIYI International berjudul Bercinta Dengan Maut (The Other Sister) resmi merilis teaser video dan poster perdananya pada 11 Mei 2026. Series ini langsung menarik perhatian publik sejak pertama diumumkan karena menghadirkan kombinasi genre misteri dan drama dengan jajaran pemain seperti Haico Van der Veken, Maxime Bouttier, Teuku Rassya, dan Dinda Kirana. Ceritanya berfokus pada konflik keluarga, rahasia, hingga hubungan toxic yang membuat banyak penonton penasaran dengan alur misterinya.

Kisahnya mengikuti Raya, seorang yatim piatu yang hidup susah dan bekerja sebagai penari erotis demi bertahan hidup. Hidupnya berubah setelah bertemu Anna, wanita kaya yang ternyata adalah saudara kembarnya yang terpisah sejak lahir. Namun, tidak lama setelah pertemuan itu, Anna dibunuh secara misterius. Demi mengungkap pelaku pembunuhan, Raya menyamar menjadi Anna dan masuk ke keluarga Ardana, keluarga berpengaruh yang penuh rahasia dan diduga menyimpan pelaku sebenarnya.

Di tengah usahanya membalas dendam, Raya justru terjebak dalam hubungan rumit dengan Aldo Ardana, suami Anna yang merupakan anak politisi ambisius dan penuh tekanan psikologis. Kehadiran Bella dan Ezra semakin memperumit hubungan mereka. Series ini menampilkan banyak konflik emosional, pengkhianatan, dan pilihan moral abu-abu yang membuat cerita terasa intens sekaligus sulit ditebak.

Menurut Ikhsan Sasmita selaku Head of Original Content Indonesia iQIYI, series ini dibuat dengan pendekatan yang lebih berani, baik dari sisi karakter maupun konflik. Ia menyebut Bercinta Dengan Maut tidak hanya menawarkan misteri, tetapi juga menggambarkan hubungan modern yang dipenuhi cinta, pengkhianatan, dan konsekuensi dari setiap keputusan karakter. Penonton juga diharapkan ikut terlibat dalam teori dan diskusi yang berkembang di tiap episodenya.

Selain premis cerita yang penuh plot twist, daya tarik utama series ini juga terletak pada transformasi para pemainnya. Haico tampil lebih gelap dan emosional sebagai Raya, sementara Maxime memerankan Aldo sebagai sosok charming tetapi toxic dan penuh trauma batin. Dinda Kirana juga tampil berbeda lewat karakter Bella yang manipulatif, obsesif, dan penuh ambisi. Dengan karakter-karakter yang sama-sama menyimpan rahasia, Bercinta Dengan Maut diposisikan sebagai drama misteri yang menawarkan ketegangan sekaligus dinamika hubungan yang relatable.

Saturday, May 9, 2026

TUMBAL PROYEK HADIRKAN MISTERI HILANGNYA PEKERJA DI BALIK PROYEK PEMBANGUNAN





Film horor “Tumbal Proyek” hadir dengan cerita yang memadukan misteri supranatural dan drama keluarga emosional. Film ini mengangkat kisah tentang sebuah proyek pembangunan yang menyimpan rahasia kelam, sekaligus penantian seorang anak terhadap ayahnya yang hilang secara misterius.

Diproduseri oleh Dheeraj Kalwani dan disutradarai oleh , film ini membawa suasana mencekam di kawasan proyek penuh kejadian aneh. Teror yang muncul perlahan membuka luka lama dan rahasia yang selama ini tersembunyi di balik proyek tersebut.

Cerita berfokus pada Yuda yang diperankan oleh . Ia terus mencari ayahnya, Bayu, yang diperankan oleh , setelah menghilang saat bekerja di proyek. Pencarian itu justru menyeret Yuda pada fakta-fakta mengerikan yang sulit diterima akal.

Konflik cerita semakin kuat lewat kehadiran sebagai Laras dan sebagai Bu Martha. Sementara itu, sosok Mbah Tarmo yang diperankan menambah nuansa mistis karena mengetahui banyak rahasia janggal di kawasan proyek tersebut.

Tidak hanya mengandalkan jumpscare, “Tumbal Proyek” juga mengangkat tema kehilangan, rasa bersalah, dan keberanian mencari kebenaran. Dengan latar proyek pembangunan yang gelap dan penuh misteri, film ini diharapkan menjadi horor yang menegangkan sekaligus emosional saat tayang di bioskop Indonesia pada 13 Mei 2026.

Friday, April 24, 2026

DEBUT KUY! STUDIOS, KUPELUK KAMU SELAMANYA CERITAKAN PERJUANGAN IBU DAN ANAK


Kuy! Studios bekerja sama dengan Aktina Film mempersembahkan film debut layar lebar berjudul Kupeluk Kamu Selamanya, sebuah drama keluarga yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 30 April 2026. Film ini mengangkat kisah perjuangan seorang ibu untuk berdamai dengan kehidupannya, sekaligus menyoroti makna cinta tanpa syarat dalam hubungan keluarga.

Cerita film berfokus pada Naya, seorang ibu tunggal yang diperankan Hana Malasan, yang harus merelakan kariernya demi merawat anaknya, Aksa (Jared Ali), yang memiliki penyakit bawaan sejak lahir. Setelah berpisah dengan suaminya (Ibnu Jamil), tantangan hidup Naya semakin berat, terutama ketika kondisi kesehatan Aksa memburuk dan membutuhkan perawatan intensif. Situasi tersebut menguji kekuatan Naya, baik sebagai seorang ibu maupun sebagai manusia.

Film ini disutradarai oleh Pritagita Arianegara, yang dikenal sering mengangkat tema relasi ibu dan anak dalam karyanya. Ia menghadirkan perjalanan emosional yang mengajak penonton memahami arti cinta seorang ibu dari sudut pandang yang mendalam. Selain Hana Malasan, Jared Ali, dan Ibnu Jamil, film ini juga dibintangi Fanny Ghassani, Nissy Meinard, Vonny Anggraini, Yurike Prastika, Mario Irwinsyah, dan Leroy Osmani.


Kupeluk Kamu Selamanya juga menandai debut Dinda Hauw sebagai produser bersama Dara Dwitanti, serta keterlibatan Sean Gelael sebagai produser eksekutif bersama Angga Dwimas Sasongko. Sutradara Pritagita Arianegara menyampaikan bahwa film ini diharapkan membuat penonton menyadari bahwa cinta seorang ibu adalah cinta yang tidak pernah benar-benar berakhir, bahkan ketika hanya tersisa sebagai kenangan.


Melalui karakter Naya, film ini juga menyoroti sisi manusiawi seorang ibu yang tidak selalu kuat dan sempurna, serta pentingnya meminta bantuan ketika merasa rapuh. Menurut Ibnu Jamil, film ini terasa realistis karena menampilkan karakter tanpa pembagian hitam-putih antara protagonis dan antagonis, sekaligus menjadi refleksi bagi orangtua tentang perjuangan dan keterbatasan dalam merawat anak. Film ini mengajak penonton meresapi makna cinta tanpa syarat saat tayang di bioskop mulai 30 April 2026.

IKATAN DARAH HADIRKAN AKSI LAGA BERKUALITAS INTERNASIONAL


Film Ikatan Darah produksi Uwais Pictures akan tayang di bioskop Indonesia mulai 30 April 2026, menghadirkan aksi laga yang berfokus pada karakter perempuan utama. Film ini disutradarai oleh Sidharta Tata dan diproduseri eksekutif oleh Iko Uwais, dengan Livi Ciananta sebagai tokoh utama bernama Mega yang harus melawan geng mafia berbahaya demi menyelamatkan keluarganya.


Film ini menawarkan adegan aksi intens dengan nuansa emosional yang kuat, dipadukan dengan isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, seperti jeratan judi online dan pinjaman online. Pendekatan ini membuat Ikatan Darah tidak hanya menampilkan laga yang menegangkan, tetapi juga menghadirkan drama keluarga yang menyoroti perjuangan hidup kelas ekonomi bawah serta pengorbanan dalam hubungan persaudaraan.


Menurut Iko Uwais, film ini menjadi bukti bahwa regenerasi film aksi Indonesia terus berkembang, terutama dengan menempatkan karakter perempuan sebagai tokoh utama, sesuatu yang masih jarang ditemui dalam film laga. Sutradara Sidharta Tata juga menekankan bahwa film ini mengangkat nilai persaudaraan dan kesetiaan, serta menjanjikan pengalaman sinematik yang menegangkan layaknya perjalanan penuh adrenalin.


Selain Livi Ciananta, film ini juga dibintangi oleh Derby Romero, Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana, dan Lydia Kandou. Persiapan adegan laga dilakukan secara intens selama sekitar tiga bulan bersama tim profesional, sehingga setiap adegan pertarungan memiliki gaya dan ritme yang berbeda, serta meminimalkan risiko cedera selama proses syuting.


Secara cerita, Ikatan Darah mengikuti Mega, mantan atlet pencak silat yang kini bekerja sebagai pramusaji, yang harus menyelamatkan kakaknya Bilal dari kejaran gangster setelah terlibat hutang dan insiden pembunuhan tak sengaja. Keduanya terjebak di sebuah kampung yang dikepung anak buah bos gangster bernama Primbon, sehingga mereka harus berjuang bersama untuk bertahan hidup dan meloloskan diri dari ancaman maut.

TUMBAL PROYEK ANGKAT MITOS GELAP DI BALIK PEMBANGUNAN BESAR



Trailer film Tumbal Proyek resmi dirilis dengan menampilkan nuansa horor yang kuat sejak awal. Film ini terinspirasi dari cerita yang beredar di masyarakat mengenai sisi gelap di balik proyek-proyek besar, termasuk pembangunan Jembatan Surabaya–Madura (Suramadu) yang kerap dikaitkan dengan kisah mistis dan tumbal manusia. Selain menghadirkan teror visual, trailer juga memberi gambaran tentang misteri besar yang menyelimuti hilangnya nyawa di balik sebuah proyek pembangunan.

Di balik unsur horornya, Tumbal Proyek membawa lapisan cerita yang emosional tentang keluarga yang terus menunggu kabar orang terdekat yang hilang tanpa kepastian. Tema kehilangan menjadi kekuatan utama film ini, dengan menghadirkan penantian panjang, luka batin, dan ketidakpastian yang membangun kedalaman emosi cerita. Teror yang muncul tidak hanya berasal dari hal mistis, tetapi juga dari trauma manusia yang belum terselesaikan.



Film ini memadukan unsur horor, misteri, dan drama emosional dalam satu alur yang saling melengkapi. Dengan premis yang dekat dengan cerita tutur masyarakat, Tumbal Proyek berusaha mengangkat mitos yang selama ini beredar menjadi kisah sinematis yang dramatis. Trailer yang telah dirilis menjanjikan pengalaman menonton yang menegangkan sekaligus emosional, dengan film dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Mei 2026.

Saturday, April 18, 2026

IMAJINARI UMUMKAN FILM MUSIKAL BATAK PULANG KAMPUNG



Rumah produksi Imajinari secara resmi mengumumkan film layar lebar terbarunya berjudul PULANG KAMPUNG, sebuah film musikal Batak yang sebelumnya telah diperkenalkan di JAFF Market 2025. Film ini disutradarai oleh bersama ko-sutradara , serta kembali menggandeng musisi sebagai penata musik. Produser menyebut proyek ini sebagai langkah eksplorasi Imajinari ke genre musikal yang dinilai memiliki potensi besar di industri film Indonesia.


Film PULANG KAMPUNG mengisahkan Daniel, pemuda Batak kelahiran Jakarta yang dipaksa orang tuanya mencalonkan diri sebagai caleg di kampung halaman ayahnya. Saat pulang ke tanah Batak, ia bertemu Uli, gadis lokal yang memperkenalkannya pada budaya Batak dan membuatnya jatuh cinta. Peran Daniel dan Uli akan dimainkan oleh dan , dua jebolan Indonesian Idol musim ke-13, yang menjadikan film ini sebagai debut akting layar lebar bagi keduanya.


Selain dua pemeran utama, penyanyi juga diumumkan bergabung dalam jajaran pemain. Bene memilih Axelo dan Vanessa karena dinilai memiliki kemampuan menyanyi lagu-lagu Batak yang baik sekaligus menunjukkan potensi kuat dalam akting. Proses produksi diawali dengan reading, latihan koreografi, serta rekaman lagu sebagai bagian penting dalam pembangunan unsur musikal film ini.


Film ini dijadwalkan mulai syuting pada 23 April 2026 selama 26 hari di wilayah Sumatera Utara, khususnya sekitar dan , serta di Jakarta. Bene menyebut proyek ini memiliki tantangan lebih besar dibanding film-film sebelumnya karena membutuhkan waktu persiapan hingga enam bulan, termasuk melibatkan tim khusus seperti pelatih vokal, koreografer tari, dan komposer lagu.


Sejumlah lagu tradisional Batak akan diaransemen ulang oleh Viky Sianipar dengan memadukan unsur tradisional dan modern agar terasa segar bagi penonton masa kini. Film ini diproyeksikan menjadi film musikal Batak pertama di Indonesia sekaligus wadah untuk memperkenalkan budaya Batak dan membuka peluang bagi talenta baru dari daerah tersebut. Film PULANG KAMPUNG diproduseri oleh Ernest Prakasa dan Dipa Andika, serta menjadi salah satu proyek ambisius Imajinari dalam memperluas ragam genre film Indonesia.

Wednesday, February 11, 2026

DRAMA KELUARGA DAN KONFLIK GENGSTER DALAM JANGAN SEPERTI BAPAK



Film “Jangan Seperti Bapak” merupakan drama action terbaru produksi Amazing Grace Production bersama Jayashree Movie Production dan EM Pictures, disutradarai Daniel Tito Pakpahan. Film berdurasi 100 menit ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 Februari 2026, menghadirkan kombinasi aksi intens dan drama emosional bertema keluarga. Ceritanya dirancang penuh ketegangan sekaligus menyentuh, dengan plot twist yang sulit ditebak hingga akhir.

Kisahnya berpusat pada Angel, seorang perempuan muda yang hidupnya berubah drastis setelah ayahnya tewas dibunuh secara tragis tepat di hari ulang tahunnya yang ke-20. Rasa kehilangan mendorong Angel mencari kebenaran di balik kematian tersebut. Namun pencariannya justru menyeretnya ke konflik berbahaya antara dua organisasi besar yang dipenuhi intrik, perebutan kekuasaan, dan pengkhianatan.

Sutradara Daniel Tito Pakpahan menegaskan bahwa film ini bukan sekadar tontonan action, melainkan juga cerita tentang keluarga, luka yang diwariskan, serta pilihan hidup yang menentukan masa depan. Ia ingin penonton merasakan ketegangan aksi sekaligus membawa pulang emosi mendalam setelah menyaksikan perjalanan karakter dan konflik yang dihadapi.

Film ini dibintangi Zee Asadel, Verdi Solaiman, Donny Damara, Aulia Sarah, Zack Lee, Irwan Chandra, Hendric Shinigami, Max Metino, Damara Finch, Marsyel Ririhena, Mongol Stres, Milen Cyrus, serta penampilan spesial Coach Justin yang debut di layar lebar. Selain menyoroti hubungan keluarga, film ini juga mengangkat isu sosial seperti judi online dan premanisme, didukung production value visual yang kuat. Diproduseri Nico Rosto bersama para eksekutif produser, film ini diharapkan menjadi tontonan emosional menjelang Valentine dan Imlek.

Thursday, January 29, 2026

SUNDA EMPEROR: KISAH KETURUNAN RAJA SUNDA DIBALUT KOMEDI DAN PETUALANGAN


Sunda Emperor adalah film panjang pertama dari rumah produksi Sapawave Films yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 2026. Film ini mengangkat premis unik tentang seorang pemuda Sunda oportunis yang mendapati dirinya merupakan keturunan Raja Sunda. Dari gagasan tersebut, Sunda Emperor menawarkan kisah petualangan yang berakar pada sejarah dan budaya lokal, namun dikemas untuk penonton masa kini.

Diproduseri, disutradarai, sekaligus ditulis oleh Angling Sagaran, film ini memadukan unsur drama, komedi, dan petualangan dalam balutan budaya Sunda yang autentik. Ceritanya berfokus pada tiga sahabat yang melakukan perjalanan pencarian jati diri dan sejarah, dipicu oleh sebuah koin peninggalan Kerajaan Sunda. Narasi disajikan secara ringan, tetapi sarat makna tentang identitas, persahabatan, dan relevansi nilai budaya di masa sekarang.

Sebagai film yang sepenuhnya menggunakan bahasa Sunda, Sunda Emperor juga melibatkan sejumlah kreator Sunda yang diperkenalkan melalui video first look dan cast reveal. Strategi ini ditujukan untuk membangun kedekatan dengan audiens, khususnya generasi muda, sekaligus memperluas jangkauan promosi di ranah digital. Angling Sagaran menegaskan bahwa film ini ingin membuktikan cerita daerah mampu tampil modern di layar lebar tanpa kehilangan akar budayanya.

Film ini dibintangi oleh Laura Moane, Bilal Fadh, Maghara Adipura, Vansa Be, Itings Meledax, dan Yujeng Hensem, dengan latar visual panorama alam Sukabumi yang sinematik. Dukungan visual dan performa para pemain diharapkan memberi pengalaman menonton yang kuat dan menghibur. Melalui Sunda Emperor, Sapawave Films menegaskan komitmennya menghadirkan film berbahasa daerah yang relevan, kompetitif secara nasional, sekaligus menjadi apresiasi terhadap kekayaan cerita lokal Indonesia.