Showing posts with label Berita Film. Show all posts
Showing posts with label Berita Film. Show all posts

Friday, August 21, 2026

OPERASI PESTA COPET: AKSI NEKAT EMPAT ANAK MUDA DI TENGAH GEMERLAP PESTAPORA


Film Operasi Pesta Copet persembahan Imajinari menghadirkan komedi persahabatan dengan latar unik, yaitu festival musik besar Pestapora. Film ini mengikuti empat anak muda yang nekat melakukan aksi pencopetan karena terdesak keadaan. Disutradarai Edy Khemod sebagai debut penyutradaraannya, film ini mencoba mengangkat cerita tentang orang-orang yang berada dalam situasi sulit dan merasa tidak memiliki banyak pilihan dalam hidup.

Film ini dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, serta debut vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis. Meski mengangkat aksi pencopetan, fokus utama film bukan sekadar kriminalitas, melainkan hubungan persahabatan dan perjuangan anak-anak muda dari pinggiran Jakarta yang sama-sama menghadapi tekanan ekonomi. Imajinari tetap membawa DNA komedinya dengan pendekatan yang lebih eksploratif, sementara Awwe turut terlibat sebagai konsultan komedi.

Ernest Prakasa menyebut Operasi Pesta Copet memiliki ide yang unik dan autentik, terutama karena mempertemukan dunia pencopetan dengan skena musik. Film ini diharapkan mampu menghadirkan komedi yang dekat dengan keseharian sekaligus drama yang relevan dengan kondisi sosial saat ini. Premisnya juga menjadi cara Imajinari untuk terus menawarkan tema dan cerita yang berbeda dalam perfilman Indonesia.

Dari sisi penyutradaraan, Edy Khemod menempatkan empati sebagai fondasi utama. Film ini tidak ingin mengglorifikasi tindakan kriminal maupun sekadar menghakimi para karakter, tetapi mengajak penonton memahami alasan di balik pilihan mereka. Iqbaal Ramadhan melihat karakter Ijal sebagai gambaran anak muda yang memiliki mimpi, tetapi lahir tanpa privilese dan dukungan yang sama seperti orang lain. Sementara itu, dinamika persahabatan dan komedi banyak diperkuat oleh karakter Adut yang diperankan Kristo Immanuel, serta pengalaman nekat Kawai Labiba sebagai Melodi yang harus menjalani aksi di tengah kerumunan penonton Pestapora.

Operasi Pesta Copet akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Sebelum perilisan, film ini menggelar roadshow special screening di 11 kota pada 22–31 Agustus, yaitu Malang, Surabaya, Sidoarjo, Solo, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Cirebon, Bandung, Bekasi, dan Bogor, bersama para pemain dan sineas. Pada akhirnya, meski premisnya berbicara tentang copet, film ini ingin menjadikan persahabatan, kondisi sosial, dan perjuangan hidup sebagai hati utama ceritanya.

Friday, July 24, 2026

CLARESTA TAUFAN PIMPIN DERETAN BINTANG DI BUNGA DI TEPI JURANG



MAXStream TV bersama iQIYI resmi mengumumkan original series terbaru berjudul Bunga di Tepi Jurang, yang akan tayang mulai 31 Juli 2026. Serial ini hadir sebagai bagian dari upaya kedua platform dalam menghadirkan tontonan lokal berkualitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, sekaligus memperkaya pilihan hiburan digital dengan cerita yang relevan dan emosional.

Diproduksi oleh Leo Pictures, Bunga di Tepi Jurang menjadi wujud kolaborasi ketiga pihak dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional. Melalui distribusi lintas platform, serial ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penonton, sehingga karya-karya lokal semakin mudah dinikmati kapan saja dan di mana saja.

Serial ini berfokus pada kisah Andini, yang diperankan oleh Claresta Taufan, seorang perempuan yang berusaha bangkit dari masa lalunya untuk membangun kehidupan yang ia pilih sendiri. Mengangkat tema perjuangan, harapan, dan ketangguhan, cerita ini menampilkan perjalanan emosional Andini saat menghadapi berbagai tekanan hidup, mulai dari persoalan keluarga, hubungan yang rumit, hingga pencarian jati diri.

Selain Claresta Taufan, Bunga di Tepi Jurang juga dibintangi deretan aktor ternama seperti Stefan William, Aliando Syarief, Derby Romero, Anjasmara, dan Raden Rakha. Perpaduan pemain lintas generasi ini diharapkan mampu menghadirkan dinamika karakter yang kuat sekaligus memperkaya konflik dan emosi sepanjang cerita.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M. Fadhli, menyebut kolaborasi dengan iQIYI merupakan bagian dari komitmen Telkomsel untuk menghadirkan pilihan hiburan digital yang semakin beragam dan mudah diakses pelanggan. Senada dengan itu, Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam, mengatakan bahwa serial ini merupakan bagian dari komitmen iQIYI dalam mengembangkan cerita orisinal Indonesia yang mampu membangun koneksi emosional dengan penonton. Bunga di Tepi Jurang nantinya dapat disaksikan melalui aplikasi MAXStream TV dan iQIYI di perangkat mobile, smart TV, maupun platform streaming lainnya.

Monday, May 18, 2026

BERCINTA DENGAN MAUT: SERIES MISTERI BARU IQIYI YANG PENUH RAHASIA DAN PENGKHIANATAN

Series terbaru iQIYI International berjudul Bercinta Dengan Maut (The Other Sister) resmi merilis teaser video dan poster perdananya pada 11 Mei 2026. Series ini langsung menarik perhatian publik sejak pertama diumumkan karena menghadirkan kombinasi genre misteri dan drama dengan jajaran pemain seperti Haico Van der Veken, Maxime Bouttier, Teuku Rassya, dan Dinda Kirana. Ceritanya berfokus pada konflik keluarga, rahasia, hingga hubungan toxic yang membuat banyak penonton penasaran dengan alur misterinya.

Kisahnya mengikuti Raya, seorang yatim piatu yang hidup susah dan bekerja sebagai penari erotis demi bertahan hidup. Hidupnya berubah setelah bertemu Anna, wanita kaya yang ternyata adalah saudara kembarnya yang terpisah sejak lahir. Namun, tidak lama setelah pertemuan itu, Anna dibunuh secara misterius. Demi mengungkap pelaku pembunuhan, Raya menyamar menjadi Anna dan masuk ke keluarga Ardana, keluarga berpengaruh yang penuh rahasia dan diduga menyimpan pelaku sebenarnya.

Di tengah usahanya membalas dendam, Raya justru terjebak dalam hubungan rumit dengan Aldo Ardana, suami Anna yang merupakan anak politisi ambisius dan penuh tekanan psikologis. Kehadiran Bella dan Ezra semakin memperumit hubungan mereka. Series ini menampilkan banyak konflik emosional, pengkhianatan, dan pilihan moral abu-abu yang membuat cerita terasa intens sekaligus sulit ditebak.

Menurut Ikhsan Sasmita selaku Head of Original Content Indonesia iQIYI, series ini dibuat dengan pendekatan yang lebih berani, baik dari sisi karakter maupun konflik. Ia menyebut Bercinta Dengan Maut tidak hanya menawarkan misteri, tetapi juga menggambarkan hubungan modern yang dipenuhi cinta, pengkhianatan, dan konsekuensi dari setiap keputusan karakter. Penonton juga diharapkan ikut terlibat dalam teori dan diskusi yang berkembang di tiap episodenya.

Selain premis cerita yang penuh plot twist, daya tarik utama series ini juga terletak pada transformasi para pemainnya. Haico tampil lebih gelap dan emosional sebagai Raya, sementara Maxime memerankan Aldo sebagai sosok charming tetapi toxic dan penuh trauma batin. Dinda Kirana juga tampil berbeda lewat karakter Bella yang manipulatif, obsesif, dan penuh ambisi. Dengan karakter-karakter yang sama-sama menyimpan rahasia, Bercinta Dengan Maut diposisikan sebagai drama misteri yang menawarkan ketegangan sekaligus dinamika hubungan yang relatable.

Saturday, September 13, 2025

PREKUEL FILM ALI & RATU RATU QUEENS HADIR SEBAGAI SERIAL NETFLIX INDONESIA TERBARU



Netflix resmi meluncurkan Ratu Ratu Queens: The Series pada 12 September 2025, dengan konferensi pers yang digelar di Jakarta bersama para pemeran utama Nirina Zubir, Tika Panggabean, Happy Salma, dan Asri Welas. Serial ini diproduksi bersama Palari Films dengan Muhammad Zaidy (Eddy) sebagai showrunner, sutradara Lucky Kuswandi, serta penulis naskah Andri Cung. Mengambil latar delapan tahun sebelum film Ali & Ratu Ratu Queens (2021), cerita menyoroti kehidupan empat perempuan imigran asal Indonesia yang berusaha membangun kehidupan baru di Queens, New York.

Eddy menjelaskan bahwa ide awal proyek ini sebenarnya adalah membuat serial lebih dulu sebelum film Ali & Ratu Ratu Queens. Namun, pada saat itu mereka memutuskan untuk merilis filmnya terlebih dahulu. Setelah kesuksesan film di Netflix, banyak penonton yang penasaran dengan kisah keempat karakter tersebut. Hal inilah yang mendorong tim kreatif untuk kembali ke ide awal, mengeksplorasi lebih dalam kehidupan para perempuan diaspora Indonesia berusia 30–40 tahun yang jarang diceritakan di layar.

Sutradara Lucky Kuswandi menekankan bahwa kekuatan utama serial ini ada pada keberagaman karakter dan perjalanan emosional mereka. Ia mencontohkan, Chinta yang dalam film tampak tenang, di serial ini masih berjuang dengan pergolakan batin, sementara Ance ditampilkan lebih keras dengan latar belakang yang baru diungkap. Bagi penulis Andri Cung, keterlibatan dalam proyek ini sangat istimewa karena ia sendiri pernah menjadi diaspora dan banyak bertemu perempuan dengan kisah serupa. Riset langsung ke New York juga dilakukan untuk memastikan cerita tetap autentik.

Para pemeran pun berbagi pengalaman mereka. Nirina Zubir merasa beruntung bisa terlibat dalam cerita yang menggambarkan perempuan dewasa dengan segala problematikanya. Ia mengaitkan perannya dengan pengalamannya sendiri sebagai diaspora sejak kecil. Tika Panggabean menyebut karakternya sebagai ibu tunggal yang tegas namun penuh kasih. Sementara itu, Happy Salma memuji kekuatan perspektif perempuan dalam cerita ini, dan Asri Welas menyebut tokoh Biyah yang diperankannya sebagai sosok cuek namun merefleksikan kerasnya kehidupan imigran di New York.

Ratu Ratu Queens: The Series menghadirkan kisah persahabatan, perjuangan, dan kegigihan perempuan dalam balutan drama serta komedi yang menyentuh hati. Serial ini diharapkan dapat menghubungkan penonton, baik di Indonesia maupun dunia, dengan kisah diaspora yang penuh emosi dan relevansi. Eddy menutup konferensi pers dengan harapan agar penonton dapat merasa terhibur sekaligus tersentuh oleh perjalanan para karakter. Serial ini kini sudah bisa disaksikan eksklusif di Netflix.

Thursday, May 22, 2025

WAKTU MAGHRIB 2: TEROR KEMBALI MENYAPA

Film Waktu Maghrib 2 dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 28 Mei 2025. Disutradarai oleh Sidharta Tata dan diproduseri Gope T. Samtani, film ini merupakan hasil kolaborasi antara Rapi Films, Sky Media, Rhaya Flicks, Legacy Pictures, dan Kebon Studio. Sekuel ini menjanjikan atmosfer yang lebih gelap dan intens dibandingkan film pertamanya, dengan pengalaman horor yang lebih mendalam.

Cerita film ini kembali mengangkat mitologi jin Ummu Sibyan, sosok menyeramkan yang dikaitkan dengan gangguan terhadap anak-anak dan wanita hamil saat waktu maghrib. Sosok ini menjadi pusat dari teror yang menimpa Desa Giritirto, di mana sekelompok anak secara tak sengaja membangkitkan kekuatan gaib setelah mengutuk teman mereka usai pertandingan bola.

Sang sutradara, Sidharta Tata, menyebut bahwa film ini tidak hanya menampilkan ketakutan personal, tetapi juga ketegangan kolektif yang melanda seluruh desa. Film ini dibintangi oleh deretan aktor muda seperti Omar Daniel, Anantya Kirana, Sulthan Hamonangan, dan lainnya. Anantya Kirana mengungkapkan pengalamannya yang menantang dalam memerankan Wulan, terutama saat adegan kerasukan yang menuntut transformasi fisik dan emosional yang intens.

Dengan durasi padat dan alur naratif yang kuat, Waktu Maghrib 2 menghadirkan horor lokal yang tidak sekadar mengandalkan jump scare, tapi juga mengakar pada budaya dan mitos Indonesia. Salah satu daya tarik utama film ini adalah adegan kerasukan massal yang melibatkan puluhan anak, yang dijanjikan akan memberikan pengalaman horor yang unik bagi penonton.

Friday, August 4, 2023

FEDI NURIL JANJIKAN AIR MATA DI UJUNG SAJADAH BUKAN FILM POLIGAMI




Beehave Pictures dan MBK Productions mengadakan launching poster dan trailer film terbaru mereka Air Mata Di Ujung Sajadah. Tidk hanya launching poster dan trailer, film ini juga merilis original soundtrack yang dianyanyikan oleh Yuni Shara berjudul 'Sepi' yang diciptakan oleh Melly Goeslaw. Filmnya sendiri dibintagi oleh aktor-aktor lawas seperti Fedi Nuril,Titi Kamal, Citra Kirana dan aktris senior Jenny Rahman.



Film yang disutradarai oleh Key Mangungsong ini diproduseri olej Ronny Irawan dan Nafa Urbach menawarkan drama penuh konflik yang belum ada di film-film sejenis. Film yang dijadwalkan tayang pada 7 September 2023 ini diharapkan mendapat atensi dan simpati publik karena menurut Ronny Irawan sudah lama film drama keluarga yang mengaduk emosi penonton absen karena banjirnya genre horror di bioskop-bioskop.


Bukti keseriusan film ini bisa dilihat dipersiapkan naskahnya benar-benar matang. Setidaknya butuh waktu 5 tahun untuk menjadikan naskahnya benar-benar siap dieksekusi menjadi sebuah film. Orang dibalik menulis naskahnya juga tidak perlu diragukan lagi. Nama Titien Wattimena  yang bertangung jawab bongkar-pasang isi naskahnya selama 5 tahun.


Fedi Nuril sebagai bintang utama juga menjelaskan kenapa dia tertarik ikut berpatisipasi dan menjawab rasa penasaran publik bahwa dia tidak bermain karakter yang berpoligami. Perlu diketahui, saat pertama kali Fedi Nuril memposting poster Air Mata Di Ujung Sajadah banyak netizen menganggap jika Fedi Nuril yang bermain karakter poligami karena adanya dua karakter utama wanita di posternya yaitu Titi Kamal dan Citra Kirana, padahal ceritanya sangat jauh dari tema poligami. Untuk membuktikannya penonton bisa menonton sendiri filmnya pada 7 September 2023.