Showing posts with label Festival Film. Show all posts
Showing posts with label Festival Film. Show all posts

Friday, October 14, 2022

PROGRAM-PROGRAM YANG MERAMAIKAN JAKARTA FILM WEEK 2022



Di dalam penyelenggaraan sebuah festival film, selain pemutaran film hadir juga program-program menarik lainnya. Di Jakarta Film Week, salah satu program yang hadir selain pemutaran adalah Fringe Events.Dengan hadirnya Fringe Events, diharap bisa menjadi wadah berkumpulnya para penikmat film dan pegiat industri film. Fringe Events sendiri merupakan sekumpulan kegiatan dan sajian hangat untuk menemani kegiatan menonton kawan-kawan Jakarta Film Week. Dalam rangkaian program ini, akan digelar lokakarya berupa Masterclass. Ada pula sejumlah obrolan serius tapi santai berupa Community Talks, dan Festival Talks.

Program Fringe Events terdiri dari tiga kegiatan, yaitu Talks, Community dan Masterclass. Dari ketiga kegiatan tersebut menghadirkan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik domestik maupun mancanegara. Dimulai dari Talks yang berkolaborasi dengan Madani Film Festival, dengan mengangkat tema Ustaz Dalam Film Horor Indonesia. Kolaborasi kedua bertajuk Festival Talks dengan mendatangkan pembicara dari Film festival mancanegara dari Korea Selatan (BIFAN). Dan di luar kolaborasi tersebut, akan diselenggarakan juga Talks dengan tema Navigating Your Talent As An Actor bersama Verdi Solaiman dan Festival Ambassador Jakarta Film Week 2022, Jourdy Pranata.

Program lainnya, yaitu Masterclass yang berkolaborasi dengan INAFEd. Program ini mengusung tema Why We Need Post-Production Management dengan pembicara profesional yaitu, Satrio Budiono, Tersi Eva Ranti, dan Ahsan Andrian. Dengan moderator Kelvin Nugroho. Terakhir, hadir program Community yang berkolaborasi dengan Kineforum. Tema yang dipilih yaitu Darah, Air Mata Dan Kursi Bioskop Berdebu: Film Eksploitasi di Indonesia. Dengan Ekky Imanjaya yang diadakan di Teater Sjuman Djaya Kineforum, Taman Ismail Marzuki.

Melengkapi program-program yang sudah disebutkan, tahun ini juga hadir program baru yaitu Producer's Lab. Yaitu sebuah program kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang akan memfasilitasi para produser film Indonesia untuk siap berkompetisi di sirkuit lokal dan internasional.

Sepuluh peserta terpilih akan mengikuti Lab selama empat hari yang terdiri dari masterclass, talk, group discussion, dan mentoring oleh dua mentor ternama Asia Tenggara, Yulia Evina Bhara (Indonesia) dan Alemberg Ang (Filipina). Di tahap akhir Lab, para peserta akan mengajukan proyek mereka untuk menunjukkan kemajuan mereka. Peserta dengan potensi tertinggi akan dipilih untuk mengikuti Platform Busan 2023.

Sunday, October 9, 2022

5 HAL YANG YANG HARUS KAMU KETAHUI TENTANG JAKARTA FILM WEEK 2022




Jakarta Film Week kembali hadir tahun ini. Lebih meriah dari tahun pertama penyelenggaraan, berikut lima hal yang harus kamu ketahui. Lima hal ini yang akan menjadi alasan kamu untuk terus mengikuti update dan menghadiri Jakarta Film Week 2022. Kelima fakta tersebut yaitu;


1. Film-film di Jakarta Film Week berasal dari puluhan negara dan world premiere

Hal yang paling dinanti dari sebuah festival film adalah daftar film-film yang akan ditayangkan. Jakarta Film Week 2022. Tahun ini beberapa film memang sudah dinanti-nanti penayangannya. Seperti film Balada Si Roy dan film Galang. Dua karya anak bangsa ini world premiere di Jakarta Film Week 2022.

Selain penayangan di bioskop, ada sejumlah film yang juga world premiere di penayangan daring melalui Vidio.com. Yaitu film Janda Kampung Durian dan Langkah Bhayangkara Putri. Sementara film The Show Must Go On, Indonesian Premiere di Vidio.com. Selain itu masih banyak lagi daftar film lainnya, karena di tahun ini Jakarta Film Week menayangkan total 88 film dari puluhan negara.


2. Kategori awards Jakarta Film Week bertambah dan semakin variatif

Di tahun ini, ada dua awards baru yang dihadirkan oleh Jakarta Film Week. Yaitu pertama, Global Animation Award, penghargaan yang diberikan juri untuk Film Pendek Animasi Internasional Terbaik yang berkompetisi di kategori Global Short. Yang kedua, Series of The Year, penghargaan yang diberikan juri untuk Serial Terbaik Karya Orisinal Over the Top (OTT) di regional Indonesia. Selain itu, semua awards yang ada di tahun lalu, kembali hadir di Jakarta Film Week 2022. Awards tersebut yaitu, Global Feature Award, Direction Award, Global Short Award, Jakarta Film Fund Award.


3. Jakarta Film Week mendukung talenta baru untuk berkembang melalui roadshow dari kampus ke kampus

Jakarta Film Week dihadirkan untuk para penonton dan juga para penggiat film, terutama generasi muda. Karena itu, tahun ini Jakarta Film Week menghadirkan roadshow ke sejumlah instansi edukasi. Kegiatan ini masuk ke dalam program Road to Jakarta Film Week. di antaranya FFTV-IKJ, SAE Indonesia, IDS, UMN Film, dan BINUS University. Selain roadshow, diadakan juga penayangan online 24 film pendek terpilih dari komunitas dan instansi edukasi melalui Vidio.com secara gratis.


4. Hadirnya producer’s lab sebagai program baru untuk para produser baru.

Producer's Lab adalah program terbaru yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan para produser baru. Keterampilan tersebut mulai dari manajemen produksi, pendanaan film, hingga metode distribusi lokal dan internasional. Sepulu peserta terpilih akan mengikuti Lab selama empat hari yang terdiri dari masterclass, talk, group discussion, dan mentoring oleh dua mentor ternama Asia Tenggara, Yulia Evina Bhara (Indonesia) dan Alemberg Ang (Filipina).

Program ini dirancang agar para produser dapat mengusahakan nilai produksi yang lebih baik, menemukan penonton yang cocok untuk film mereka, dan memiliki daya saing yang tinggi guna memperoleh pendanaan alternatif dari sumber lokal dan internasional. Di tahap akhir Lab, para peserta akan mengajukan proyek mereka untuk menunjukkan kemajuan mereka. Peserta dengan potensi tertinggi akan dipilih untuk mengikuti Platform Busan 2023.



5. Wajah baru festival ambassador Jakarta Film Week

Tahun lalu, Shenina CinJourdy Pranata menjadi wajah baru yang menjadi festival ambassador Jakarta Film Week 2022. Secara personal, Jourdy mengungkapkan rasa senangnya bisa bergabung dengan sebuah festival film. Ia ingin tumbuh bersama dengan industri perfilman, seiring dengan karirnya yang semakin melejit, meski industri perfilman sempat diguncang krisis pandemi. Dengan pengalaman itu juga, sosok Jourdy mewakili semangat Emerge, tema yang diusung Jakarta Film Week tahun ini. Tema tersebut dipilih dengan harapan industri perfilman dapat merasakan secercah harapan baru, menemukan talenta-talenta dan harapan baru usah melewati krisis pandemi.


Dengan kelima fakta di atas, penyelenggaraan Jakarta Film Week 2022 diharap akan semakin meriah dan menambah semangat para pelaku industri film, untuk terus berkarya. Sementara untuk para penikmat film, semoga bisa merayakan geliat bangkitnya industri perfilman di Tanah Air melalui festival yang diinisiasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta.


Sunday, October 2, 2022

PEMESANAN TIKET JAKARTA FILM WEEK 2022 RESMI DIBUKA




Bagi kamu yang sudah menunggu-nunggu film apa saja yang akan tayang di Jakarta Film Week 2022, akhirnya rasa penasaran kamu terjawab. Di tahun ini, Jakarta Film Week yang berlangsung pada 13-16 Oktober 2022 akan memutarkan total 88 film dari 28 negara. Jumlah tersebut sudah termasuk film panjang dan film pendek. Di tahun ini, semua penayangan gratis dan dilakukan secara offline dan online. Penayangan offline akan diselenggarakan di dua tempat terpisah. Penayangan offline film panjang akan dilakukan di CGV Grand Indonesia. Sementara pemutaran film pendek, akan diselenggarakan Kineforum Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
 


Untuk bisa menyaksikan film-film yang tayang, penonton perlu memesan tiket terlebih dahulu melalui aplikasi TIX ID. Pemesanan bisa dilakukan mulai 1 Oktober 2022. Setelah menentukan film dan melakukan pemesanan, konfirmasi akan dikirimkan melalui email. Penonton harus menukarkan konfirmasi email menjadi tiket fisik sebelum menonton sesuai lokasi penayangan. Film Balada Si Roy sebagai opening film. Film karya sutradara Fajar Nugros tersebut akan tayang pada Kamis, 13 Oktober 2022 di CGV Grand Indonesia. Sementara film Arnold is a Model Student karya sutradara Sorayos Prapapan akan menjadi closing film. Film ini akan diputar pada Minggu, 16 Oktober 2022 di CGV Grand Indonesia.


Di luar film yang disebutkan di atas, masih banyak film-film lain yang bisa penonton pilih. Jourdy Pranata selaku festival ambassador sudah memilih film-film rekomendasi yang bisa kamu pilih. “Kalau dari saya, tentu saja harus nonton Balada Si Roy, karena selain karya anak bangsa, ini juga momen world premiere. Selain itu, film Huesera, Pink Moon dan Stone Turtle wajib masuk daftar tonton di Jakarta Film Week,” ungkap Jourdy Pranata. Namun, jika tidak bisa hadir secara offline, film-film bisa disaksikan secara online melalui Vidio.com secara gratis. Di tahun ini terdapat dua film yang world premiere di Vidio.com. Film tersebut yaitu Janda Kampung Durian dan Langkah Bhayangkara Putri. Sementara itu, film The Show Must Go On akan Indonesian Premiere di Vidio.com.



Pemutaran film-film di Jakarta Film Week 2022 lebih meriah. Pasalnya selain bisa disaksikan secara daring dan luring, pemutaran film kali ini juga berkolaborasi dengan beberapa pihak, di antaranya dengan Madani Film Festival, festival yang menayangkan film-film dari Indonesia dan luar negeri untuk bisa melihat keberagaman umat Muslim di dunia. Selain itu, kolaborasi dengan CinemaWorld, yang merupakan layanan film pan-Asia pertama dan satu-satunya yang didedikasikan untuk film internasional terbaik. Untuk karya-karya film menjanjikan dari bakat-bakat anyar Korea Selatan, Jakarta Film Week berkolaborasi dengan Bucheon International Fantastic Film Festival.



Di program pemutaran film tahun ini akan hadir beberapa section film seperti Fantasea, yaitu sekumpulan film-film pilihan yang menyorot kreativitas pembuat film dalam mewujudkan hal-hal yang belum atau mungkin tidak pernah ada. Dan Herstory yaitu sekumpulan film-film pilihan tentang perempuan dan atau sutradara perempuan dari berbagai belahan dunia. Di penyelenggaraan Jakarta Film Week tahun ini juga menghadirkan sejumlah program menarik lainnya, seperti Road to Jakarta Film Week dan Fringe Events, di antaranya; Talks, Community dan juga program Exhibition.


Tuesday, September 27, 2022

PERGELRAN FESTIVAL SINEMA PERANCIS KE-24 SIAP DIGELAR





Institut Prancis Indonesia kembali menyelenggarakan Festival Sinema Prancis (FSP) dalam format hybrid (luring dan daring) pada 6 - 21 Oktober 2022. Pada edisi ke-24, festival film asing pertama di Indonesia ini hadir dengan mengusung tema: Generation. Dengan genre yang beragam (fiksi, serial pendek, animasi dan dokumenter), FSP menampilkan 19 film yang diputar di 21 lokasi yang tersebar di 13 kota di Indonesia, dan 5 film yang dapat diakses secara daring melalui platform video on demand MOLA. Seluruh film FSP dapat ditonton secara gratis dengan takarir Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.


Dengan membawa pesan harapan, untuk perubahan di masa depan yang lebih baik, FSP menampilkan film-film yang dapat meningkatkan kesadaran akan tantangan utama di zaman kita, yaitu, perubahan iklim, pelestarian lingkungan, kepunahan massal spesies tetapi juga hak asasi manusia dan inklusi. Disisi lain FSP menyajikan ragam genre dari Sinema Prancis yang dapat dinikmati lintas generasi untuk memberikan cita dan semangat baru setelah 2 tahun terperangkap didalam pandemi covid-19.



Festival akan dibuka pada tanggal 6 October dengan memutarkan film dokumenter yang menjadi film pilihan di Cannes Film Festival 2021, berjudul ANIMAL, karya Cyril Dion, tentang perjalanan transformatif 2 remaja yang memiliki kekhawatiran tentang kepunahan massal. Selain itu, acara pembukaan juga diramaikan dengan konser untuk tanaman dari grup musik asal Bandung, Bottlesmoker. Berbagai acara yang dihelat ini sejalan dengan program Institut Prancis Indonesia, yaitu IFI untuk Bumi. Program kerja yang mendukung pembangunan berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dengan membangun kesadaran tentang isu lingkungan melalui budaya.


Untuk menikmati festival luring, para pecinta film Prancis dapat menghadirinya di 13 kota, yaitu ; Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan, Pontianak, Lampung, Samarinda, Kendari, Makassar dan Ambon. 19 film Prancis menakjubkan akan disajikan dalam festival luring dari berbagai genre ; Drama (Bonne Mère, Ouistreham, Mon Lègionnaire), romantic drama (Illusions Perdues, Les Choses qu'on Dit Les Chose qu'on Fait, une Jeune Fillequi Va Bien), film keluarga (Les 2 Alfred & Petite Vampire), dua film dokumenter karya Sébastien Lifshitz (Adolescentes & Petite Fille). Di samping itu, terdapat 4 film Prancis dengan judul Animal, Mal de Pierres(From The Land of The Moon), Ne Te Returne Pas (Don’t Look Back), la Vénus à la Fourrure (Venus in Fur) serta 1 serial pendek Prancis berjudul Neuf Meuf (Nine Women), tersedia secara daring dan gratis hanya di MOLA pada tanggal 14 – 21 Oktober 2022.




Tidak hanya menonton film, para cinephile juga diajak menghadiri dan mendiskusikan topik – topik menarik di dunia perfilman dalam program film industry discussion, seperti Women in Cinéma, Film Scoring, dan Jean-Luc Godard Retrospective. Kemudian seri 2 diskusi tentang dunia dokumenter dirangkai dalam gelaran program bernama soirée Documentaire, yang pertama yaitu tentang dokumenter dan eksperimental, setelah itu diskusi tentang tantangan dan peluang di industri film dokumenter. Festival tahun ini lebih meriah, karena Anda dapat berpartisipasi baik secara luring atau daring, nonton di lokasi-lokasi pemutaran FSP atau di tempat ternyaman Anda, baik sendirian, bersama keluarga atau dengan teman. Dimanapun tempatnya, dan dengan siapapun kalian menonton, pastikan Anda mendapatkan programnya di website ataupun sosial media IFI.


Monday, September 26, 2022

JOURDY PRANATA IKUT MERAMAMAIKAN JAKARTA FILM WEEK 2022 SEBAGAI AMBASSADOR FESTIVAL

                     

Jakarta Film Week (JFW) 2022, sebuah festival film bertaraf internasional yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, kembali hadir. Mengusung tema baru, yaitu Emerge, JFW siap merangkul secercah harapan baru yang muncul di industri perfilman pasca-pandemi. Di tahun ini, JFW juga menghadirkan wajah baru sebagai festival ambassador, yaitu Jourdy Pranata.

Nama Jourdy Pranata sudah dikenal sebagai aktor sejak 2017 lalu. Ia sudah terlibat di sejumlah judul film, baik itu film panjang ataupun film pendek. Beberapa judul film yang ia bintangi antara lain, Habibie & Ainun 3 (2019), #TemanTapiMenikah2 (2020), Kukira Kau Rumah (2021), One Night Stand (2021) dan yang terbaru film Pengabdi Setan 2: Communion (2022).

 

Jourdy Pranata mengaku, terlibat di sebuah festival film adalah hal yang dapat membantu karirnya yang tengah berkembang. Pasalnya, dengan terlibat sebagai festival ambassador Jakarta Film Week, ia bisa melihat karya-karya filmmaker dari negara lain. Dengan begitu, ia bisa mengapresiasi karya-karya tersebut. Karena apresiasi penonton pastinya akan membuat para filmmaker dihargai atas karyanya.

“Festival film adalah salah satu wadah penting untuk karya. Karena gue juga terlibat di beberapa film pendek, dan gue pribadi senang, karya film pendek yang beberapa menit, 9 menit 15 menit, tapi bisa berdampak besar ke orang luas, jadi gue pengin bisa melihat karya-karya dari lapisan dunia dengan berbagai pesan yang ingin disampaikan,” ungkap aktor 28 tahun tersebut.

Dengan menjadi bagian di Jakarta Film Week, ia juga berharap bisa menyaksikan karya-karya luar biasa dari luar negeri, yang tidak sempat terekspos di Indonesia. “Gue juga suka nonton, dan mungkin ada film dengan konsep niche yang enggak sempat terdengar di Indonesia, bisa
ada di festival nanti, nah gue pengen lihat itu. That’s why gue pengen terlibat di Jakarta Film Week,” lanjutnya lagi.



Selain akan aktif menonton film-film yang hadir di festival, Jourdy juga akan berbagi dalam sesi Talks, yang menjadi salah satu program di Fringe Event Jakarta Film Week 2022. Jourdy akan menjadi narasumber dan membicarakan seputar pengalamannya sebagai aktor.

Festival Jakarta Film Week 2022 ini akan hadir tanggal 13-16 Oktober 2022, yang diadakan di tiga venue: CGV Grand Indonesia untuk Program Screening, Kineforum Taman Ismail Marzuki untuk Program Screening dan Non Screening, Ashley Hotel untuk Program Producer’s Lab.

Untuk pemesanan tiket penayangan film dapat diakses mulai 1 Oktober melalui Tix ID secara gratis. Fringe Event Jakarta FIlm Week 2022 dan informasi lainnya bisa diakses melalui www.jakartafilmweek.com dan instagram @jakartafilmweek.




Saturday, September 17, 2022

MENERIMA 461 FILM DARI 28 NEGARA, JAKARTA FILM WEEK TAHUN KEDUA AKANN HADIR JAUH LEBIH BESAR DIBANDINGKAN TAHUN PERTAMA



Jakarta Film Week (JFW), festival film bertaraf internasional kembali diadakan tahun ini pada 13-16 Oktober, secara offline dan online. Jakarta hadir sebagai kota yang merespon kegiatan ekonomi kreatif dan juga memfasilitasi ruang dan kebutuhan film, baik dari penonton dan juga industri yang terus berkembang. Jakarta Film Week edisi kedua akan mengusung tema Emerge, kembali diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta. 




Tahun ini Jakarta Film Week masih memiliki dua program utama, yaitu program pemutaran film dan non pemutaran film. Program pemutaran film akan terdiri dari Ä program, yaitu Global Feature (merupakan pemutaran film panjang terpilih baik dari Indonesia maupun internasional), Global Short (pemutaran film pendek menampilkan film-film pendek terpilih, baik dari Indonesia maupun Internasional), dan Jakagja Film Fk[d (kompetisi ide cerita pembuatan film pendek). Dalam program pemutaran film juga akan ada sesi kompetisi yang terdiri dari, Global Feature Award (penghargaan film panjang internasional terbaik), Direction Award (penghargaan film panjang Indonesia terbaik), Global Short Award (penghargaan film pendek internasional terbaik), Jakagja Film Fk[d Aqagd (penghargaan film hasil produksi pemenang Jakarta Film Fund), Global Animation Award (penghargaan film animasi pendek), dan Series of the Year (penghargaan series orisinal yang tayang di OTT).




Untuk program non pemutaran film, terdiri dari; Masterclass (pelatihan untuk para profesional industri film dengan narasumber berpengalaman di industri film internasional), Talks (diskusi publik seputar industri film dengan panelis yang inovatif dan berpengalaman), Community (ruang berbagi komunitas film untuk memperluas jaringan dan bertukar pengetahuan dengan para ahli di industri film), Jakarta Film Fund (kompetisi ide cerita pembuatan film pendek, dengan proposal yang terpilih akan mendapatkan dukungan produksi, teknis dan pelatihan), Road to Jakarta Film Week (Kegiatan yang berjalan menjelang acara puncak Jakarta Film Week 2022). Acara ini berkolaborasi dengan instansi edukasi film di Indonesia, berbentuk diskusi dan bincang dengan praktisi industri film. Selain diskusi dan bincang dengan praktisi industri film, Road to Jakarta Film Week juga berupa penayangan 24 film pendek secara eksklusif di Vidio.com, hasil kolaborasi dari instansi edukasi film di Indonesia, dan Exhibition[ (ruang pameran dan pertemuan untuk pekerja film, prakerja film, prakarsa teknologi, investor dan penonton). Satu program terbaru lainnya di tahun ini yaitu Pg]dkcegh Lab. Program hasil kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dan Platform BUSAN, yang secara eksklusif memfasilitasi para produser film Indonesia untuk siap berkompetisi secara lokal dan internasional. Yulia Evina Bhara, produser film asal Indonesia dan Alemberg Ang, produser film asal Filipina akan menjadi mentor program ini. Peserta yang terpilih akan mendapat kesempatan untuk mengikuti Platform BUSAN 2023.





Di tahun kedua ini JFW menerima pendaftar film mencapai 461 film yang berasal dari 28 negara. Film Balada Si Roy produksi IDN Pictures dipilih menjadi film pembuka JFW 2023. Pemutaran tersebut sekaligus menjadi momen world premiere untuk film Balada Si Roy. Penyelenggaraan Jakarta Film Week secara luring tahun ini akan diadakan di 3 lokasi berbeda, yaitu; CGV Grand Indonesia dan Kineforum Taman Ismail Marzuki untuk program pemutaran film dan non pemutaran film, Ashley Hotel untuk Program Producer Lab. Sementara penyelenggaraan secara daring akan tayang secara eksklusif di Vidio.com.





PROGRAM JAKARTA FILM WEEK

Film Panjang Kompetisi :

1. Arnold is a Model Student / Sorayos Prapapan / Thailand, Singapore, France,

Netherlands, Philippines

2. Balada si Roy / Fajar Nugros / Indonesia

3. Galang / Adriyanto Dewo / Indonesia

4. Huesera / Michelle Garza Cervera / Mexico, Peru

5. Mencuri Raden Saleh / Angga Sasongko / Indonesia

6. Melchior the Apothecary / Elmo Nuganen / Estonia, Latvia, Germany

7. Nana (Before Now 2 Then) / Kamila Andini / Indonesia







Film Pendek Kompetisi :

1. Buried Bullet / Ali Nazha / Lebanon

2. Basiyat: Bathe My Corpse With Wine / Ahmad Faiz / Indonesia

3. Cake Day! / Ribka Natalia / Indonesia

4. Gabriel (Berita Duka Hari Ini) / Candra Aditya / Indonesia

5. James English Academy / Kim Kwon-hoan / South Korea

5. Jumawut Night / Yudhatama / Indonesia

6. Late Blooming in a Lonely Summer Day / Sein Lyan Tun/ Myanmar

7. Moshari / Nuhash Humayun / Bangladesh

8. Nauha (Eve of a Eulogy) / Pratham Khurana / India

9. Nusa Antara / Azalia Muchransyah 2 Firman Widyasmara / Indonesia

10. Sweet Squad (Pasukan Semut) / Haris Supiandi / Indonesia

11. Such Small Hands / Maria Martinez Bayona / UK

12. Sigarane Nyowo / Yudhatama / Indonesia (Jogja)

13. Serangan Oemoem! / Fajar Martha Santosa / Indonesia

14. Tankboy / Novella / Singapore

15. What About Mother Earth / Pamela Suryadjaya / Indonesia