Showing posts with label Gal Gadot. Show all posts
Showing posts with label Gal Gadot. Show all posts

Thursday, May 18, 2023

ULASAN: FAST X




Sebagai long running movie franchise sekuel Fast & Furious selalu dinanti walau setiap sekuelnya makin bombastis dan di luar nalar. Film kesepuluhnya ini diberi judul Fast X (Fast & Furious 10) - sepertinya Vin Diesel terinspirasi dari franchise film lain yang sayangnya kurang sukses yaitu XXX- Disutradarai oleh Louis Leterrier dengan berbekal skenario oleh Dan Mazeau dan Justin Lin. Fast X kembali dibintangi Vin Diesel bersama banyak cast-cast sebelumnya dan beberapa wajah baru seperti Michelle Rodriguez, Jason Statham, Tyrese Gibson, Chris "Ludacris" Bridges, Jason Momoa, John Cena, Jordana Brewster, Nathalie Emmanuel, Sung Kang, Brie Larson, Daniela Melchior, Alan Ritchson, Scott Eastwood, Helen Mirren, Charlize Theron, dan Rita Moreno. Film kesepuluh ini sudah direncanakan sejak 2014, dan rumornya akan dibuat menjadi trilogi sekaligus penutup saga Fast and Furious. Dengan perkiraan anggaran produksi sebesar $340 juta, ini termasuk film termahal yang pernah dibuat. Syuting berlangsung di London, Roma, Turin, Lisbon, dan Los Angeles.



Dalam film Fast X, Dom (Vin Diesel), Letty Ortiz (Michelle Rodriguez), serta sang anak, Brian Marcos (Leo Abelo Perry) hidup bahagia dan tenang namun kali ini ketenangan tersebut terusik setelah Cipher (Charlize Theron) yang terluka parah berkunjung dan menyampaikan bahaya besar. Keluarga Dom kembali terancam bahaya oleh musuh baru dari masa lalu Dom yaitu Dante Reyes (Jason Momoa). Anaknya yang berusia 8 tahun menjadi target utama Dante karena Dom sudah membunuh ayahnya Hernan Reyes (Joaquim de Almeida). Dante berniat membalaskan dendam kematian ayahnya akibat peristiwa di film Fast Five (2011) caranya dengan membuat Dom sengsara dengan menghabisi orang-orang dan keluarga yang disayangi. Ambisi Dante itu juga menyebabkan banyak kematian dan kekacauan di mana-mana hingga mau tidak mau orang-orang dari masa lalu Dom mulai bermunculan membantu menghentikan langkah Dante. Dom masih dibantu Roman (Tyrese Gibson) , Tej (Ludacris), Mia (Jordana Brewster), Han (Sung Kang), Jakob (John Cena), Ramsey (Nathalie Emmanuel), Deckard Shaw (Jason Statham), dan Queenie (Helen Mirren),




Berdurasi 141 menit, plot Fast X kali ini cukup enak diikuti walaupun sudah ketebak alur ceritanya seperti apa. Cerita dibuka dengan adegan pembuka Dom sekeluarga dengan para “partner in crime” merayakan kedamaian dengan makan bersama yang sepertinya sudah dipakai sejak sekuel keberapa sudah tidak bisa saya ingat lagi. Adegan pembuka ini tidak lama mungkin sekitar 10 menit, sehabis itu penonton langsung dibawa full speed dengan adegan aksi gila-gilaan tanpa henti hingga akhir film. Formula film ini cukup tertebak dan cenderung repetitif sebetulnya, setiap sekuel kita cuma tinggal berpikir apakah musuh kali ini ada hubungan dengan penjahat di masa lalu Dom, apakah ada hubungan dengan keluarga Dom atau para partner in crime nya. Ceritanya pasti berputar-putar di sekitar situ. Kali ini Musuh utamanya adalah Dante Reyes yang kita diberi penjelasan sedikit lewat flashback siapa sebetulnya dia. Upaya build up characternya cukup bagus dan meyakinkan ditambah acting Jason Momoa yang cukup scene stealing. Threat levelnya sebagai tokoh Villain cukup meyakinkan dari bahaya dan kekacauan yang dia sebabkan juga karakternya yang cukup dimensional. Setiap karakter dapat porsi yang pas karena kita sudah mengenal karakter mereka cukup lama, tidak ada adegan yang tidak penting atau sia-sia di film menurut saya. Roman dan Tej tetap mengocok perut lewat adegan komedi yang mereka bawakan, John Cena yang di film sebelumnya tampil sebagai antagonis kali ini tampil cukup signifikan. Hal yang membuat film Fast Furious selalu ditunggu adalah kegilaan dan absurditas adegan aksinya, yang bikin kita tidak habis pikir para penulis itu habis mengkonsumsi apa sehingga terpikir adegan-adegan itu.



Jadi untuk membuat film tetap appealing level aksinya tentu harus selalu ditingkatkan dan inilah yang dilakukan baik oleh tim penulis dan sutradara, sejauh ini mereka belum pernah gagal. Namun titik jenuh pasti akan muncul jadi seharusnya franchise ini sudah menetapkan kapan akan berhenti. Fast & Furious sudah berevolusi dari sekedar film aksi balap mobil menjadi aksi spionase tingkat tinggi yang melibatkan mobil dan aksi absurd yang sepertinya dimulai dari Fast Five. Banyak aksi menentang logika di sekuel kali ini mulai dari bom berbentuk bola yang bisa dihentikan dengan bantuan crane, Dom yang tidak pernah tergores sedikitpun di filmnya, mobil yang menentang hokum fisika seakan bisa menuruti kemauan pemilik. Intinya segila apapun aksinya pasti bisa diwujudkan. Like Dom said nothing is impossible selama ada kemauan. At this point Dom and his family mungkin sudah bisa dikategorikan setara superhero. Hal lain yang juga disinggung adalah agency yang mensponsori mereka seakan mereka vigilante yang bisa berbuat semau mereka dan segala kerusakan pasti ditanggung ditambah semua penegak hukum akan berubah haluan dan menjadi part of Family adalah ucapan Aimes (Alan Ritchson) yang penuh humor ironi dan cukup mengena buat yang sudah mengikuti franchise ini dari awal termasuk saya. Lupakan nalar dan nikmati saja alur cerita dan semua adegan aksi yang disuguhkan di film kali ini, dijamin pasti menghibur dan tidak membosankan buat para pecinta film yang mengikuti Saga Fast & Furious seperti saya.


Overall: 8.5/10

(By Camy Surjadi)









Thursday, December 17, 2020

ULASAN: WONDER WOMAN 1984



Sebuah titik cerah di tahun 2020 ini. Setelah puasa menonton film-film box office selama hampir 9 bulan karena pandemic, akhirnya ada film besar lagi yang bisa kita tonton di bioskop. Wonder Woman 1984 (WW84) yang menjadi pelepas dahaga kita akan film-film berkategori blokbuster. Sempat diundur setahun dari jadwal awal tayang Juli 2019 menjadi Juli 2020, lalu diundur lagi karena pandemic menjadi 16 Desember 2020. Dan untuk kita yang di Indonesia patut bersyukur karena kita bisa menonton 9 hari lebih awal dibandingkan hollywood yang baru tayahg secara luas saat tanggal 25 Desember 2020 nanti.


WW84 sequel pertama film originnya yang rilis tahun 2017 lalu dan masih masih prequel dari kemunculan pertama dan keduanya lewat BvS: Dawn of Justice (2016) dan Justice League (2017). Gal Gadot dan Cris Pine masih mengisi peran mereka masing-masing seperti film pertama. Dan dua pemeran villain utama diperankan oleh Pedro Pascal dan Kristen Wiig. Patty Jenkins juga kembali di kursi sutradara dengan skenario yang juga dia tulis dibantu oleh Geoff Johns dan david Callaham.


40 tahun setelah pasca perang dunia kedua, Diana Prince (Gal Gadot) sudah melebur dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Diana di tahun 1984 sudah bekerja sebagai antropologi di sebuah institut yang membawanya berkenalan dengan Barbara Ann Minerva (Kristen Wiig) sesama antropologi yang sangat cerdas tapi mempunyai masalah dengan kepercayaan diri. 40 tahun waktu yang cukup lama itu juga belum bisa untuk Diana bisa merelakan kekasihnya Steve Trevor (Chris Pine) yang sudah meninggal dan membuat Diana tidak pernah menjalin hubungan dengan pria lain.


Namun semua keadaan berubah ketika sebuah batu kecubung yang mempunyai legenda mengabulkan permintaan dan tidak dketahui asalnya muncul ke permukaan. Diana dan Barbara yang tidak menyadari kekuatan batu tersebut membuat permintaan masing-masing yang tidak mereka sangka terkabul. Namun segala permintaan yang terkabul itu mempunyai konsekuensi pada sesuatu dalam diri mereka sebagai penggantinya. Situasi makin runyam ketika pengusaha minyak yang di ujung kebangkrutan Max Lord (Pedro Pascal) mengetahui kekuatan batu tersebut dan menggunakannya untuk sesuatu yang jauh lebih besar untuk dirinya sendiri. Dan konsekuensi dari permintaan demi permintaan yang dikabulkan sekarang bisa mengancam kehancuran dunia lebih cepat.


WW84 mengeksplorasi karakter Diana Prince lebih jauh lagi. Jika pada tiga film kemunculan Diana Prince/Wonder Woman sebelumnya (BvS, Justice League dan Wonder Woman) kita hanya melihat sosok seorang superhero tangguh, lewat WW84 kita akan dibawa mengenali sisi Diana yang lain. Yaitu sosoknya sebagai wanita yang rapuh yang belum bisa merelakan kematian kekasihnya. Sampai akhirnya keinginannya terkabul dengan konsekuensi hilangnya sesatu dari dirinya yang bisa menyelamatkan dunia. Tema "want vs need" inilah yang di bawa pada WW84 yang membuatnya jauh lebih menarik dari film pertamanya. Seorang superhero tangguh dan kuat sekalipun sangat sulit mengalahkan dirinya sendiri.


Dua villain utama yang diperankan oleh Pedro Pascal dan Kirsten Wiig juga berhasil memberi warna pada WW84 ini. Masing-masing villain juga yang harus bertarung dengan "want vs need"-nya sendiri yang sangat merepotkanWonder Woman kita. Terlebih untuk Kristen Wiig yang sebelumnya lebih banyak kita lihat memainkan peran komedi dapat memberikan performa yang cukup kuat untuk karakternya.


WW84 mempunyai skenario yang sangat kuat yang mampu di interpretasikan dengan baik oleh pemian-pemainnya. Kalaupun ada merasakan kekurangan itu ada  porsi actionnya yang tidak semassive film pertamanya. Lagi-lagi WW84 lebih memfokuskan dengan plot "want vs need"pada karakternya, yang menjadikan kita tidak lagi terllau fokus pada actionnya, tetapi pada karakter-karakternya. Hal ini langsung mengingatkan saya dengan Spider-man 2 yang disutradarai oleh Sam Raimi yang sangat terasa humanis. Buat saya yang tidak terllau terkesan dengan film pertama Wondr Woman, WW84 adalah sebuah kejutan yang membuat saya memasukan film ini sebagai salah satu film superhero terbaik versi saya. 

Overall: 8,5/10