Showing posts with label Jake Gyllenhaal. Show all posts
Showing posts with label Jake Gyllenhaal. Show all posts

Friday, April 21, 2023

ULASAN: THE COVENANT



Guy Rtichie bisa dibilang salah satu sutradara yang cukup sibuk di tahun 2023 ini. Pada saat sedang sibuk dalam produksi film terbarunya yang dibintangi Henry Cavill untuk tayang tahun depan, tahun ini ada dua film sang sutradara yang tayang. Yang pertama Operation Fortune: Ruse de Guerre yang sudah tayang pada Januari lalu, dan yang kedua film yang akan kita bahas saat ini, The Covenant. Film yang dibintangi oleh Jake Gyllenhall dan Dar Salim dengan genre action-thiller.

John Kinley (Jake Gyllenhaal), salah satu seorang pimpinan tentara asal Amerika Serikat yang ditempatkan  misi ke Afganistan untuk mengamankan negara tersebut dari Taliban. Kinley pun merekrut seorang penerjemah bernama Ahmed (Dar Salim) agar lebih mudah berkomunikasi dengan warga lokal saat mencari Taliban. Namun, masalah datang ketika pasukan Taliban justru menyergap Kinley serta timnya. Dan plot cerita berpindah dari sekupulan tim menjadi kisah dua orang berbeda ras yang bahu-bahu membahu saling menyelamatkan.


Tidak seperti dalam trailer yang fokus menampakan perjuangan Jake Kinley yang kembali ke Afghanistan untuk menyelamatkan Ahmed yang membuat seolah-olah adegan penyergapan di trailer adalah sebuah prolog. Dalam film sendiri terdiri dari dua bagian. Bagian pertama yang saya kira itu hanya akan menjadi prolog menjadi satu bagian tersendiri dari adegan perkenalan Kinley dengan Ahmed, dan lalu bagian kedua misi bunuh diri Kinley yang kembali ke Afghanistan untuk menyelamatkan Ahmed. Dua bagian yang saling mengisi. Keduanya mempunyai alur yang lambat namun alur yang lambat itu untuk menguatkan plot cerita dan karakter utamanya maisng-masing. Dan kedua bagian itu juga disleingi dengan adegan baku tembak yang menengangkan di mana Guy Rtichie sangat bisa memanfaatkan momen-momen ini yang mmebuat penonton menahan nafas sesaat.


Yang mengejutkan meskipun Jake Gyllhenhall memang bermain bagus, namun dia tidak sendiri. Dar Salim yang memerankan Ahmed paling mencuri perhatian film ini. Lebih-lebih porsinya pada bagian pertama yang sangat berkontribusi membangun emosi penonton. Karakternya yang membawakan ekspresi datar namun penonton bisa membaca bagaimana penderitaan karakter Ahmed di balik ekspresinya yang datar itu. Kemistri antara Dar salim dan Jake Gyllenhall terlihat sangat solid dan berhasil membawa drama film ini. Saking solidnya mungkin kamu tidak akan terlalu memikirkan bagaimana final actnya tidak semassive action di act pertama.


The Covenant mungkin bukan film pertama yang mengangkat tema sejenis, namun Guy Ritchie memastikan film versi dia bisa dimasukan dalam kategori terbaik.

Overall: 9/10


Wednesday, March 16, 2022

ULASAN: AMBULANCE



Michael Bay kembali. Sang Bayhem yang mempunyai ciri khas dengan adegan ledakan yang sebagian besar filmnya mendapat sentimen buruk dari para kritikus. Dari total 14 film yang pernah dia sutradarai sejak tahun 1994, hanya satu film yang mendapat respon fresh di situs rottentomatoes.com. Namun bagaimana dengan penonton umum? Walalupun sering mendapat kritik pedas, namun sebagian besar film-film dia meninggalkan kesan tersendiri bagi penonton. Dan sekarang 5 tahun sejak Tranformers: The Last Knight yang dia sutradarai tayang di bisokop (6 Underground hanya tayang di OTT), Bay kembali dengan film terbaru action-thriller berjudul Ambulance yang dibintangi oleh Jake Gyllenhaal, Yahya Abdul-Mateen II dan Eiza Gonzalez.

Will (Yahya Abdul-Mateen II) seorang veteran perang yang mengalami kesulitan ekonomi untuk biaya operasi sang istri. Atas dasar desakan secepatnya mendapatkan dana tersebut Will menemui saudara angkatnya Danny (Jake Gyllenhaal), saudara yang sudah lama tidak dia jumpai. Tanpa diketahui Will, di hari yang sama Danny sudah merencanakan perampokan bank yang melibatkan Will dalam rencana tersebut. Dan kemudian cerita berjalan cukup cepat saat perampokan itu berubah menjadi kacau. Danny dan Will melarikan diri dengan sebuah mobil ambulance yang di dalamnya ada seorang polisi yang kritis karena tertembak dan Cam (Eiza Gonzalez), perawat yang sedang bertugas. Dan kejar-kejaran ambulance dengan polisi sepanjang film pun terjadi.

Ambulance mempunyai tempo cerita yang cukup cepat. Sekitar 5 menit pertama setelah pengenalan karakter Will (Yahya Abdul-Mateen II) kita akan langsung dibawa menuju konflik utama film ini. Tanpa perlu banyak basa-basi. Adegan berganti dengan cepat yang diselingi adegan-adegan ciri khas Michael Bay seperti slow motion, kamera berputar, sampai terik matahari. Lalu adegan kejar-kejaran yang memacu adrenalin terjadi hampir seluruh durasi film. Pengenalan karakter yang minim di awal justru terjadi dalam sequence action sedang naik-naiknya. Dan disinilah Bay cukup piawai menyelipkan drama. Kita bisa memahami kenapa Will mau ikut terlibat dalam perampokan yang lebih dari sekadar kebutuhan ekonomi.

Saya mengakui jika saya adalah salah satu fans Michael Bay, namun saya juga salah satu yang berpendapat bahwa tidak ada yang menarik atau daya lebih dari premis cerita ataupun judul Ambulance. Semua terkesan biasa saja. Premis yang ditawarkan oleh Ambulance sudah sering kita temui. Namun ini Bay. Tidak mungkin ini film yang biasa-biasa sja, dan itu terbukti. Bay seperti sangat bersenang-senang dalam film ini. Selain action yang seru, elemen-elemen komedi yang dimasukn di tengah-tengah ketegangan juga berjalan dengan efektif. Komedi receh yang tidak terduga. Hampir setiap komedi yang muncul dalam Ambulance membuat saya tertawa. 

Secara keseluruhan memang tidak ada yang luar biasa dari sisi cerita, bahkan dramanya juga sangat tipis-tipis. Tapi ini Bay yang mempunyai jejak rekam menytradarai film-film action penuh ledakan yang menguatkan pada sisi hiburannya. Dan buat saya sendiri itu berhasil.  Ambulance buat saya sendiri adalah sebuah perayaan sinema, Kita datang di bioskop untuk dibuat takjub dan lupa realita sesaat. Inilah pengalaman sinema.

Friday, June 11, 2021

ULASAN: SPIRIT UNTAMED



Tidak terlalu banyak tereskpos ataupun gencar dalam promosinya, Dreamworks merilis sebuah film animasi keluarga Spirit Untamed. Sebuah spin-0ff dari film animasi yang rilis tahun 2002 lalu berjudul Spirit: Stallion of the Chimarron. Film animasi yang bisa berdiri sendiri tanpa perlu menonton versi tahun 2002. Film yang mengetengahkan petualangan 3 sekawan ini disutradarai oleh Elaine Bogan yang merupakan debutnya sebagai sutradara. Lalu untuk pengisi suara ada nama Jake Gyllenhaal, Julianne Moore dan Isabele Merced.

Spirit Untamed bercerita tentang Lucky Presscott seorang piatu yang belum sempat mengenal ibunya karena meninggal kecelakaan dalam sebuah atraksi kuda saat Lucky masih bayi. Lucky yang dirawat oleh kakeknya sampai berumur 10 tahun karena sang ayah yang belum bisa lepas dari masa berduka. Lucky sering membuat masalah yang merepotkan sang kakek. Di saat liburan musim panas Lucky pun dikirim untuk liburan di tempat ayahnya tinggal, ayah yang tidak pernah ditemuinya selama 10 tahun. Dan perjalanan hidup Lucky pun dimulai. Lucky tidak hanya mencoba mendekatkan jarak hubungan dengan ayah yang tidak terlalu dikenalnya, tetapi juga berpetualang dengan dua teman baru Pru dan Abigail dalam misi penyelamatan sekawanan kuda yang akan dibawa untuk dijual dan ditempatkan di penangkaran kuda pekerja. Lucky, Pru dan Abigail tidak hanya menemukan bahaya dalam petualangan mereka tetapi juga menemukan arti sebuaha pertemanan.

Spirit Untamed menyajikan cerita seringan mungkin yang membuatnya ramah untuk segala umur. Karakter-karakter utama 3 anak cilik yang berpetualang akan sangat mudah disukai oleh anak-anak. Hanya saja untuk porsi drama sedikit terpecah antara hubungan Lucky dan Spirit-Lucky dan sang ayah. Plot cerita lebih memfokuskan hubungan antara Lucky dan Spirit yang membuat karakter ayah yang cukup penting hanya dieksplorasi seadanya saja. Namun tetap kadar hiburan dalam film ini masih terasa kental. Terutama pada bagian petualangan Lucky, Pru dan Abigail.

Untuk bagian animasi, jika dibandingkan dengan visual film-film animasi Dreamworks lainnya yang tayang di bioskop seperti Shrek, How to Train Your Dragon, Kungfu Panda dan masih banyak lagi sangat terlihat jelas kualitas Spirit Untamed masih di bawah judul-judul itu. Menonton visual Spirit Untamed seperti melihat serial-serial animasi Dreamworks di layanan tv kabel.

Secara keseluruhan Spirit Untamed memang masih banyak kekurangan. Tetapi cerita yang ringan dan menghibur sangat mudah disukai oleh anak-anak bisa menutupi hal itu 


Overall: 6/10