Showing posts with label Matt Damon. Show all posts
Showing posts with label Matt Damon. Show all posts

Wednesday, April 5, 2023

ÙLASAN: AIR




Apa yang saya tahu mengenai sepatu keluarna Nike yang diberi nama "Air Jordan"? Yang saya tahu tak lebih dari bahwa sepatu yang populer dan digandrungi oleh orang-orang pasca ilm Spider-Man: Into the Spider-Verse. Belakangan saya baru mengetahui jika sepatu tersebut sudah populer sejak tahun 80an dan diberi nama Air Jordan dengan mengambil nama pebasket legendaris Michael Jordan. Dan film ini akan menceritakan dibalik bagaimana sepatu ikonik itu tercipta. Disutradarai oleh Ben Affleck yang juga membntangi film ini dengan sahabatnya Matt Damon.

Di tahun 1984, Nike sedang tertatih-tatih dalam mempromosikan produk mereka. Nike berada jauh di bawah Converse dan Adidas dalam persaingan menjadi sepatu olahraga terbaik. Sonny Vaccaro (Matt Damon) yang menjabat maketing executive di Nike ingin melakukan terobosan dalam melakukan promosi. Salah satunya dan memang satu-satunya tujuannya adalah bisa mengontrak Micahel Jordan yang pada tahun itu akan segera melakukan debutnya di NBA. Namun hal itu tidaklah mudah. Dengan budget sponsor yang sangat terbatas, Nike juga harus bersaing dengan Adidas dan Converse yang juga ingin mengontrak Michael Jordan dengan penawaran yang lebih besar. Dan film ini menceritakan proses Sonny dan tim marketing Nike lainnya bisa mendapatkan Micahel Jordan.

Berbeda dengan film-film yang disutradarai oleh Ben Affleck sebelumnya, ada sedikit yang berbeda dengan cara Ben Affleck membawa film ini, sesuatu yang fresh. Yaitu ada sentuhan komedi. Sebuah sentuhan komedi bukan dari situasi atau bahasa tubuh, namun dari dialog. Dialog-dialog receh yang cukup memecahkan isi dari bioskop karena suara tawa penonton. Semua itu tentu tidak terlepas dari andil penulis naskah Alex Convery yang bisa memberi porsi yang pas dan tepat dalam memberikan bumbu komedi ini.

Untuk plot cerita sendiri, untuk sebuah film biopik Air dinarasikan dengan cukup menyenangkan.  Selain memang bumbu-bumbu komedi dalam film ini bekerja efektif, namun penampilan para cast lah yang memegang kendali. Mulai dari Matt Damon, Ben Affleck, Viola Davis, Jason Bateman, Chris Tucker dan bahkan Chis Messina sekalipun cukup menarik perhatian. Momen-momen drama dan intens terjaga dengan baik. Bagian terbaik atau adegan terfavorit saya sendiri ada pada dua adegan Sonny Vaccaro dan Deloris Jordan (Viola Davis).Dua adegan saat mereka berdua berbicara. Tidak hanya pada momen mereka berdialog, namun juga memone saat mereka diam atau mendengarkan menjadi sebuah informasi tersendiri untuk penonton. Kalaupun ada kekurangan yang saya rasakan ada paad eksplorasi karakter Sonny Vaccaro sendiri. Kita hanay mengenalnya sebagai karakter soerag eksekutif marketing Nike, tidak lebih dari itu.

Air sebuah film biopik yang mungkin akan banyak membuka penonton seperti saya bagaimana sepatu ikonik terlahir. Banyak cerita dan langkah berani terciptanya tersebut. Yang membuat kita melihat sepatu yang kita pakai  saat ini, "ada cerita apa di balik terciptanya sepatu yang kita pakai saat ini?"


Overall: 8/10

Friday, November 15, 2019

ULASAN: FORD V FERARRI





James Mangold sedang dalam jalur yang tepat dalam memilih film-film untuk dia sutradarai selanjutnya. Setelah Logan tahun 2017 yang sukses besar, lalu sekarang James Mangold beralih dengan film adaptasi kisah nyata pertamanya dari total 11 film yang pernah dia sutradarai dalam kariernya, yang mana film dari kisah nyata ini bertema otomotif berjudul 'Ford v Ferrari' yang menceritakan persiangan nama besar 2 brand otomotif dalam ajang lomba balap selama 24 jam dengan nama '24 Hours of Le Mans' pada tahun 1966.



Di film yang dimana James Mangold juga menjabat produser ini membawa dua nama besar sebagai pemeran utamanya yang menjadi pusat plot cerita film ini Matt Damon (Good Will Hunting, Interstellar) dan Christian Bale (The Dark Knight, The Fighter). Lalu didukung oleh nama lain seperti Jon Bernthal (Fury, The Wolf of Wall Street), Caitriona Balfe (Now You See Me, Money Monster), Josh Lucas (Hulk, Poseidon) dan Tracy Lets (Lady Bird, Indignation).


Ford v Ferrari berkisah tentang Carrol Shelby (Matt Damon) yang harus pensiun lebih awal sebagai pembalap karena masalah kesehatan jantung pada tahun 1959. Berselang 5 tahun kemudian Shelby dikunjungi oleh Lee lacoca (Jon Bernthal) yang mendapat mandat dari Henry Ford II (Tracy Lets) untuk membetuk tim otomotif yang bisa mengalahkan tim Ferrari setelah Ford merasa dipermalukan setelah ajakan kerjasamanya ditolak oleh Ferrari. Shelby sendiri ditawari untuk memimpin tim dan diberi kebebasan untuk mengkreasi design mobilnya sendiri untuk bisa mengalahkan Ferrari. Sebuah hal yang mustahil dimana Ferrari adalah dewanya kecepatan pada saat itu. Tetapi tantangan itu diambil oleh Shelby dan tidak berapa lama mengajak sahabatnya Ken Miles (Christian Bale) seorang driver yag sangat berbakat tetapi mempunyai masalah temperamental. Shelby, Miles dan tim pun memulai misi tidak mungkin ini yang tidak hanya berjuang mengalahkan Ferrari, tetapi juga  menghadapi campur tangan perusahaan, hukum fisika, dan masalah pribadi mereka sendiri ketika membangun mobil balap revolusioner bagi Ford Motor Company.



Sebagai salah satu orang yang tidak terlalu melek dengan dunia otomotif, saya sama sekali mempunyai bayangan Ford v Ferrari akan seperti apa meskipun filmnya diangkat dari kisah nyata. Dan untungnya James Mangold memvisualisasikan film ini dengan cara yang mudah dipahami oleh penonton yang awam dengan otomotif. Memang ada bagian dialog-dialog yang masih berhubungan dengan teknis lebih detail mengenai otomotif. Tapi hal itu tidak terlalu membuat kening kita yang tidak mengerti menjadi berkerut, karena hampir sebagian besar teknis yang ada dalam dialog itu divisualisasikan dalam bentuk scene yang membuat kita penonton awam menjadi mengerti maksud dari dialog tersebut.



Meskipun berjudul Ford v Ferrari, tetapi jangan mengira plot utamanya menceritakan dua karakter utama persaingan dari brand tersebut seperti contoh yang kita temui dalam film 'Rush' (2013) yang disutradarai oleh Ron Howard. FvF lebih memfokuskan  ceritanya pada perjalanan hubungan Shelby dan Miles dalam tujuan mereka mengalahkan Ferrari. Bahkan musuh dalam film ini bukan pada pihak Ferrari, tetapi dalam Ford sendiri yang diwakili oleh Josh Lucas yang berperan dengan baik sebagai Leo Beebe yang menjabat wakil dan tangan kanan dari Henry Ford II yang mempunyai misi tersendiri. Selebih dari hal itu kita akan melihat hubungan surut-pasang antara Shelby dan Miles dalam bekerjasama. Dan disinilah letak kekuatan utama FvF, 152 menit benar-benar tidak melihat kemistri mereka berdua dalam memaikan perannya. Dialog-dialog humor ataupun yang serius dari kedua karakter ini adalah sajian terbaik yang bisa kita nikmati.



Lalu beralih kepada bagian-bagian adegan ajang balapnya. Jika kamu merasa 'Rush' versi Ron Howard menjadi patokan memvisualisasikan balapan mobil yang seru, maka siap-siap saja kamu akan mendapatkan hal lebih seru lewat FvF yang sinematografi dipegang oleh Phedon Papamichael (The Descendants, Nebraska). Saya tidak akan terkejut lagi jika nanti nama Phedon Papamichel akan banyak muncul dalam nominasi-nominasi di musim award ini dalam kategori sinematografi terbaik tentunya.



Rilisnya FvF dipenghujung tahun ini sepertinya sangat beralasan untuk bisa bersaing dengan film-film lainnya dalam ajang award yang akan diselanggarakan 4-5 bulan kedepan. Dan melihat hasilnya merilisnya bulan ini adalah keputusan yang tepat. Dan saya sangat berharap ada James Mangold bisa muncul dalam salah satu nominasi sutradara terbaik pada ajang penghargaan itu.

Overall: 9/10

(By Zul Guci)