Showing posts with label Preview. Show all posts
Showing posts with label Preview. Show all posts

Tuesday, October 6, 2020

FILM DAN TV SERIES HORROR YANG TAYANG DI BULAN HALLOWEN INI YANG HARUS KAMU TONTON
















Oktober identik dengan halloween. Hal-hal yang berbau horror begitu melekat dengan  halloween. Bahkan hari halloween bisa jadi strategi studio film mereilis film-film bergenre horror. Beberapa film horror populer yang rilis di waktu yang berdekatan dengan halllowen diantaranya yang pertama tentu saja franchise slasher Halloween yang hampir keseluruhan filmnya rilis di bulan Oktober. Lalu ada Poltergeist franchise, The Amityville Horror dan masih banyak lagi. Untuk Oktober tahun ini sendiri dalam pengamatan Gila Film cukup banyak film-film horror yang harus diantisipasi, tertutama buat kamu-kamu yang maniak dengan film horror. Tentu saja semua list dibawah ini MinGil sendiri belum nonton. List-list film dibawah ini masuk dalam list karena sudah menarik perhatian dari premis atau trailer. Berikut film dan tv series yang rilis bulan Oktober ini yang harus kamu masukan dalam daftar tontonan.

1. Death of Me.

Sepasang suami istri yg terbangun dari tidur dan tidak mengingatkan kejadian sebelum mereka tidur. Dari hasil rekaman terlihat sang suami membunuh si istri. Yg membingungkan si suami tidak ingat melakukan hal itu dan si istri juga masih hidup. Seperti kombinasi Modus Anomali, Triangle dan The Hangover dijadiin satu. Death of Me sudah bisa ditonton di Klik Film.


2. The Curse of Audrey Earnshaw.


Sudah pernah menonton The Witch dan the Village ? Bayangkan jika dua hal itu digabungkan dalam satu film dengan balutan sekte sebuah agama. Udahlah, i'm in. Film ini juga sudah bisa ditonton melalui tontotan streaming Klik Film.


3. Welcome to the Blumhouse.


Untuk yang ini langsung 4 film. Antalogi film horror dari Blumhouse. Nama Blumhouse aja sudah jadi pemancing banget buat coba nonton. tayang di layanan streaming Amazon Prime 4 film itu Black Box dan The Lie launch tayang 6 oktober, trus Nocturne dan Evil Eye tayang 13 oktober.


4. Book of Blood.


Antalogi horror lagi, hanya saja yang membedakannya dengan Welcome to the Blumhouse adalah Book of Blood yang mempunyai 3 cerita dalam satu film yang diadaptasi cerita-cerita pendek Clive Barker. Book of Blood tayang mulai tanggal 7 Oktober dilayanan streaming Hulu.

5. The Haunting of Bly Manor.


Yang ini mini series. yang udah nonton The haunting of Hill House (THOHH) udah pasti masukin mini series ini dalam list tontotnan. Ceritanya gak berhubungan sama sekali THOHH. Seperti American Horror Story dengan seting sebuah rumah. Jadi jangan kaget kalau ada pemain-pemain THOHH yang kembali bermain dalam series ini dengan memainkan karakter yang berbeda. Dan juga tidak masalah menonton mini series ini tanpa didahului menonton THOHH. Semoga The Haunting of Bly Manor akan mempunyai yang tidak hanya meberikan pengalaman horror yang menyeramkan, tetapi juga memberikan plot drama yang kuat seperti THOHH. The Haunting of Bly Manor akan tayang mulai tanggal 9 Oktober di layanan streaming Netflix.

6. His House.


Ini yang terakhir dan ini posisi paling atas yang wajib untuk coba ditonton. Tentang satu keluarga dari negara konflik yang mendapat suaka dan pindah ke Inggris lalu mendapat bantuan tempat tinggal baru. Sebagai peraturan mreka belum bisa kemana-mana sampai mereka sudah resmi mendapatkan stastus warga baru, jikahal itu dilanggar maka mereka terancam kehilangan hak suaka mereka. Namun rumah yang ditinggali jauh dari kata nyaman. Sekarang mana yang lebih buruk, keluar dari rumah dan kembali ke negara asal yang tidak aman atau tetap tinggal di rumah yang perlahan-lahan menggerogoti kewarasan mereka ? Menarik bukan ? His House tayang mulai tannggal 30 Oktober di layanan streaming Netflix


Bagaimana ? Lebi tertarik mau nonton yang mana ? Atau mau nonton semuanya ?


Thursday, December 6, 2018

'TAUFIQ', FILM BIOPIK PERTAMA YANG AKAN DISUTRADARAI ISMAIL BASBETH






Matta Cinema bekerjasama dengan Max Pictures menutup tahun dengan menggarap proyek sebuah film biopik periodik berjudul “Taufiq”. Pernyataan mengenai berita tersebut disampaikan dalam jumpa pers Matta Cinema di Hotel Satoria, Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Cornelio Sunny, CEO Matta Cinema, memaparkan bahwa wacana mengenai proyek film ini telah berjalan selama dua tahun. Film Taufiq bercerita mengenai kehidupan masa remaja Taufiq Kiemas sebagai seorang aktivis dan perjuangannya saat berusaha keluar dari penjara. “Film ini nantinya akan bercerita tentang perjuangan seorang Taufiq Kiemas sebagai seorang aktivis”, ujar Ody Mulya, salah satu tim produksi film Taufiq yang juga terlibat dalam produksi Dilan 1990.


Film yang sudah menjalani proses syuting perdananya di Palembang ini disutradarai oleh Ismail Basbeth. Ia menyatakan bahwa ia ingin mengangkat cerita biopik ini menjadi film drama percintaan yang digandrungi anak muda namun juga menjadi sarana nostalgia para generasi lanjut usia. “Aku pengen film ini nanti bisa dinikmati siapa saja, anak muda bisa enjoy, tapi yang tua juga bisa nostalgia”, ujarnya. Film ini akan dibintangi oleh Achmad Megantara yang berperan sebagai Taufiq Kiemas. Turut pula nampak sejumlah nama dalam jajaran cast dan crew yang sudah tidak asing dalam kancah perfilman Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Ferry Salim sebagai Tjiek Agus Kiemas, Imelda Therine sebagai Hamzatun Rujida, Aghnyni Haque sebagai Megawati, Ray Sahetapy sebagai Soekarno, dan Brandon Salim sebagai Yaman. 


Ismail Basbeth juga mmenggandeng beberapa senias senior untuk terlibat dalam proyek film ini, antara lain, Ong Hari Wahyu sebagai Production Designer, Andhy Pulung sebagai Editor, dan Retno Damayanti sebagai penata kostum. Tim produksi dan sutradara Taufiq menyatakan bahwa film ini bukanlah film yang bermuatan politis. “Hidup kan memang perkara politik, tapi kami tidak menghasilkan karya ini dengan tujuan politis”, ujar Ismail Basbeth. Film Taufiq akan melanjutkan proses syuting di Yogyakarta pada bulan Desember 2018 dan akan direncanakan tayang pada bulan Maret 2019.

Friday, November 2, 2018

DRAMA SEJARAH GRESIK DALAM SERIAL HBO ASIA TERBARU 'GRISSE'




Serial drama sejarah original terbaru dari HBO Asia, Grisse (#Grisse @HBOAsia), sebanyak delapan episode berdurasi satu jam, yang mengambil setting pertengahan 1800an pada masa kolonial Hindia Belanda. Serial berbahasa Inggris ini menceritakan kisah sekelompok masyarakat yang memimpin pemberontakan melawan gubernur yang bengis dan dalam waktu singkat mengambil alih kendali di markas tentara Belanda bernama Grisse. Kisahnya berkisar pada sejumlah karakter unik, masing-masing dengan latar belakang dan keyakinan berbeda, yang bersatu untuk memperbaiki keadaan dan nasib mereka dari penjajahan. GRISSE tayang perdana pada Minggu, 4 November jam 20.00 WIB eksklusif di HBO. Episode baru selanjutnya tayang pada jam yang sama setiap Minggu. Serial ini juga dapat diakses streaming di HBO GO dan akan tersedia di HBO On Demand.



Dikembangkan dan diproduksi oleh HBO Asia bersama dengan Infinite Studios yang berlokasi di Singapura, GRISSE akan menghadirkan sejumlah pemain yang berasal dari Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Eropa, Australia dan Amerika Serikat. Mereka antara lain Adinia Wirasti (serial HBO Asia “Halfworlds Season 1”), Marthino Lio (“Sayang You Can Dance”), Michael Wahr (“City Homicide”), Edward Akbar (“Air Terjun Pengantin”), Jamie Aditya (“Sync or Swim”), Toshiji Takeshima (serial HBO “True Blood”), Joanne Kam (“Kopitiam”), Zack Lee (“The Raid 2”), Tom Dejong (“Medisch Centrum West”), Ully Triani (“Stay With Me”), Rick Paul Van Mulligen (“A’dam E.V.A.”), Alexandra Gottardo (“Tanah Air”), Hossan Leong (“The Forbidden City”) and Jimmy T (“Robocop 3”). Pencipta dan showrunner GRISSE adalah Mike Wiluan (“Buffalo Boys”) yang juga menjadi sutradara bersama Tony Tilse (serial HBO Asia “Serangoon Road”, “Miss Fisher’s Murder Mysteries”) dan Ler Jiyuan (“Gone Case”, “The Love Machine”).



HBO Asia telah memulai produksi Original pada 2012 dan sejak itu telah mengembangkan sejumlah produksi Original Asia seperti serial, film dan dokumenter. GRISSE menandai produksi Original Asia ke tiga-belas dari hingga hari ini, dengan lebih banyak lagi serial yang dijadwalkan tayang pada tahun depan dan lebih memperkuat komitmen untuk memproduksi konten lokal yang memukau dan relevan bagi pemirsa di Asia dan dunia.



GRISSE diproduksi sebagai bagian dari kerjasama dua setengah tahun dengan Infocomm Media Development Authority (IMDA). Melalui sejumlah pelatihan dan kolaborasi dengan perusahaan dan talen lokal dalam memproduksi HBO Asia Original, kerjasama ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan produksi konten dari industri media Singapura.

Monday, October 22, 2018

'DEAR NATHAN 2: HELLO SALMA' OPTIMIS BISA MELAMPAUI JUMLAH PENONTON FILM PERTAMANYA






Film terbaru dari duet romantis Jefri Nichol dan Amanda Rawles “Dear Nathan Hello Salma” akan hadir di bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 25 Oktober 2018. Drama remaja produksi Rapi Films ini merupakan sekuel dari “Dear Nathan” yang berhasil meraup lebih dari 700,000 penonton di tahun 2017 lalu.




Sekuel ini kembali disutradarai oleh Indra Gunawan yang telah sukses memenangkan hati ratusan ribu penonton melalui “Dear Nathan.” Kisah cinta yang diadaptasi dari novel karya Erisca Febriani ini sangat digandrungi para remaja sehingga sekuelnya menjadi sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu.



Karisma dan kemesraan yang alami dari pasangan Jefri dan Amanda membuat cerita Nathan dan Salma hadir sebagai tontonan drama romantis yang sangat menghibur. Untuk menantang performa akting mereka, Rapi Films pun menghadirkan dua pemain baru, yakni Devano Danendra dan Susan Sameh.



Di dalam cerita lanjutan ini, Nathan (Jefri) dan Salma (Amanda) akhirnya bisa bersama karena mereka saling mencintai. Sayangnya, Ayah Salma tidak merestui cinta mereka. Perilaku Nathan yang sering keras kepala membuat Ayah Salma menjodohkan putrinya dengan Ridho (Devano).



Nathan dan Salma terpaksa berpisah. Sebuah insiden terjadi yang menyebabkan Nathan terpaksa pindah sekolah. Di sekolah barunya, ia berkenalan dengan Rebecca (Susan) yang kerap murung karena konflik perpecahan di dalam keluarganya. Nathan dan Rebecca pun berteman baik, tapi Nathan tak pernah berhenti memikirkan Salma. Demikian pula dengan Salma. Meski ia berusaha keras membiasakan diri dengan kehadiran Ridho, Nathan tetap menjadi sosok yang mengisi hatinya.




Rebecca dan Salma tak sengaja bertemu di sebuah kelompok dukungan sebaya (support group) untuk para remaja yang sedang dalam masa susah. Persahabatan di antara kedua gadis ini pun terjalin, sampai akhirnya terungkap kalau Salma adalah sosok yang selama ini masih menjadi pujaan hati Nathan. Dengan segala halangan yang menghadang, bisakah cinta Nathan dan Salma bersemi kembali?



Meskipun dikemas sebagai drama romantis untuk remaja, film “Dear Nathan Hello Salma” sangat apik dalam membahas rumitnya masalah persahabatan dan percintaan. Selain kisah cinta segitiga antara Nathan, Salma dan Ridho, cerita persahabatan antara Rebecca dan Salma juga menjadi salah satu kunci yang membuat film ini menarik,” ujar Indra.



“Di film sekuel ini, Nathan sampai harus keluar dan pindah sekolah demi mempertahankan keyakinannya. Tapi dia juga pantang menyerah memperjuangkan cintanya terhadap Salma dan terus belajar untuk jadi pribadi yang lebih baik di mata orangtua Salma,” kata Jefri. Film ini juga dibintangi oleh Surya Saputra, Gito Gilas dan Karina Suwandi. Selain itu, Devano tak hanya menyumbangkan kemampuan aktingnya saja di film ini, melainkan juga tiga lagu dari album terbarunya yang berjudul “Ini Aku,” “Lovin’ U” dan “Menyimpan Rasa.”




Jajaran pemeran “Dear Nathan Hello Salma” telah banyak kegiatan promosi dan aktivasi di berbagai sekolah dan bioskop di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Karawang dan sekitarnya. Setelah peluncuran filmnya di tanggal 18 Oktober, mereka akan mulai bergerak ke kota-kota lain seperti Bandung, Purwokerto, Yogyakarta dan Semarang. Dengan bayang-bayang kesuksesan film pertamanya, rasanya sequel ini akan menambah deretan film yang tembus satu juta penonton selanjutnya di tahun 2018 ini.

Thursday, October 18, 2018

ORANG KAYA BARU, SEBUAH KOMEDI DUET PERTAMA JOKO ANWAR DAN ODY C. HARAHAP




Screenplay Films dan Legacy Pictures akan merilis film komedi terbaru berjudl 'Orang Kaya Baru The Movie'. Film yang dibintangi oleh Raline Shah yang untuk pertama kalinya akan akan bermain dalam genre komedi. Sementara Refal Hady aktor yang angkat nama lewat 'Galih Dan Ratna'. Dan yang membuat Orang Kaya Baru The Movie (OKBTM) membuatnya menjadi salah satu film yang ditunggu-tungu adalah ada nama Joko Anwar sebagai penulis skenario, lalu untuk sutradara ana Ody C. Harahap yang sudah kenyang menelurkan film-film komedi yang sangat menarik dan menghibur (Kapan Kawin, Me vs Mami).

Selain Raline Shah dan Refal Hadi cast lainnya yang ikut meramaikan OKBTM ada Derby Romero, Cut Mini, Lukman Sardi dan pemain cilik Fatih Unru. Sesuai dengan judulnya yang unik, film ini mengangkat tema cerita 'Kaya Mendadak' yang dialami oleh sebuah keluarga yaitu seorang ibu yang diperankan Cut Mini dan ayah diperankan Lukman Sardi yang memiliki tiga orang anak bernama Tika (Raline Shah), Duta (Derby Romero) dan Dodi (Fatih Unru).



Keluarga yang sebelumnya selalu menjalani kehidupan sehari-hari mereka dengan serba apa adanya. Ketika sang ayah meninggal, barulah diketahui bahwa selama ini ia ternyata orang yang sangat kaya. Hartanya pun diwariskan kepada keluarga yang ditinggalkan.  Meraka yang tadinya hidup susah, kini menjadi orang kaya dadakan. Segala kenorakkan dan tingkah laku mereka menjadi orang kaya baru inilah yang akan menjadi jalan cerita menarik dalam film ini.

Proses shooting OKBTM telah usai dan kini memasuki tahap pasca produksi. OKBTM dijadwalkan rilis di awal tahun 2019.

Monday, October 15, 2018

KEIRA SEBUAH THRILLER TENTANG WANITA DENGAN TUJUH KEPRIBADIAN




Tidak mudah memahami selera penonton Indonesia. Apalagi menentukan genre, tema maupun cerita. Mencoba melawan arus genre yang sedang digemari oleh penonton-penonton Indonesia, Tu7uh Rumah Produksi mengangkat cerita tentang gadis dengan tujuh kepribadian. Beberapa kasus penyakit kejiwaan menjadi catatan dan refrensi rumah produksi sebelum memproduksi film. Sebagian merupakan cerita yang dituturkan penyandang penyakit kejiwaan ini.

Film berjudul Keira yang disutradai oleh Harry Dagoe (Pachinko, Sunya) dan dibintangi oleh Angelica Simperler yang wajahnya sangat akrab di layar kaca yang sering kita jumpai dalam FTV ini berperan sebagai Keira, sang gadis yang mempunyai tujuh kepribadian. Tetapi untuk film Keira, tujuh kepribadian masing-masing diperankan 7 aktor yang berbeda pula agar memudahkan penonton mengikuti dan memahami alur cerita dari Keira.

Harry Dagoe yang memang dikenal dengan film-film eksperimentalnya mengatakan jika Keira akan berbeda dengan film-film sebelumnya yang berjanji filmnya akan mudah dipahami oleh penonton. Dan pemilihan Angelica Simperler yang memerankan Keira bukan hanya strategi komersil semata, tetapi sang aktris memenuhi persyaratan kebutuhan untuk memerankan Keira.


Selain Angelica Simperler, pemain-pemain lainnya yang terlibat ada aktor senior Ray Sahetaphy, Djenar Maesa Ayu, Yan Widjaya, Ferly Putra Gabrielle Cecillia dan Tiga Setia Gara. Keira dijadwalkan rilis November 2018.