Showing posts with label Ryan Reynolds. Show all posts
Showing posts with label Ryan Reynolds. Show all posts

Thursday, August 11, 2022

ULASAN: BULLET TRAIN

Ini pendapat yang sangat subjektif, boleh setuju atau tidak. Film-film yang bersetting di area kereta api sudah dipastikan film itu akan bagus. Mulai dari action, horror, thriller sampai drama punya judul-judul film yang berkesan setidaknya bagi saya. Seperti Train to Busan, The Polar Express, Unstoppable, Te Commuter sampai Demon Slayer the movie: Mugen Train. Sekarang hadir film terbaru Bullet Train adaptasi novel berjudul Maria Beetle karya penulis Kotaro Isaka. Sebuah film adaptasi penuh jajaran cast bintang seperti Brad Pitt, Aaron Taylor Johnson, Bryan Tyree Henry, Joey King, Hiroyuki Sanada, Michael Shannon, Logan Lerman dn aktor berdarah Indonesia Yoshi Sudarso. Sementara dari sutradara ada nama David Leitch yang dari track recordnya sudah berhasil menyajikan film-film action laga yang memukau yang dimulai dari John Wick, Atomic Blonde, Deadpool dan Nobody (Produser). Dari nama-ama yang disebutkan di atas, film adaptasi novel ini sudah tampak mejanjijkan, lebih-lebih setelah kita melihat trailernya.



Pembunuh bayaran yang sudah snagat senior Ladybug (Brad Pitt) mendapat tugas mendadak menggantikan rekannya untuk mengambil sebuah koper di dalam Bullet Train atau kereta api cepat yang berangkat dari Stasiun Tokyo. Dipandu oleh Maria Beetle (Sandra Bullock) lewat telpon pekerjaan yang harusnya mudah ini menjadi mulai berantakan setelah ia bertemu pembunuh kembar, Lemon (Aaron Taylor-Johnson) dan Tangerine (Bryan Tyree Henry), pria yang ingin membalas dendam kematian istrinya, The Wolf (Bad Bunny) hingga gadis lugu dengan kemampuan mematikan dan mempunyai keberuntungan yang selalu berpihak padanya, The Prince (Joey King). Chaos-pun terjadi. Adu ketangkasan untuk saling membunuh akan tersaji selama durasi film.


Melihat banyaknya karakter hal yang membuat penasaran bagaimana cara David Leitch akan membagi porsi masing-masing karakter. David Leitch membukanya dengan cara yang sederhana lewat tokoh utama kita Lady Bug yang sedang mengalami krisis identitas. Lalu makin masuk ke dalam ketika mulai masuk ke konflik pertanyaan demi pertanyaan muncul yang memang sedikit membuat bingung, namun David Leitch sudah menyiapkannya semua jawaban pertanyaan-pertanyaan itu yang dibuka dengan pelan-pelan di tangah-tengah adegan brutal yang memacu adrenalin sampai akhirnya semua misteri terjawab dan ditutup dengan final act yang chaos abis.


Meskipun isi cerita dan karakter yang sangat kompleks, David Leitch mampu menyajikan Bullet Train seringan mungkin. Setidaknya dari pengamatan saya tidak menemukan plothole yang memang sangat rawan ditemukan untuk film yang memakai banyak karakter sejenis ini. Tidak hanya cerita, hampir karakter-karakter dalam film ini memebri kesan tersendiri. Brad Pitt terlihat sangat nyaman memerankan Lady Bug, tidak sering kita bisa melihat Brd Pitt bermain komedi seperti ini. lalu juga ada si kembar Lemon dan Tangerine. Dua karakter yang sangat layak jika mendapat spin-offfnya tersendiri.


Menonton Bullet Train seperti melihat kombinasi film-film dari Quentin tarantino bertemu dengan film-film Guy Ritchie. Film yang memang menjual aksi yang brutal yang dbalut dengan komedi ini dijamin akan menghibur untuk kamu penikmat action laga. Bahkan saya merasa Bullet Train masih dalam universe John Wick dari sisi lainnya. Setelah film berakhir, saya masih ingin melihat lebih dari Bullet Train karena masih banyak potensi yang bisa digali dari film ini.


Overall: 8/10

(By Senandika Dalu)

Tuesday, August 3, 2021

ULASAN: HITMAN'S WIFE'S BODYGUARD





Setelah musim panas tahun 2020 yang sepi dari film-film box office akibat pandemik, tahun ini film-film box office perlahan mulai mengisi. Kehadiran Hitman’s Wife’s Boyguard yang merupakan sekuel Hitman’s Bodyguard (2017) merupakan angin segar yang mengobati kerinduan penonton akan gaya komedi khas Ryan Reynolds sekalian pemanasan sebelum film Free Guy Agustus nanti. Film ini kembali disutradarai oleh Patrick Hughes dengan screenplay oleh Tom O’Connor, Brandon Murphy, dan Philip Murphy. Nama- nama beken seperti Antonio Banderas, Frank Grillo, dan Morgan Freeman turut meramaikan jajaran cast kali yang tentu bikin kita makin penasaran bakal seperti apa aksi mereka di film ini. Film ini dirilis 16 Juni 2021 yang lalu di US oleh Lionsgate dan tadinya akan segera dirilis di Indonesia namun akibat kurva penderita COVID-19 kembali tinggi semua bioskop harus ditutup kembali, sepertinya akan lama sampai kita bisa menyaksikan kembali di bioskop, Sebagai Informasi film ini menjajaki puncak box office di US dengan meraih 11.6 juta USD di minggu pertamanya dan menggeser A Quiet Place Part II.



Pasangan aneh sekaligus mematikan di dunia pengawal Michael Bryce (Ryan Reynolds) dan pembunuh bayaran Darius Kincaid (Samuel L. Jackson) kembali ke misi lain yang mengancam jiwa. Bryce harus melindungi istri Darius, penipu internasional terkenal Sonia Kincaid (Salma Hayek), dalam usahanya menyelamatkan Darius. Ketiganya tanpa disangka masuk dalam plot global yang melibatkan rencana jahat seorang maniak Aristotle (Antonio Banderas). Walaupun lisensi sebagai pengawalnya masih di-suspend dan berada dalam pengawasan, Michael tetap dipaksa untuk terlibat oleh Sonia dan Darius, Michael pun harus kembali mempertaruhkan nyawanya meskipun ia telah sedang berada dalam liburan akibat berbagai masalah dan tekanan yang sudah dilaluinya.



Selama 116 menit durasi film ini, perasaan fun, happy, dan seru menjadi satu. Paduan aksi dan komedi dalam film ini terasa pas dan sangat menghibur. Di cerita ini peran dominan dipegang oleh karakter Michael dan Sonia, sementara Darius lebih santai namun tetap mendukung jalannya cerita keseluruhan. Tambahan karakter Bobby O’ Neill (Frank Grillo) dan Karakter kejutan yang diperankan Morgan Freeman menambah semarak film ini. Tetap ada konflik dalam film kedua ini namun terasa kurang ‘believeable’ bila dibandingkan dengan film pertamanya karena di kisah kali ini diceritakan ada seorang teroris biliuner Aristotle Papadopoulos (Antonio Banderas) yang ingin mengacak-acak Uni Eropa akibat Negara Yunani dikenai sanksi ekonomi . Lalu film ini juga memiliki subplot Sonia yang ingin sekali memiliki anak karena itu ia ingin menyelamatkan Darius yang sebetulnya tidak terlalu signifikan dan dapat digantikan dengan cerita lain. Kita tahu dari awal film ini tidak perlu ditanggapi dengan serius karena 70% isinya komedi, 30% aksi yang berisikan kejar-kejaran, tembak-menembak, dan ledakan di negara-negara Eropa seperti Kroasia, Italia, Inggris, dan Slovenia. Cukup nikmati saja kegilaan ketiga karakter ini dalam menyelesaikan misinya menghentikan Aristotle





Cast kejutan yang juga membawa twist dalam cerita, penggunaan Morgan Freeman cukup tepat mengingat dia aktor watak yang tidak diragukan. Frank Grillo agak underused dan cenderung tampil sebagai stereotipe karakter polisi yang klise. Demikian pula untuk Antonio Banderas yang kurang memiliki kharisma sebagai karakter antagonis sehingga cenderung mudah dilupakan, karakternya nampak tidak memiliki yang terlibat semuanya adalah aktor yang berpengalaman, Salma hayek, Ryan Reynolds, dan Samuel L. Jackson mampu menampilkan chemistry yang baik sebagai trio karakter yang gila dan tak takut mati. Morgan Freeman hadir sebagai karakter kedalaman emosi dan identitas yang kurang solid. Sinematografi film ini cukup baik dan ingin membawa penonton ke negara-negara di Eropa dari petualangan ketiga karakter utama sepanjang film. Efek ledakan dan pembunuhan terlihat berlebihan namun ini karena tone film ini yang lebih ke black comedy.



Hitman’s Wife’s Bodyguard benar-benar film yang menghibur di kala pandemi, membuat kita lupa sejenak kesulitan dan suasana pandemi di dunia nyata. Ceritanya memang sengaja dibuat nyeleneh khas gaya Ryan Reynolds dengan tujuan menghibur penonton. Film ini mencoba menyindir film-film bertema spionase yang ada dengan gaya komedi yang bertujuan untuk tidak membuat penonton bosan dengan plot yang klise. Humor-humor sarkastik dan vulgar memang sengaja ditampilkan sebagai ciri identitas film ini yang cukup melekat dan dinantikan oleh penonton. Jika anda suka dengan film yang pertama maka sekuelnya ini tidak boleh dilewatkan.