Showing posts with label Samuel L . Jackson. Show all posts
Showing posts with label Samuel L . Jackson. Show all posts

Tuesday, August 3, 2021

ULASAN: HITMAN'S WIFE'S BODYGUARD





Setelah musim panas tahun 2020 yang sepi dari film-film box office akibat pandemik, tahun ini film-film box office perlahan mulai mengisi. Kehadiran Hitman’s Wife’s Boyguard yang merupakan sekuel Hitman’s Bodyguard (2017) merupakan angin segar yang mengobati kerinduan penonton akan gaya komedi khas Ryan Reynolds sekalian pemanasan sebelum film Free Guy Agustus nanti. Film ini kembali disutradarai oleh Patrick Hughes dengan screenplay oleh Tom O’Connor, Brandon Murphy, dan Philip Murphy. Nama- nama beken seperti Antonio Banderas, Frank Grillo, dan Morgan Freeman turut meramaikan jajaran cast kali yang tentu bikin kita makin penasaran bakal seperti apa aksi mereka di film ini. Film ini dirilis 16 Juni 2021 yang lalu di US oleh Lionsgate dan tadinya akan segera dirilis di Indonesia namun akibat kurva penderita COVID-19 kembali tinggi semua bioskop harus ditutup kembali, sepertinya akan lama sampai kita bisa menyaksikan kembali di bioskop, Sebagai Informasi film ini menjajaki puncak box office di US dengan meraih 11.6 juta USD di minggu pertamanya dan menggeser A Quiet Place Part II.



Pasangan aneh sekaligus mematikan di dunia pengawal Michael Bryce (Ryan Reynolds) dan pembunuh bayaran Darius Kincaid (Samuel L. Jackson) kembali ke misi lain yang mengancam jiwa. Bryce harus melindungi istri Darius, penipu internasional terkenal Sonia Kincaid (Salma Hayek), dalam usahanya menyelamatkan Darius. Ketiganya tanpa disangka masuk dalam plot global yang melibatkan rencana jahat seorang maniak Aristotle (Antonio Banderas). Walaupun lisensi sebagai pengawalnya masih di-suspend dan berada dalam pengawasan, Michael tetap dipaksa untuk terlibat oleh Sonia dan Darius, Michael pun harus kembali mempertaruhkan nyawanya meskipun ia telah sedang berada dalam liburan akibat berbagai masalah dan tekanan yang sudah dilaluinya.



Selama 116 menit durasi film ini, perasaan fun, happy, dan seru menjadi satu. Paduan aksi dan komedi dalam film ini terasa pas dan sangat menghibur. Di cerita ini peran dominan dipegang oleh karakter Michael dan Sonia, sementara Darius lebih santai namun tetap mendukung jalannya cerita keseluruhan. Tambahan karakter Bobby O’ Neill (Frank Grillo) dan Karakter kejutan yang diperankan Morgan Freeman menambah semarak film ini. Tetap ada konflik dalam film kedua ini namun terasa kurang ‘believeable’ bila dibandingkan dengan film pertamanya karena di kisah kali ini diceritakan ada seorang teroris biliuner Aristotle Papadopoulos (Antonio Banderas) yang ingin mengacak-acak Uni Eropa akibat Negara Yunani dikenai sanksi ekonomi . Lalu film ini juga memiliki subplot Sonia yang ingin sekali memiliki anak karena itu ia ingin menyelamatkan Darius yang sebetulnya tidak terlalu signifikan dan dapat digantikan dengan cerita lain. Kita tahu dari awal film ini tidak perlu ditanggapi dengan serius karena 70% isinya komedi, 30% aksi yang berisikan kejar-kejaran, tembak-menembak, dan ledakan di negara-negara Eropa seperti Kroasia, Italia, Inggris, dan Slovenia. Cukup nikmati saja kegilaan ketiga karakter ini dalam menyelesaikan misinya menghentikan Aristotle





Cast kejutan yang juga membawa twist dalam cerita, penggunaan Morgan Freeman cukup tepat mengingat dia aktor watak yang tidak diragukan. Frank Grillo agak underused dan cenderung tampil sebagai stereotipe karakter polisi yang klise. Demikian pula untuk Antonio Banderas yang kurang memiliki kharisma sebagai karakter antagonis sehingga cenderung mudah dilupakan, karakternya nampak tidak memiliki yang terlibat semuanya adalah aktor yang berpengalaman, Salma hayek, Ryan Reynolds, dan Samuel L. Jackson mampu menampilkan chemistry yang baik sebagai trio karakter yang gila dan tak takut mati. Morgan Freeman hadir sebagai karakter kedalaman emosi dan identitas yang kurang solid. Sinematografi film ini cukup baik dan ingin membawa penonton ke negara-negara di Eropa dari petualangan ketiga karakter utama sepanjang film. Efek ledakan dan pembunuhan terlihat berlebihan namun ini karena tone film ini yang lebih ke black comedy.



Hitman’s Wife’s Bodyguard benar-benar film yang menghibur di kala pandemi, membuat kita lupa sejenak kesulitan dan suasana pandemi di dunia nyata. Ceritanya memang sengaja dibuat nyeleneh khas gaya Ryan Reynolds dengan tujuan menghibur penonton. Film ini mencoba menyindir film-film bertema spionase yang ada dengan gaya komedi yang bertujuan untuk tidak membuat penonton bosan dengan plot yang klise. Humor-humor sarkastik dan vulgar memang sengaja ditampilkan sebagai ciri identitas film ini yang cukup melekat dan dinantikan oleh penonton. Jika anda suka dengan film yang pertama maka sekuelnya ini tidak boleh dilewatkan.













Friday, May 14, 2021

ULASAN: SPIRAL "FROM THE BOOK OF SAW"



Setelah absen selama 4 tahun sejak rilis seri terakhir kali lewat filmnya yang ke-8, tahun ini franchise Saw kembali. Franchise yang populer dan mengangkat nama James Wan sebagai sutradara lewat film pertamanya di tahun 2004. Di film ke-9 ini sendiri bukanlah reboot seperti yang banyak dikira oleh fans dikarenakan judulnya yang tidak memakai angka. Namun bisa disbeut spin-off/sequel karena filmnya sendiri mengambil setting setelah event film ke-8. Dengan sutradara Darren Lynn Bousman yang sebelumnya sudah pernah menyutradarai 3 film Saw ( film ke-2,3 dan 4), Spiral digadang-gadang akan membawa nafas baru pada franchise Jigsaw ini. Terlebih Spiral: From the Book of Saw membawa nama besar pada pemeran utamanya. Ada nama Chris Rock dan Samuel L. Jakcson yang membintangi film seri ke-9 ini. 

Sebuah kecelakaan di lintasan rel kereta api yang diduga awalnya hanya kecelakaan biasa mengungkap jika kejadian itu disengaja dan direncanakan  yang mengubah status kejadian itu menjadi kasus pembunuhan. Detektif  Zeke Banks (Chris Rock) yang pada hari itu juga mendapat partner baru dalam bertugas Detektif William Schenk (Max Minghella) ditugaskan untuk menyelidiki kasus tersebut. Tidak butuh waktu lama mengetahui identitas korban pembunuhan tersebut, diketahui jika korban tersebut masih rekan mereka sesama polisi.

Kejadian itu ternyata hanya permulaan menuju pembunuhan-pembunuhan selanjutnya dengan target polisi dan dipastikan tersangka adalah pembunuh serial. Yang membuat kasus ini makin rumit adalah pembunuh serial tersebut menerapkan metode Jigsaw dalam membunuh korban-korbannya. Zeke dan Schenk harus bahu-membahu berpacu dengan waktu untuk menangkap tersangka ketika korban jiwa makin bertambah.Dan situasi bertambah pelik ketika ayah dari Zeke yang juga seorang pensiunan polisi, Marcus Banks (Samuel L. Jackson) juga menghilang. Siapakah pelaku sebenarnya yang meniru Jigsaw ini? Dan apa motif pepmbunuhan tersebut? Dan apa hubungannya dengan ayah Zek yang hanya pensiunan polisi juga ikut menghilang? Jawaban yang diketahui dengan menonton filmnya.

Rentetan respon buruk yang selalu mengikuti sequelnya sejak film pertama tidak terlalu meganggu pihak studio untuk tetap melanjutkan franchise ini. Karena tidak bisa dipungkiri jika pasar untuk film Saw selalu ada. 7 sequel filmnya membuktikan itu. Tapi ketika Spiral: From the Book of  Saw diumumkan dibintangi oleh Chris Rock dan Samuel L. Jackson sebuah asa muncul jim versi terbaru Saw ini akan membawa pendekatan yang berbeda, minimal bisa menyamai bagaiman bagusnya film pertamanya. Ekspteasi hanya tinggal eksptasi. Untuk plot cerita sangat mudah bagi kita yang sudah menonton serie-seri sebelumnya bahwa Spiral memakai pola yang sama dari film kedua sampai ke-8. Yang mebedakan hanya karakter dan motif jadi jika kamu mengharapkan plot cerita yang berbobot karena melihat trailernya yang seperti membawa arah film ini seperti sejenis film-film David Fincher, sebaiknya turunkan eksptasi kamu sejauh mungkin.

Spiral: From the Book of Saw masih memberikan visual yang manjadi ciri khasnya, mengeksploitasi bermacam-maacam jenis penyiksaan kepada korbannya. di tengah plot cerita. Jika memang bagian adegan penyiksaan dalam film-film Saw adalah bagian terfavorit kamu, maka Spiral akan banyak memberikan kamu kepuasan. Tetapi jika kamu salah satu yang mengharapkan ada sesuatu yang baru pada Spiral dibanding seri-seri sebelumnya, maka tidak akan ada yang menejutkan kamu. Bahkan ketika twist pada ending muncul, hal itu tidak akan mengubah posisi kamu yang sdang menopang dagu. Karena lagi-lagi pola seperti itu sudah kamu temui diseri-seri sebelumnya.

Secara keseluruhan Spiral; From the Book of Saw masih sama dengan seri-seri sebelumnya. Tidak ada yang baru. Akan memuaskan bagi penikmat adegan-adegan penyiksaan yang sudah ada sejak film kedua, dan sebaliknya untuk yang berekspetasi mendapatkan plot cerita yang baru atau berbobot. Dan saya termasuk dalam golongan yang kedua.


Overall 5/10