Showing posts with label Tom Hardy. Show all posts
Showing posts with label Tom Hardy. Show all posts

Friday, December 17, 2021

ULASAN: SPIDER-MAN "NO WAY HOME"



Sebuah penantian itu akhirnya juga. Hype yang sudah mulai terbentuk setahun yang lalu akhirnya mencapai puncaknya ketika filmnya akhirnya tayang. Tentu saja yang saya maksud Spider-Man: No Way Home. Bahkan saya yang bukan fans Spider-Man sekalipun akhirnya juga masuk pada arus hype film ini. Yang membuat kita sangat menantikan dan terbentuknya hype itu tentu saja konsep "mustiverse" yang diperkenalkan Marvel Studios yang juga menjadi ranah selanjutnya yang akan banyak disinggung dalam film-film Marvel Studios selanjutnya.

Melanjutkan apa yang sudah terjadi dalam pada event Spider-Man: Far From Home ketika akhirnya identitas Peter Parker (Tom Holland) sebagai Spider-Man terungkap. Sejak saat itu hidup Peter Parker tidak pernah sama lagi. Terungkapnya identitas itu tidak hanya berdampak pada Peter Parker sendiri, namun juga orang-orang terdekatnya. Mencoba jalan pintas, Peter meminta tolong kepada Doctor Strange (Benedicth Cumberbatch) agar bisa membantunya membuat orang-orang mengetahui identitasnya bisa melupakan dia adalah Spider-Man. Namun permintaan yang disanggupi oleh Doctor Strange itu tidak berjalan lancar yang berimbas mengundang musuh-musuh Spider-man dari semesta lain. 

Sejak trailernya muncul pertama kali rasanya hampir semua dari kita merasa sangat antusias dengan banyaknya villain yang akan muncul di seri ketiga Spider-man versi Tom Holland ini, namun di sisi lain juga muncul kekhawatiran jika kejadian pada Spider-Man 3(2007) dan juga The Amazing Spider-Man 2 (2014) kembali terulang. Dan di sini kejelian Jon Watts sebagai sutradara yang naskahnya ditulis oleh Chris McKenna dan Erik Sommers yang juga menulis naskah dua film Spider-Man sebelumnya. Secara hati-hati memunculkan satu-persatu karakter villain tanpa terasa dipaksakan. Bahkan dari dialog-dialog villain yang muncul, naskahnya memberikan informasi-informasi asal-usul villian untuk penonton yang tidak menonton 5 film Spider-Man sebelum Homecoming.

Menuju 3/4 durasi film, plot cerita makin membesar sampai akhirnya tiba pada sesuatu yang benar-benar ditunggu penonton. Ketika hal yang ditungu-tungu itu muncul, rasa penasaran dan hype itu terbayar dengan tuntas. Betapa kita sebagai penonton tidak diberi berhenti untuk meberikan kekaguman dan memberikan tepuk tangan sampai akhir film. Sebuah final act dengan sequence action terbaik yang pernah kita lihat. Jika Endgame memberikan kita sensasi rasa takjub, maka untuk No Way Home memberikan sensasi euforia nostalgia. Bukan konsep multiverse yang membuat film ini sangat terlihat luar biasa, bukan itu. Karena konsep multiverse sudah pernah kita lihat lewat Into the Spider-Verse. No Way Home jauh lebih besar dari itu yang tidak bsia saya gambarkan dalam bentuk tulisan. Kamu harus menontonnya sendiri.

Spider-Man No way Home memberikan jawaban ekspetasi penggemar. Mengabulkan semua keinginan  penggemar yang bahkan saat trailernya muncul hal itu masih terasa sangat mustahil yang sekaligus menutup lubang pada dua generasi film Spider-Man sebelum Homecoming. Untuk hal ini kita harus berterima kasih pada pihak studio yang bisa membuat apa yang tidak mungkin menjadi kenyataan dalam bentuk visual. Damn, I love movies.

Overall: 9,5/10

Thursday, November 18, 2021

ULASAN: VENOM "LET THERE BE CARNAGE"









Setelah tertunda beberapa kali dan bahkan sempat dijadwalkan rilis tahun 2022, akhirnya sequel musuh bebuyutan Spider-Man ini sudah bisa kita saksikan di bioskop-bioskop. Masih dibintagi oleh Tom Hardy yang kembali memerankan Eddie Brock/Venom. Lalu ada Michelle Williams sebagai Anne, dan untuk villain utama ada Naomi Harris dan Woody Harrelson yang memerankan pasangan psikopat. Andy Serkis sang spesialis aktor CGI bertindak di kursi sutradara, melanjutkan yang sudah dikerjakan oleh Ruben Fleischer yang menyutradarai film pertama.

Melanjutkan yang sudah tertuang pada film pertama, Eddie Brock (Tom Hardy) yang masih kesulitan  mengontrol Venom yang ada dalam dirinya harus berhadapan masalah baru ketika Cletus Kasady (Woody Harrelson) seorang tahanan hukuman mati ingin menjumpainya sebelum hari hukuman mati baginya tiba. Pertemuan itu secara tidak sengaja membuat berpindah dan bermutasinya simbiot yang ada dalam diri Cletus setelah didapatkan dengan cara menggigit Eddie. Situasi makin memburuk ketika Cletus akhirnya bisa melarikan diri dari penjara dengan kekuatan barunya dan mulai meneror seisi kota. Hanya tinggal menunggu waktu bagi Eddie ditemukan oleh Cletus yang mutasi simbiot dalam dirinya menjadi lebih kuat dari Venom dan menamai dirinya Carnage.

Tanpa berbasa-basi, sequel ini mempunyai alur yang cukup cepat. Perkenalan karakter villain utama film ini Cletus Kasady hingga dia mendapat kekuatan seperti hanya sekadar mengisi posisinya sebagai villain klasik. Jadi jika kamu berekspetasi sesuatu pada karakter ini yang lebih dari sekadar villain sebaiknya kubur saja eksptasi kamu. Tidak ada nilai lebih yang diberikan karakter Carnage. Bahkan karakter Riot yang menjadi villain utama masih lebih berisi dibandingkan Carnage. Miskinnya penggalian karakter Carnage untungnya dapat ditutup dari sisi lain, yaitu hubungan antara Venom dan Eddie Brock yang banyak memancing tawa. Hubungan mereka sudah layaknya seperti bromance. Sangat menarik bagaimana Tom Hardy berakting beradu argumen dengan dirinya sendiri.

Jika dari sisi cerita tidak terlalu banyak berubah dengan film pertama, tidak dengan sisi actionnya. Andy Serkis sepertinya snagat memaksimalkan pada bagian ini. Sequence action pada sequel ini jauh lebih massive dibandingkan film pertama. Jikapun ada hal yang kurang memuaskan dari action ini tidak disajikan dalam rating semestinya. Untuk fans komiknya tahu persis bagaimana brutalnya Carnage yang sayang belum mendapat visual yang maksimal karena mengejar rating yang cocok untuk PG13.

Secara keseluruhan Venom: Let There Be Carnage hadir dengan elemen-elemen seperti film pertamanya. Seri ini yang tidak memberikan peningkatan dari plot cerita yang kuat, namun masih akan memberikan kepuasan jika kamu mengharapkan action yang jauh lebih besar dibandingkan film pertama