Wednesday, July 2, 2014

Ulasan : Deliver Us From Evil

Scott Derrickson melakukannya lagi! Masih terngiang dalam ingatan ini ketika ia meningkatkan  kekejaman genre film horror hingga sempat menyentuh level disturbing melalui Sinister pada 2012 lalu, sekarang ia kembali dengan satu yang akan membuat kita meringis lagi. Deliver Us From Devil, sebuah film horror-kriminal yang membuka cerita melalui subjek tidak biasa, yang selama ini kita kenal hanya muncul pada saat-saat terakhir ketika semua karakter sudah pada mati, yaitu badan kepolisian. Sebuah point of view yang lebih tangguh dan maskulin, sehingga penonton tidak akan menemukan karakter utamanya berteriak histeris ketika dikejutkan penampakan makhluk halus. Film ini menebar kengerian dengan formula yang lebih menjurus kepada investigasi kriminal dan psychopathic yang didasari faktor supranatural, ini bukan jenis horror parade kemunculan hantu.


Ralph Sarchie (Eric Bana) adalah seorang petugas kepolisian di kawasan Bronx, New York, yang mendapati sejumlah kasus kriminal pembunuhan yang teramat keji dalam dua minggu terakhir. Setelah menyadari berbagai kasus tersebut ternyata memiliki perilaku yang sama dan saling berkaitan, Ralph yang sejatinya tidak percaya dengan pengaruh ghaib menjadi harus menghadapi polemiknya sendiri dalam hubunagn vertikal alias kepercayaannya pada Tuhan. Sementara didera masalah spiritual pribadi, perkara yang sedang ia selidikipun terus semakin berkembang hingga mendorongnya untuk bekerjasama dengan Mendoza (Edgar Ramirez), seorang "pendeta" yang lain dari pada yang lain.
Film ini diilhami dari kisah nyata seorang polisi bernama Ralph Sarchie itu sendiri. Ia menuliskan pengalamannya dalm buku berjudul Beware The Night yang kemudian menjadi dasar pembuatan film. Dengan diproduseri oleh Jerry Bruckheimer, rasanya tidak perlu heran lagi apabila film akan memiliki pengaruhnya dalam penekanan khusus pada tensi sehingga menjadi lebih dramatis, seru, dan, komersil. Bukan berarti ini sesuatu yang otomatis buruk, hanya saja dengan kolaborasinya bersama Scott sebagai sutradara (sekaligus penulis naskah), membuat film jadi sedikit lebih berwarna... 
 
 
Dengan pemilihan jadwal rilis di antara gempuran film musim panas yang meriah seperti sekarang ini, Deliver Us From Evil jadi sangat berpotensi mengikuti jejak kesuksesan The Conjuring yang menjadi alternatif segar bagi penonton yang mulai jenuh dengan sajian tipikal film blockbuster pada pertengahan tahun lalu. Apabila film itu membuat penonton trauma dengan adegan ikonik  tepuk tangan yang keluar dari dalam lemari pakaian, maka setelah menonton film ini kalian akan menyadari bahwa sesuatu telah mendatangimu ketika pada suatu malam barangmu terjatuh sendiri dari atas meja, kemudian benda tersebut menggelinding di lantai beberapa kali sebayak lebih dari yang semestinya. Damn, that was really scary scene!

Deliver Us From Evil tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini, 2 Juli 2014.
(By Ipan)

 

Subscribe to this Blog via Email :