Monday, July 17, 2017

ULASAN: THE BLEEDER






Chuck Wepner, seorang petinju dari kelas berat yang memiliki kesempatan membesarkan namanya jika berhasil mengalahkan Muhammad Ali. Ia dijuluki The Bleeder, diambil dari ketahanannya dalam menerima pukulan, meski telah dihantam berkali-kali Chuck masih tetap kembali berdiri.



Ini bukanlah film bertema olahraga tinju, layaknya Creed, Bleed for This, atau Southpow, The Bleeder lebih mengedepankan narasi karakternya. Meski scene pertarungan tinju hanya berjalan satu bagian saja, bukan berarti The Bleeder tidak menyenangkan untuk ditonton. Adalah Liev Schreiber yang dengan apiknya memerankan sang tokoh utama.



Ini bukan cerita pahlawan yang kalian inginkan, ini cerita mengenai seorang loser. Ah, sulit mengatakannya sebagai seorang loser, namun entah yang dia lakukan adalah self-destructive. Chuck bukalah petinju terbaik pada jamannya, juga setelah ketidakberuntungannya yang mengalahkannya dari perebutan gelar akbar dan boomingnya film “Rocky”, Chuck secara konsisten memilih pilihan yang buruk. He lost the ground. He should be a big man with big name, but people will always remember his fiction-self (either the character of Rocky was based on him is true or not). Ingat Chuck di awal film mengatakan bahwa “You don't know me. Well, you know me, but you don't know you know me."


(By Annisa Anugra)

Subscribe to this Blog via Email :