Thursday, June 11, 2020

ULASAN: ONLY, DRAMA-ROMANSA DITENGAH-TENGAH PANDEMIC PUNAHNYA SEMUA WANITA DI DUNIA



Sebuah film yang menceritakan perjuangan sekelompok manusia yang mencoba bertahan di tengah-tengah situasi wabah atau pandemic yang menyerang sudah sering kita temui. Beberapa yang sangat memorable ada seperti Contagion atau Children of Men. Dari kedua film itu yang membuatnya menarik adalah bukan hanya sekedar bertahan hidup, tetapi bagaimana beradaptasi dengan situasi dimana kompas moral kita sebagai manusia juga berubah.  Hal yang sama juga merupakan premis dari film drama-romance berjudul Only ini yang dibintangi oleh  Freida Pinto (Slumdog Millionaire, Knight of Cups) dan Leslie Odom Jr (Murder on the Orient Express, Harriet). Lalu sutradara ada nama Takashi Doscher yang lebih banyak aktif dalam menyutradarai film-film pendek sebelumnya. Only merupakan fim panjang ketiga Takashi sebagai sutradara dan penulis naskah.


Only bercerita ketika sebuah komet yang hancur sebelum menghantam bumi yang abunya menghujani daratan tanpa diketahui membawa virus yang tidak pernah terduga. Virus mematikan yang hanya berdampak pada wanita yang sangat mudah menular pada wanita lainnya. Dalam waktu yang singkat populasi wanita di dunia mengalami jumlah kematian yang sangat tinggi dan cepat yang juga berarti mengancam kepunahan manusia di bumi. Eva (Freida Pinto) yang sejak hari pertama terlindungi karena tidak berada diluar adalah salah satu yang selamat dan belum terpapar virus. Bersama pacarnya Will (Leslie Odom Jr) yang menjadi sangat protektif dalam melindungi Eva, mereka berdua juga menyaksikan bagaimana dunia perlahan menjadi sekarat ketika populasi wanita semakin dekat kepunahan. Merasa memang tidak punya masa depan yang menunggu, Eva dan Will merencanakan sebuah perjalanan terakhir ke sebuah tempat yang ingin mereka kunjungi sejak dulu ditengah-tengah dimana keberadaan wanita yang masih sehat sangat dicari oleh pemerintah untuk dijadikan penelitian dan mengamankan sisa-sisa wanita terakhir.


Premis cerita yang cukup menarik bukan ? Dengan premis seperti itu sangat memancing rasa penasaran untuk mencoba menonton. Well, jika kamu mengira Only yang mempunyai struktur cerita drama yang intens dan kuat seperti Children of Men dan Contagion maka sebaiknya singkirkan dulu hal itu. Karena film akan fokus kepada dua karakter utamanya saat menghadapi situasi pandemic yang diceritakan secara back to back saat hari pertama virus menyerang dan saat pasca virus sudah mengubah dunia. Tidak seperti Contagion ataupun Children of Men dimana karakter utama sebagai orang biasa terlibat dalam sebuah masalah yang lebih besar mengenai keberlangsungan kehidupan yang membuat cerita makin kompleks, maka Only jauh lebih dari sederhana dari itu.


Alur cerita yang yang sangat lambat mungkin sedikit akan menguji kesabaran. Terlebih dialog atau komunikasi antara Eva dan Will padat dengan subteks. Adegan demi adegan mengarahkan penonton untuk mencoba memahami Eva dan Will yang alih-alih membantu pemerintah dalam mencoba mengamankan wanita-wanita yang tersisa untuk dilindungi, Eva dan Will lebih memilih bersembunyi dan melakukan perjalanan terakhir  yang berbahaya.`


Only mungkin bukanlah film terbaik jika dibandingkan dengan film-film sejenis. Fokus kepada dua karakter utamanya,  film ini ingin menyampaikan sebuah pertanyaan, bagaimana jika pasangan atau salah satu orang yang kamu sayangi adalah satu-satunya wanita yang tersisa di dunia ? apakah kamu rela menyerahkannya kepada orang lain untuk sesuatu yang lebih besar, seperti menyelamatkan dunia yang belum tentu berhasil atau lebih memilih pasrah jika dunia memang sudah mencapai akhirnya dan lebih memilih menghabiskan waktu-waktu terakhir untuk bersama ? Sebuah pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh penonton.

Overall: 7/10

NB: Only bisa ditonton lewat aplikasi Kilk Film yang terdapat di Playstore dan IOS

Subscribe to this Blog via Email :

1 komentar:

Write komentar
seomakassar
AUTHOR
June 28, 2020 at 3:07 PM delete

wah keren banget ceritanya... salam gan dari jadwal21.net

Reply
avatar