Wednesday, November 2, 2022

ULASAN: THE DEVIL'S LIGHT



Kalau ditilik kebelakang, hampir setiap bulannya kita penonton di Indonesia sellu disuguhi 2-5film horror terbaru di bioskop. Film-film horror lokal masih mendominasi tentunya. dari 2-5 film horror itu minimal ada satu film horror dari negara lain yang masuk. Untuk bulan November ini ada The Devil's Light yang secara kebetulan berdekatan tayangnya dengan film horror Indonesia berjudul 'Qodrat', film horror yang sama-sama mengangkat tema eksorsis atau ruqyah bahasa yang lebih familiar kita di Indonesia.


Disaat ledakan kasus kerasukan setan di seluruh dunia yang makin meningkat, Gereja Katolik membuka cabang sekolah eksorsisme di luar Vatikan untuk pertama kalinya di Boston, Amerika Serikat. Suster Ann (Jacqueline Byers), satu-satunya perempuan yang tertarik bisa ikut pelatihan eksorsis. Namun aturan melarang bahwa perempuan melalkukan prosesi pengusiran iblis/setan. Namun karena suatu kejadian, Suster Ann mendapat kepercayaan dari Father Quinn (Colin Salmon) untuk bisa mengikuti pelatihan setelah melihat sendiri Suster Ann mempunyai potensi dalam hal eksorsis. Perlahan dan secara tidak langsung Suster Ann harus menghadapi trauma dari masa lalunya pada saat pelatihan ketika melakukan eksorsis pada pasien anak gadis bernama Natalie. Gadis yang menjadi benang merah dari masa lalu Suster Ann.



Dengan tema eksorsis, secara garis besar The Devil's Light mempunyai plot yang hampir sama dengan film-film eksorsis yang kita tonton.Yang membuatnya berbeda memasang karakter utama wanita sebagai bagian utama eksorsisnya. Terlepas dari isu gendernya sendiri jika memang ada, untungnya karakter Suster Ann diperankan cukup baik oleh Jacqueline Byers yang membuat penonton perduli dengan karakternya sampai akhir dengan plot cerita yang tidak terlalu luar biasa. 


Sementara untuk momen-momennya horrornya sendiri bisa dibilang minim kreativitas atau bisa kurang memaksimalkan potensi horrornya. Lagi-lagi tipikal horror bertema eksorsis yang sering kita jumpai, seperti badan terlipat, menjadi spider-man di dinding rumah. Awal-awal cukup eefektif, namun perlahan kita mulai terbiasa dengan polanya.


Secara keseluruhan, The Devil's Light mempunyai kelebihan atau kekuatan pada karakter utamanya yang menjadi poin kuat penonton ada di kursi bioskop sampai akhirnya. Namun jika dibandingkan film eksorsis sejenis seperti franchise The Exorcist, film ini tampak terllu biasa. Kecuali jika memang kamu belum pernah menonton franchise The Exorcist, film mungkin bisa memeberi efek yang berbeda untuk kamu.

Overall: 6,5/10

 

Subscribe to this Blog via Email :