Sunday, October 18, 2026

REVIEW STREET FIGHTER: ADAPTASI GAME YANG MEMAHAMI DAYA TARIK MATERI ASLINYA



Fun, rame, campy dan tetap ngasih fighting yang impactful. Adaptasi film STREET FIGHTER terbaru ini hampir tanpa rem mengadaptasi materi aslinya bukan hanya dari look atau fighting style dari karakternya, Tapi juga physics dari game yang membuat mereka sebagai karakter yang seolah-olah selalu ready-to-action mau sefatal apapun impact yang diterima dari pertarungan sebelumnya.




Kitao Sakurai sbg sutradara nggak bersenang-senang sendirian. Ia tentu ngajak penonton & fans untuk have fun lewat humor dan aksi yang komikal, cerita yang nggak bertele-tele , world & conflict building simple yang reliable, visual gag, dan ditunjang pula totalitas akting para castnya dalam ngehidupin karakternya. Selain Ryu dan Ken, Karakter Dhalsim , Guille dan Vega adalah beberapa karakter yang menurut MinGil traitnya pas dalam translasinya ke versi live action yang ini. Oya, nggak ketinggalan sekuens anime sebagai flashback untuk mempertebal konflik & motivasi Ken & Ryu juga keren.


Sekilas ada juga rasa nostalgia ke actioners tahun 90an seperti Double Dragon atau Teenage Mutan Ninja Turtles. Khususnya dari humor dan exchange joke dari karakternya. Hanya saja beberapa joke seksual terasa agak over dan screentime Eric Andre yang bukan karakter fighter kerasa terlalu mendominasi di 2nd act.


Adegan fighting di ruang minim cahaya juga cukup disayangkan jadi kurang terlihat koreonya yang sebenarnya keren. Meski agak kurang beraturan menuju klimaks, Kitao seolah mengingatkan lagi penonton agar tetap bersenang-senang saja alih-alih memikirkan arah plotnya. Dan pancingan menuju sekuel pun terpampang nyata.

Rating: 7/10


Subscribe to this Blog via Email :