Showing posts with label Komedi. Show all posts
Showing posts with label Komedi. Show all posts

Tuesday, July 14, 2026

JIRAYUT DEBUT SEBAGAI PEMERAN UTAMA LEWAT FILM HOROR KOMEDI CEK KHODAM

Film Cek Khodam menggelar press screening dan gala premiere pada 10 Juli 2026 menjelang penayangannya di bioskop. Mengusung genre horor komedi, film ini menawarkan premis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Alih-alih menjadikan hantu sebagai sumber ketakutan utama, Cek Khodam mengangkat realitas bahwa manusia modern justru lebih dihantui cicilan, dompet kosong, dan tanggal tua, hingga membuat dunia khodam "panik" karena tak lagi dianggap paling menyeramkan.

Film ini juga menjadi tonggak penting bagi Jirayut yang menjalani debut sebagai pemeran utama layar lebar. Selain itu, Saputra Kori untuk pertama kalinya bermain dalam film horor komedi. Keduanya didukung oleh sederet komedian seperti Tante Lala, Kak Gem, dan Benidictus Siregar, yang menghadirkan komedi ringan dan spontan tanpa menghilangkan nuansa mistis. Deretan pemain lainnya meliputi Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, Fanny Fadillah, Adi Sudirja, Ence Bagus, Sadana Agung, Cetul Leatherart, dan Mikayla Sofia.

Dengan memadukan unsur horor, komedi, dan isu keseharian yang relevan, Cek Khodam hadir sebagai tontonan yang menghibur sekaligus terasa dekat dengan penonton Indonesia. Film ini menjanjikan perpaduan tawa, ketegangan, dan sindiran terhadap keresahan hidup masa kini. Cek Khodam dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.

Tuesday, August 19, 2025

REVIEW FILM TINGGAL MENINGGAL: HUMOR ABSURD, SATIR, DAN SENTILAN EMOSIONAL


Tinggal Meninggal hadir sebagai debut film panjang Kristo Immanuel yang berani sekaligus unik. Dengan gaya khasnya yang nyeleneh, absurd, namun tetap menyelipkan sisi emosional, Kristo berhasil menghadirkan karya yang tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga menyentil penonton lewat pesan-pesan yang subtil.

Sejak awal, alur ceritanya sebenarnya masih bisa ditebak, tetapi Kristo pintar menjaga atensi dengan celetukan kocak, momen awkward, hingga teknik breaking the fourth wall yang memberi kesegaran tersendiri. Premisnya sendiri dibangun dengan humor getir yang terasa natural, menjadikan film ini punya warna berbeda dibanding komedi lokal kebanyakan. Salut juga untuk Imajinari yang berani mengeksekusi ide “seaneh” ini ke layar lebar—karena biasanya konsep semacam ini hanya berhenti di film pendek.

Salah satu elemen paling menonjol adalah bit jokes bernuansa agama yang meski agak riskan, justru menjadi salah satu bagian paling ngena. Di sisi lain, ada Mario “Mahi Mahi” Caesar yang tampil sebagai scene stealer lewat perannya sebagai kolega penuh curiga namun cerdik dalam rekayasa.

Meski begitu, film ini terasa masih butuh sedikit “ledakan” ekstra agar tidak tampak canggung di beberapa bagian. Namun bisa jadi rasa canggung itu memang disengaja, agar penonton ikut merasakan apa yang dialami karakter Gema. Beberapa ganjalan mungkin ada, tetapi tidak sampai mengganggu keseluruhan pengalaman menonton.

Secara keseluruhan, Tinggal Meninggal adalah tontonan segar yang patut diapresiasi karena keberaniannya. Kristo membuktikan dirinya bukan hanya sekadar komika dengan persona lucu, tetapi juga seorang storyteller yang punya visi.

Rating: 7,5/10

Wednesday, April 26, 2023

ULASAN: ASTERIX & OBELIX 'MIDDLE KINGDOM'



Buat penonton yang gemar membaca komik-komik Perancis – Belgia pasti tidak asing dengan judul Asterix dan Obelix termasuk saya sendiri. Beberapa komik Prancis-Belgia paling terkenal yang meraih ketenaran mancanegara termasuk Indonesia adalah Petualangan Tintin (Hergé), Gaston Lagaffe (Franquin), Asterix (Goscinny & Uderzo), Lucky Luke (Morris), The Smurfs (Peyo), Spirou and Fantasio (Franquin). Judul-judul komik tersebut beberapa di antaranya sudah diadaptasi menjadi film animasi atau live-action movie. Sudah terdapat 18 judul film Asterix dan The Middle Kingdom menjadi film ke-19. Asterix & Obelix: The Middle Kingdom adalah sebuah film komedi keluarga Prancis Garapan sutradara Guillaume Canet, yang juga berperan sebagai Asterix. Kisah petualangan mereka selalu bentrok dengan tantara kerajaan Romawi yang memiliki agenda menaklukkan desa mereka. 


Asterix dan penduduk desanya selalu mampu melawan tentara Romawi berkat ramuan ajaib dukun desa Panoramix. Film Ini adalah installment kelima dalam seri film Asterix. Film ini yang dibintangi oleh Gilles Lellouche sebagai Obelix menggantikan Gérard Depardieu. Kisah aslinya didasarkan pada naskah karya Philippe Mechelen dan Julien Hervé. Canet juga berkolaborasi dalam pembuatan naskah dan merupakan film Asterix pertama yang tidak didasarkan pada salah satu album komik Asterix. Film ini didukung para cast terkenal di antaranya Julie Chen, Vincent Cassel, Jonathan Cohen, Marion Cotillard, Leanna Chea, Jose Garcia, Zlatan Ibrahimovic.





Berkisah tentang pelarian yang dilakukan oleh Putri Sah Hee (Julie Chen) dari sosok pangeran jahat Deng Tsin Qin (Bun Hay Mean). Putri Sah Hee bersama pengawalnya, Kak Rah Tay (Leanna Chea) dan seorang pedagang asal Venesia Bankruptix (Jonathan Cohen) mendatangi Desa Galia. Tujuan kedatangan mereka ke desa tersebut adalah untuk meminta bantuan dari Asterix (Guillaume Canet) dan Obelix (Gilles Lellouche) untuk membebaskan ibunya (Linh-Dan Pham) yang dipenjara setelah kudeta. Bersamaan dengan itu misi pembebasan mereka ke Tiongkok, Caesar (Vincent Cassel) dan pasukannya juga mengikuti mereka untuk menaklukkan Kerajaan Cina (Middle Kingdom)



Sebetulnya film ini punya potensi yang cukup besar jika naskahnya dikembangkan dengan baik. Premisnya menarik karena Asterix dan Obelix harus berpetualang jauh dari desa mereka yaitu ke China yang sangat berbeda dari segi bahasa dan kultur. Akan tetapi seiring film berjalan, kita akan menyaksikan betapa tidak koheren antara premis, pengembangan karakter, dan penyelesaian konflik yang ada. Ciri khas Asterix dan Obelix masih tetap ada (Asterix yang selalu meminum ramuan sebelum menghadapi lawan-lawannya dan Obelix yang sudah kuat akibat tercebur ramuan Ajaib) tapi tidak dipakai untuk memperkaya dinamika cerita padahal di komiknya unsur ini selalu dipakai dalam jalan cerita utamanya. Persoalan latar belakang dan konflik yang hadir di China sebetulnya bisa digali lebih dalam lewat karakter Putri Sah Hee namun ini tidak dilakukan. Semuanya berjalan maju tanpa ada penjelasan yang konkrit. Belum cukup sampai di sana banyak plot tambahan yang tidak mampu mendukung langsung cerita utamanya sehingga dirasakan agak memaksa seperti kisah cinta segitiga yang terjadi antara Putri Sah hee, Asterix dan Bankruptix (Jonathan Cohen). Kisah cinta pada pandangan pertama antara Obelix dan pengawal sang putri, Kak Rah Tay. Serta kemunculan Antivirus (Zlatan Ibrahimovic), yang digadang-gadang sebagai mata-mata dan tentara terkuat Julius Caesar (Vincent Cassel) tapi kurang jelas juntrungannya. Untungnya, visual dan desain set pada film ini masih menjadi poin plus karena digarap dengan serius. Mulai dari set lokasi untuk adegan pertarungan hingga kostum karakter yang terlihat meyakinkan. Dari sisi komedi, porsi jokes di cukup lumayan menghibur dan mengundang gelak tawa.




Asterix & Obelix: The Middle Kingdom tampil sebagai film komedi keluarga yang menghibur. Filmnya mungkin tidak didasarkan history spesifik tapi lebih sebagai rekaan saja bagaimana jika Bangsa Galia/ Gaul berinteraksi dengan bangsa China. 2-3 tahun belakangan ini menjadi momennya bangsa Asia untuk mendapat sorotan dan dunia perfilman nampaknya sedang memanfaatkan momen tersebut. Secara keseluruhan ini bukan masterpiece tapi bukan film yang buruk juga, masih bagus untuk ditonton jika sedang butuh tontonan yang menghibur tapi jika dihadapkan pada pilihan lain yang lebih bagus tentunya film ini tidak akan pernah masuk jadi film pilihan untuk ditonton terlebih faktor tambahan bahwa ini bukan film Hollywood.



Overall : 6.5/10

(By Camy Surjadi)

Thursday, April 21, 2022

ULASAN: THE UNBEARABLE WEIGHT OF MASSIVE TALENT





Nicolas Cage punya resume film yang cukup panjang, penampilannya yang fenomenal dan paling diingat ada di film Con Air (1997), The Rock (1996), Face/Off (1997), City of Angels (1998), Lord of War (2005), The Wicker Man (2006) dan Knowing (2009). Film-filmnya beragam mulai dari action, quirky comedy, sampai award winning movies. Kondisi finansialnya yang sempat terlilit hutang membuatnya terlibat dalam film-film multigenre dan terkadang absurd, ada yang flop tapi ada juga beberapa yang bagus. Nah Apa jadinya jika ada film yang mengisahkan dirinya sendiri? The Unbearable Weight of Massive Talent adalah jawabannya. Film ini bukan biopik tapi lebih bergenre komedi surreal yang menempatkan aktor Nic Cage sebagai tokoh utama dengan plot komedi yang kental, representasi karakter fiksi (dan sebagian riil) dari Nic Cage, serta mengambil beberapa referensi dari film-filmnya. Disutradarai oleh Tom Gormican dan skenario yang ditulis bersama dengan Kevin Etten. Film ini dibintangi oleh Nicolas Cage (sebagai versi fiksi dirinya), bersama dengan pemeran pendukung yang meliputi Pedro Pascal, Sharon Horgan, Ike Barinholtz, Alessandra Mastronardi, Jacob Scipio, Neil Patrick Harris, dan Tiffany Haddish.



Alkisah Aktor Nicolas Cage diberitawaran 1 juta USD untuk menghadiri ulang tahun penggemar super miliarder Javi Gutierrez (Pedro Pascal) seperti diinfokan agennya Fink (Neil Patrick Harris) namun ia enggan untuk menerima pada awalnya. Karena keadaan dirinya yang sedang tidak dalam kondisi baik di tengah perceraian dengan istrinya Olivia (Sharon Horgan), pamor bintangnya meredup,dan hubungan dengan putrinya Addy (Lily Mo Sheen) juga memburuk maka akhirnya tawaran tersebut diterima juga. Ketika keadaan berubah menjadi sangat kacau, Cage yang terjebak dalam konflik karena membantu penyamaran CIA dipaksa untuk menjadi versi dari beberapa karakter paling ikonik dan dicintainya untuk melepaskan istri dan putrinya dari Javi yang menurut info CIA adalah seorang pedagang senjata dan diduga terlibat penculikan putri presiden Meksiko.



Sepanjang durasi 107menit, film ini sangat asyik dan tidak membosankan untuk diikuti. Ceritanya ringan dan sangat menghibur. Di bagian awal film inimemberikan kita pengenalan kepada karakter Nick Cage yang dalam universe ini adalah representasi fiksi dirinya yang diceritakan adalah legenda film di Hollywood yang karirnya sedang meredup serta memiliki permasalahan keluarga yang cukup pelik. Lalu bagian kedua penonton dibawa untuk mengenalkan rakter Javi di mana interaksi Javi dan Nick Cage menjadikan cerita semakin menarik. KarakterJavi akan  membuat penonton menduga-duga motif yang sebenarnya. Layer cerita dibuat semakin menarik dengan kemunculan dua agen CIA Vivian(Tiffany Haddish) dan Martin (Ike Barinholtz) yang mengajak Nick menguak identitas Javi. Di Bagian akhir ditutup dengan sedikit kejutan namun petunjuknya sebetulnya sudah diberikan di pertengahan cerita. Jalinan cerita yang menarik, porsi komedi yang pas, dan cerita yang tidak mudah tertebak merupakan faktor kunci kesuksesan film ini. Hal paling unik dan lucu dalam film ini ialah bagaimana persona Nicholas Cage dijadikan bahan lawakan lewat referensi peran dan film-film yang pernah ia bintangi di sepanjang film. Sebuah tribute yang tentunya memberiefek nostalgia bagi penonton khususnya yang sudah mengikuti film-filmnya dari tahun 90-an.



Cage dan Pascal memiliki chemistry yang absurd dan klop ketika bersama. Mereka sangat menyenangkan dan saling mengagumi satusama lain. Hal ini menular. Pada hakikatnya film ini adalah buddy action comedy yang dengan gembira memahami keinginan penonton. Cage tahu penonton suka dirinya ketika beraksi dalam film aksi maka diberikanlah porsi aksi yang cukup absurd sepanjang film mulai dari car chase, aksi mata-mata sampai tembak-menembak. Ini adalah penghargaan seorang aktor yang menaruh kepercayaannya pada penonton sebanyak mereka percaya padanya.



The Unbearable Weight of Massive Talentmerupakan film cerdas dan inovatif, film ini seakan menegaskan bahwa Nick Cage punya potensi yang jika dikembangkan dalam film yang tepat akan menjadi luar biasa efeknya. Semoga ke depannya Nick Cage bisa lebih selektif terlibat dalam film dan menghasilkan lebih banyak film-film berkualitas seperti ini



Overall : 8/10

(By Camy Surjadi)  

Thursday, March 24, 2022

ULASAN: THE LOST CITY





Jika tidak memasukan All About Steve (2011) yang gagal, terkahir kali Sandra Bullock bermain dalam film genre romance ada di tahun 2009 lewat film The Proposal yang sukses besar. 13 tahun berselang Sandra Bullock kembali  pada genre ini setelah tahun-tahun sebelumnya lebih banyak berrmain film serius yang membuat namanya makin kokoh dalam deretan akris list-A. Dalam film romance yang dikombinasikan dengan petualangan ini Sandra Bullock mendapat lawan main yang juga sudah sering bermain dalam komedi yaitu Channing Tatum. Selain itu juga ada Brad Pitt dan Daniel Radcliffe yang ikut terlibat.



Loretta Sage (Sandra Bullock) seorang novelis yang masih belum lepas dari duka atas meninggalnya sang suami sedang kesulitan menyelesasikan novel terbarunya di saat editor, fans dan bahkan Alan Caprison (Channing Tatum) yang menjadi model cover karakter novelnya tidak sabar menunggu kelanjutan novel yang dia tulis. Tanpa diketahui Loretta, Abigail Fairfax (Daniel Radcliffe) seorang jutawan mengamati tulisan Loretta lebih dalam dan merasa Loretta bisa membantunya menemukan mahkota dari sebuah negeri yang hilang. Fairfax pun menculik Loretta. Alan yang melihat penculikan tersebut memutuskan ingin menolong Loretta dan membuktikan bahwa dia lebih dari sekadar model cover yang diremehkan oleh Loretta. Dengan bantuan Jack Trainer (Brad Pitt) mereke berdua menyusul ke sebuah pulau terpencil tempat Loretta disekap.


Terinspiransi dengan Romancing the Stone (1984), film yang menggabungkan romansa dengan petualangan pencarian harta karun ini seperti yang diperlihatkan di trailer dipenuhui adegan komedi yang kental sebagai jualan utamanya. Komedi yang hampir ada dalam keseluruhan durasi film. Untuk beberapa saat komedinya terasa efektif, namun seiring berjalannya durasi komedi itu jadi terasa hambar yang terlalu dipaksakan. Itu bisa kita deteksi dari suasana bioskop di mana suara tawa makin berkurang dari pertengahan ke akhir.


Terlepas dari komedi yang memang bersifat relatif pada penonton lainnya, The Lost City mempunyai plot cerita yang menarik. Penampilan Channing Tatum dan Sandra Bullock yag umurnya terpaut jauh itu dapat dileburkan dengan chemistry mereka yang solid. Pengalaman mereka yang sudah sering membintangi film-film romance terlihat jelas di sini. Penampilan mereka lah yang membuat kamu betah dengan film ini. Selain mereka berdua, penampilan Brad Pitt juga berhasil mencuri perhatian. Tawa paling keras akan kamu dapatkan saat dia muncul. Sayangnya performa yang kuat dari cast lainnya itu tidak dapat imbangi oleh villain utama yang diperankan oleh Daniel Radcliffe. Penampilan Radcliffe di sini hampir tidak ada bedanya denagn penampilannya di film Now You See Me 2. Ada hanya untuk dilupakan.


Secara keseluruhan The Lost City mungkin belum bisa masuk dalam list film romance terbaik yang pernah kamu tonton. Tetapi film ini masih mampu menghibur di tengah-tengah film action yang sedang tayang di bioskop saat ini.

Overall: 6/10

Wednesday, March 23, 2022

ULASAN: THE BAD GUYS




DreamWorks Animation kembali mencoba membangun franchise. Setelah sukses dengan franchise seperti Shrek, Kungfu Panda, Madagascar dan The Boss Baby. Kini DreamWorks Animation mencoba mengangkat ide cerita dari adaptasi buku anak-anak berjudul The Bad Guys karangan dari Aaron Blabey. Potensi adaptasi buku ini menjadi franchise sangat besar karena bukunya sendiri memiliki 15 volume. Sekarang tinggal menungu respon apakah film pertama ini bisa diterima dengan baik oleh penonton atau tidak. Disutradarai oleh Pierre Perifel yang juga merupakan debutnya di film panjang. Naskahnya sendiri ditulis Etan Cohen (Tropic Thunder, Idiocracy) dan Hilary Winston.



The Bad Guys menceritakan satu kelompok kejahatan yang paling terkenal ‘The Bad Guys’. Sebuah kelompok yang menjadi dalang setiap pencurian-pencurian besar yang bertahun-tahun selalu berhasil menghindari penangkapan dan menjadi penjahat yang paling dicari oleh pihak kepolisian. Namun hanya menunggu waktu saja ketika akhirnya mereka tertangkap, Mr. Wolf (Sam Rockwell), Mr. Snake (Marc Maron), Mr. Shark (Craig Robinson), Mr. Piranha (Anthony Ramos) dan Mrs.Tarantula (Awkwafina). Didasari sebuah kesempatan yang tidak terduga ketika tertangkap, The Bad Guys membuat kesepakatan bahwa mereka akan menjadi orang baik sebagai imbalan kebebasan mereka.



Dibuka dengan adegan pembuka yang mengingatkan dengan adegan pembuka Pulp Fiction, penonton akan langsung dibawa dengan berkenalan dengan 5 anggota The Bad Guys. Dari narasi yang disampaikan Mr. Wolf kita sudah bisa mengetahui bagaimana problematika yang dihadapi karakter-karakternya. Mereka menjadi korban persepsi atau generilisasi negatif karena rupa mereka. Perbuatan yang baik adalah sesuatu yang mustahil. Setidaknya itulah anggapan publik. Sebuah sindiran dan pesan yang hendak disampaikan oleh filmnya dan cukup relevan. Kenyataannya kita memang hidup dalam lingkaran seperti itu. Pesan yang cukup kuat dan serius namun disampakan dengan pengemasan komedi dan aksi.


Kental dengan elemen-elemen 'heist movie', The Bad Guys seperti Ocean Eleven versi animasi. bahkan persona dari karakter Mr. Wolf semacam tribut untuk karakter Danny Ocean (George Clooney) di Ocean Eleven. Elemen 'heist movie' itu dikombinasikan dengan komedi yang  efektif dan sering mengocok perut. Film heist movie tidak lengkap dengan twist-twist dibalik sebuah rencana juga bagian menarik dari animasi ini. Penonton sudah tahu akan adanya twist, tapi apa dan bagaimana, cukup menggelitik penonton untuk menebak-nebak.


Plot cerita tentang penjahat yang ingin berbuat baik memang  sudah pernah kita temui lewat Despicable Me, Megamind atau Wreck-it Ralph. Tapi mengemasnya  dalam konsep heist movie? Mungkin belum banyak. Dan ketika arus animasi pada saat ini lebih banyak berjenis 3D, hadirnya The Bad Guys dengan animasi 2D memberi daya segar tersendiri pada penonton. 

Overall: 7,5/10