Tuesday, October 29, 2013

NONBAR THOR : THE DARK WORLD ( IMAX ) WITH KOMUNITAS GILA FILM, MOVIEGOERS, BANK MOVIE & TOTAL FILM INDONESIA





Hai Penggila Film semuanya..., bagaimana ? udah siap untuk nonbar lagi dengan teman-teman penggila film lainnya ?. Yuk gabung ama kita-kita di acara nonbar weekend ini, film yang dijadikan nonbar kali ini adalah sequel dari film Thor ( 2011 ). Pasti salah satu film yang kamu ingin tonton tahun ini kan ?. Untuk keterangan waktu dan tempat, yuk mari di cek dibawah ini.





Event : Nonbar Thor " The Dark World "

Waktu Acara : 3 November 2013 , mulai jam 10 Pagi  - Selesai

Lokasi : IMAX, Gandaria City



Buruaaaaaan, limited seat.....


Untuk pendaftaran silahkan hubungi Pin BB 328224F9 ( Bang Onta ) or Whassaap 08891422771






KEEP CALM AND PROUD TO BE PENGGILA FILM !!!

Saturday, October 19, 2013

ULASAN : WE'RE THE MILLERS



Sore lalu, di saat jam kerja baru saja berakhir dalam pekan yang cukup sibuk, saya tiba-tiba dikhabari teman untuk menghadiri undangan screening film, yang kebetulan memang film tersebut sudah ditunggu-tunggu perilisannya sejak lama; We're The Millers. Tentu saja, ini merupakan khabar menggembirakan, namun masalahnya adalah, badan ini sungguh terasa penat setelah seharian bekerja, sementara jadwal screeningpun sudah terlalu mepet yaitu pada jam 7 malam! Apa mau dikata, kesempatan hanya datang sekali *halah*, jadi mau tidak mau, jalan Jakarta yang macet di sore haripun tetap saya tempuh meskipun badan ini sudah berasa remuk. Kemudian sekarang pertanyaan nya adalah, apakah film yang saya perjuangkan itu telah memberikan imbalan yang setimpal? Jawabannya, iya bingiit!



Mungkin film ini bisa diperkenalkan dengan sedikit membahas posternya. Tampak figur empat orang berpose yang seolah ingin berkenalan dengan dunia bahwa mereka adalah sebuah keluarga yang utuh. Judul We're The Millers dipampang dengan tulisan yang jelas dengan bubuhan bintang note yang memberi keterangan *if anyone asks. Artinya? Ya, mereka adalah keluarga palsu! Mulai dari karakter David Clark (Jason Sudeikis) yang aslinya berlatar seorang pria dewasa bujang pedagang narkoba, kemudian Rose O'Relly (Jennifer Aniston) seorang stripper, Casey Mathis (Emma Roberts) seorang gadis remaja pelarian, dan Kenny Rossmore (Will Poulter) seorang pemuda culun. Dikarenakan situasi yang mendesak, para karakter yang tidak saling mengal dengan cukup baik ini terpaksa harus 'bersatu' membangun sebuah keluarga yang tampak harmonis, demi mencapai sebuah tujuan materil.




Film ini memiliki segalanya untuk menjadi mesin pengocok perut nan ampuh. Semenjak menit-menit pertama dimulai, penonton sudah dibawa pada mood yang girang dan santai, dengan berbagai humor pintar, dan dialog yang dilontarkan tanpa sungkan-sungkan layaknya film komedi dewasa. Kasar, sedikit jorok, namun tidak membebani pikiran, tentunya jika kalian dapat menerima semua itu dengan pikiran terbuka, sebagai sekedar sebuah joke.
Untuk sebuah komedi, tentunya film tidak akan menyuguhkan cerita berbelit yang hanya akan mengeritnyitkan kening. We're The Millers memiliki cerita yang relatif sederhana dengan alur yang asik menyenangkan. Memang, film komedi seperti ini dapat mudah terjerembab menjadi tontonan garing yang membosankan apabila tidak sanggup menyukseskan beberapa elemen penting seperti premis yang unik, lelucon yang tidak dipaksakan, hingga jalinan antar karakter yang kuat. Banyak peristiwa kebetulan terjadi sepanjang film, namun berkat pengemasan yang sudah begitu diperhitungkan dengan timing yang sangat pas, berbagai kebetulan tersebut justru membuat jalinan cerita yang mengalir menjadi lebih asik menggigit. Ini memeperlihatkan kesiapan pada naskah yang dikemas dengan begitu rapi dan pas oleh sutradara Rawson Marshall Thurber.



Mengenai para karater, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, mereka yang ada di cerita film ini masing-masing tidak memiliki hubungan yang baik dan erat, namun seiring dengan berjalannya cerita, hubungan mereka yang seperti itu justru menimbulkan daya tarik yang berbeda dari kisah sebuah "keluarga" pada umumnya. Dalam film yang juga bertemakan road-movie ini, kita dapat menyaksikan sebuah perjalanan (yang sangat) mengasyikkan yang bercampur dengan sedikit rasa was-was akan aksi mereka yang melanggar hukum. Sebuah perjalanan yang diwarnai pembangunan karakter berikut dengan perkembangan hubungan masing-masing dari empat orang yang tidak saling mengenal dengan baik. Setiap karakter, telah diberi momen masing-masing untuk saling berkenalan dan menjalin hubungan yang unik, dan tentu saja, performa para 4 cast utama patut diapresiasi karean semuanya telah menciptakan sebuah chemistry yang berkembang dari sekedar sebuah relasi teamwork ogah-ogahan menjadi sesuatu hubungan yang lebih hangat dan menyenangkan, karena itulah mengapa film ini dapat saya katakan sebagai film yang bisa meninggalkan kesan yang sangat manis setelah menontonnya. Oh ya, dari jajaran cast sendiri, aktor Will Poulter yang menjadi si pemuda culun, mungkin boleh disoroti lebih karena telah sukses memainkan perannya sehingga ia menjadi poros kehebohan keluarga yang sungguh memancing tawa!



Ini adalah kisah keluarga yang begitu "friendly". Kita tidak selalu dapat menyaksikan pertunjukan seorang 'anak' dan 'orang tua' seperti ini yang saling berbicara ceplas-ceplos, tampak senonoh, dan tidak berperi-kekeluargaan, namun semuanya tetap terikat dalam sebuah chemistry yang positif. Benar itu adalah contoh moral yang tidak baik, sangat tidak baik. Namun, hey, ini adalah film komedi dewasa! Terkadang, ketika kita hidup dalam dunia nyata yang terikat dengan berbagai aturan dan norma sosial, sebuah sajian yang menerobos arus seperti ini justru hanya akan memberi angin segar. Menyobek muka dengan senyum tawa lebar, mengocok perut bertubi-tubi, hingga pada akhirnya melupakan segala stress dan peregangan pada otot tubuh setelah lelah beraktifitas penuh seharian.

We're The Millers, adalah film hiburan yang wajib ditonton, terutama jika kalian menggemari film komedi deawasa modern yang segar.

( By Arief Noor Iffandy )

6 ALASAN KENAPA THE WALKING DEAD SEASON 4 AKAN BERTAMBAH MENARIK DARI PADA SEASON SEBELUMNYA




" Brace Your Self, The Walking Dead Season 4 Is Coming ", setelah 7 bulan sejak episode terakhir dari season 3, akhirnya serial The Walking season 4 tayang juga. Serial yang sudah menemani penggila film serial 3 tahun terakhir dan sangat ditunggu-tunggu setiap episodenya. Bukti sahih di episode perdana season 4 tanggal 14 Oktober 2013 yang tayang di US mencatat rekor sejarah meraih jumlah penonton terbanyak untuk serial, yaitu 16,1 Juta penonton. Banyak hal yang menarik yang diangkat di musim ke 4 serial ini menjadi plot atau konflik utama yang membuat penonton menahan nafas ketika menonton setiap episodenya, yang bahkan sudah di konfirmasi sendiri oleh Greg Nicotero - executive producer serial The
Walking Dead - bahwa Season 4 nanti akan lebih difokuskan pada perkembangkan karakter dan
intensitas hubungan antar tokoh. Hal ini dilakukan mengingat akan banyak karakter-karakter baru yang mencul dalam Season 4, sehingga membutuhkan satu waktu di mana penonton bisa lebih paham karakter tersebut, serta peran mereka sepanjang Season 4 ini. Disini penggilafilm.com akan mencoba merangkum 6 alasan kenapa musim keempat akan jauh lebih menarik dari pada musim ketiganya dan mencoba meracuni bagi penggila film yang belum juga menonton serial ini :D.

1. Munculnya serial killer di dalam tim Rick



Beredar bocoran saat pergelaran Comic Con San Diego beberapa bulan yang lalu, bahwa akan ada pengkianat dalam tim yang dipimpin Rick, bahkan yang lebih buruk pengkhianat itu berwujud dalam bentuk " serial killer " yang akan meneror semua anggota tim Rick. Belum jelas motif dan modusnya sendiri , Siapakah pengkhianat ini ?. Sang Produser Gale Anne Hurd mengatakan jika musuh dalam selimut ini hanya bisa diketahui penonton diakhir episode musim keempat ini.

2. Kembalinya The Governor



Seperti yang sudah penggila The Walking Dead ketahui, bahwa David Morrisey akan kembali dengan perannya sebagai The Governor di musim keempat ini, hanya saja yang belum kita ketahui akan muncul di episode berapa The Governor, yang pasti pihak tim TWD masih menyimpan salah satu plot penting ini yang bisa menjadi elemen kejutan untuk penonton. Dari pada menebak-nebak  kira-kira The Governor muncul di episode berapa, coba sekarang pikirkan kira-kira seperti apa pembalasan yang akan dilakukan oleh The Governor pada tim Rick setelah apa yang terjadi pada ending musim ketiganya. Bagaimana ?

3. Rick Belum lepas dari gangguan jiwa



Sejak ending kejadian diakhir musim kedua, lalu berlanjut dengan kematian tragis Lori dan itu ditambah dengan dipercaya memimpin semua para survivor lainnya, kita sudah melihat sendiri bagaimana Rick Grimes mengalami frustasi dan beban mental yang sangat berat dan sempat mengalami gangguan jiwa sepanjang musim ketiga.Tapi perlahan-lahan Rick bisa pulih seiring dukungan dari timnya. Di musim keempat ini pihak kreatorpun juga sudah mengkonfirmasi bahwa Rick belum sepenuhnya lepas dari gangguan jiwa. Apakah dengan kelabilan Rick akan ada pemimpin baru ?

4. Mutasi lain dari The Walkers ?



Seakan belum cukup memberi penderitaan pada semua orang di universe The Walking Dead, kemungkinan akan munculnya mutasi baru The Walkers yang lebih cerdas dan sulit diprediksi dari pada The Walkers yang sudah muncul dimusim sebelumnya. Belum diketahui seperti apakah wujud The Walkers yang dimaksud.

5. " God, Please Save Judith Grimes "



Umurnya baru beberapa bulan, sudah menjadi piatu ketika lahir ke dunia. Satu-satunya faktor yang membuat Rick Grimes menjaga kewarasannya dalam memimpin tim. Tapi tidak ada satupun yang aman di universe TWD, bahkan untuk para karakter utamanya. Apakah pihak kreator akan sangat tega mematikan karakter paling muda di tim Rick ini ?. Sekarang silahkan mulai berdoa untuk Judith

.

6. Salah Satu Karakter Utama Akan Dimatikan ?



Rick, Daryl, Gleen, Carl dan Carol adalah 5 karakter veteran dari season 1 yang masih bertahan hingga awal season keempat ini.Tapi mengingat sejak season kedua dan ketiga akan ada veteran dari season pertama yang ditewaskan, apakah di season keempat ini salah satu meraka akan menjadi korban kiamat zombie ini ?. Sudah siap kehilangan salah satu dari mereka untuk musim ini ?.


Itulah 6 alasan kenapa The Walking Dead musim ini akan semakin menarik. Untuk penggila film di Indonesia sudah bisa menyaksikan serial ini mulai minggu ini tanggal 20 Oktober 2013 di tv brabayar Fox Movies Premium jam 21.00 WIB, berbeda 1 minggu sejaka penayangannya di US.

Tuesday, October 15, 2013

ULASAN ABOUT TIME


Film yang bertema kan perjalanan waktu memang banyak, dari thriller, action bahkan drama pun ada. About Time salah satu film drama yang menceritakan tentang perjalanan waktu. tapi perjalanan waktu di sini tidak bakal serumit seperti di film Buttefly Effect. film ini sangat sederhana dalam memberikan sebuah penjelasan tentang perjalanan waktu itu sendiri. Tim Lake (Domnhall Gleeson) adalah pria 21 tahun yang mendambakan punya pacar tapi selalu gagal dalam masalah percintaan. hingga suatu hari tim diberitahukan oleh ayahnya (Bill Naghy) kalau dia bisa melakukan perjalanan waktu. dan itu sudah terjadi turun temurun di keluarga mereka dan hanya anak laki-laki mereka yang di beritahukan soal kemampuan ini. kemampuan ini lah yang membuat Tim bisa mendapatkan Mary (Rachel McAdms). wanita yang di impikan ketika pertama kali bertemu di sebuah restoran unik. 


Richard Curtis, sutrdara sekaligus penulis film ini memberikan gambaran yang sangat simple soal perjalanan waktu. dan jangan bayangkan bakal serumit Butterfly Efect. sutradara yang juga sukses lewat drama Four Wedding and Funerals ini sepertinya memang ahli untuk membuat drama percintaan terutama yang settingnya di inggris. dalam About Time ini, Richard seperti ingin memberitahukan betapa berharganya waktu, terutama bersama keluarga. dalam film ini mungkin semua masalahnya yang di hadapi tim bisa dengan mudah dipecahkan karena dia bisa kembali lagi ke masa lalu atau masa beberapa jam kemudian untuk merubah hal yang harusnya tidak dia lakukan. bahkan tanpa ada efek dia bakal bertemu dirinya yang lain di masa lalu itu. dan karena hal itu juga lah yang membuat film ini jadi minim konflik. bagi yang suka dengan drama penuh konflik dengan segala macam masalahnya mungkin kurang suka dengan cerita film ini yang terlalu mengampangkan. tapi bagi fans nya Rachel McAdams dan Richard Curtis. film ini sangat sayang di lewatkan.


Penampilan Rachel dalam film ini masih dalam taraf bagus, Domnhall Gleeson yang juga bermain di film Harry Potter and the Deathly Hollow part 2 sebagai Bill Weasly ini juga tidak buruk. semua bermain sangat pas. walaupun ada beberapa plot hole dan kurangnya penjelasan tentang kemampuan perjalanan waktu ini. film ini tetap nikmat untuk di ikuti. dalam dunia nyata, waktu memang tidak bisa di mundurkan atau di ubah sesuai dengan keinginan kita. About Time memberikan sebuah gambaran tentang berharganya setiap waktu yang kita punya dan terutama dengan keluarga. About Time tayang reguler tanggal 17 Oktober 2013 diseluruh bioskop kesayangan anda.
Review :  Bandhi

Friday, October 11, 2013

ULASAN CAPTAIN PHILLIPS

Captain Phillips, sebuah film karya sutradara tangkas Paul Greengrass yang memasang aktor kawakan Tom Hanks sebagai pemeran utama. Sebelum membahas lebih lanjut soal filmnya, perlu diketahui dulu, kisah yang diangkat dalam film ini merupakan sebuah kejadian nyata, mengenai tragedi pembajakan sebuah kapal kontainer oleh perompak Somalia, berikut aksi penyelamatan oleh aparat keamanan laut pada tahun 2009 lalu. Jika kalian termasuk yang aware terhadap perkembangan berita di dunia internasional, mungkin sudah lebih akrab dengan lingkup yang dikemas oleh film ini.


Sedikit informasi saja, perompak Somalia mulai muncul sejak terjadinya perang saudara pada tahun 1991 di negara yang merupakan salah satu yang termiskin di dunia tersebut. Adapun wilayah  aksi meraka berada di perairan yang meliputi kawasan Samudra Hindia di lepas pantai timur Somalia, Laut Arab, dan Teluk Aden. Kawasan ini merupakan salah satu jalur utama pelayaran antar benua yang paling sibuk, dan tentu ini menjadi ladang perompakan yang empuk. Kapal-kapal yang melewati perairan ini, baik itu bermanuatan barang atau penumpang, menjadi was was dan harus bersiaga karena para perompak ini membajak kapal tanpa pandang bulu. Meskipun sudah dijalin kerja sama internasional dalam menjaga keamanan di kawasan namun aksi perompakan masih marak terjadi. Indonesiapun pernah mengeyam sial ketika pelaut kita melintasi perairan ini. Seperti Kapal MV Sinar Kudus yang pada 2011 lalu diserang para perompak dan seluruh awak kapal disandera hingga puluhan hari --seluruh awak kini selamat setelah ditukar dengan uang tebusan. Persis seperti pengakuan para korban selamat yang terjadi di dunia nyata, gejolak emosi dan drama yang meletup selama penyerangan hingga penyelamatan semua terjadi seolah seperti di dalam film. Mungkin jika menyaksikan perkembangan melalui media, kita bisa memahami itu. Tapi kini, melalui film Captain Phillips, kita bisa merasakan bagaimana menjadi seorang awak kapal yang dibajak kemudian disandera.


Richard Phillips (Tom Hanks) adalah seorang kapten yang ditugaskan membawa kapal kontainer Maersk Alabama dari pelabuhan Oman menuju beberapa negara konflik yang mengalami kelaparan di Afrika seperti Somalia, Rwanda, dan Uganda. Di tengah perjalanan, kapal yang mengangkut bantuan berupa makanan dan minuman tersebut diserang para perompak dari Somalia. Mulai dari sini, kita akan menyaksikan bagaimana sebuah penyerangan, penyanderaan, hingga aksi penyelamatan  yang selanjutnya akan berlangsung dengan tensi ketegangan yang tiada henti menyekik nafas. 


Sutradara Paul Greengrass sebelumnya pernah menggarap film United 93 dengan tema serupa yaitu penyandraan, kini ia telah meningkatkan  kelihaiannya menekan adrenalin dengan kembali bermain pada sebuah kisah nyata. Setiap aksiden puncak yang terjadi dalam film, telah disusun dalam tahapan-tahapan yang saling membangun secara rapi, dan tentunya juga dikemas dengan pengambilan gambar shaky yang sudah menjadi ciri khas sutradara. Screenplay film ditulis berdasarkan buku berjudul A Captain's Duty: Somali Pirates, Navy SEALs, And Dangerous Days at Sea karya Richard Pillips sendiri. Screenplay ini dikerjakan oleh Billy Ray yang sebelumnya melakukan tugas yang sama dalam The Hunger Games. Sehingga kita bisa merasakan pengaruhnya  saat menonton film ini yang seperti terbagi dalam beberapa "tahapan''. Jika diberi garis besar secara keseluruhan kisah dalam Captain Phillips, film dimulai dengan tahapan awal yaitu penyerangan. Pada bagian awal ini kita sebagai penonton dibuat merasa seperti   gajah besar yang lari terbirit-birit dikejar seekor nyamuk. Ini mengumpamakan harapan penonton pada kapal Maersk Alabama agar dapat selamat dari ancaman mematikan dari para perompak yang hanya menggunakan perahu kecil. Kemudian selanjutnya penonton memasuki tahap penyandraan yang mencemaskan hingga pemuncaknya yaitu penyelamatan yang pada momen ini sungguh membuat kita merasa lelah dan penat dalam perasaan depresi menyaksikan betapa sulitnya situasi yang sedang terjadi.
Captain Philips tayang midnight show tanggal 12 /11/2013 di seluruh bioskop indonesia, tayang reguler tanggal 17/11/2013 

WOW 10 SECONDS MOVIE COMPETITION 2013 !!!




Hai Penggila Film dimanapun kamu berada, nih ada kompetisi yang sangat menarik buat gank kamu yang punya hobi bikin film pendek. UseeTV dan Uzone mengusung tema " Love " atau " Life ", menantang kamu  yang memiliki ide kreatif untuk membuat video pendek yang unik dan menarik dengan durasi 10-20 detik dalam kompetisi ini. Video bisa berupa kehidupan kamu sehari-hari yang lucu, unik atau berkesan. Gampang banget, tingal rekam dan upload....

Log On to www.uzone.co.id.


Kompetisi ini dibuat sebagai narsisme, ekspresi bakat dan minat dalam pembuatan video dengan cara yang berbeda. WOW 10 Seconds Movie Competition 2013 akan dimulai dari tanggal 25 September 2013 sampai dengan 19 Desember 2013.

Di kompetisi ini kamu bisa memenangkan hadiah jutaan rupiah dengan beragam kategori. Hadiah pemenang antara lain :

Best Movie 1  : 20 Juta Rupiah
Best Movie 2  : 15 Juta Rupiah
Best Story 1   : 20 Juta Rupiah
Best Story 2   : 15 Juta Rupiah
Most Favorite Vote : 15 Juta Rupiah


Sistem penilaiannya 70% dari juri dan 30% oleh voting. Untuk pemenang Most Favorite Vote penilainnya 100% dari vote.

Tunggu apalagi !!!, inilah saatnya untuk membuktikan bahwa kamulah anak Indonesia yang pantas disebut " The Next Promising Movie Maker " dengan ikuti kompetisi.

" Keep Calm and Proud To Be Penggila Film...!!! "

Wednesday, October 9, 2013

Roadshow XXI Short FIlm Festival 2014


Setelah suskses menyelenggarakan XXI Short Film Festival untuk pertama kalinya pada bulan Maret 2013 lalu di Jakarta, Cinema 21 telah mempersiapkan festival yang sama di tahun 2014 nanti. Di tahun lalu 730 film pendek terdaftar mengikuti ajang kompetisi yang digelar oleh salah satu jaringan bioskop terbesar di Indonesia ini.

Sebelum itu untuk membantu penyebaran  informasi dan mengajak komunitas film di seluruh Indonesia yang ingin mengikuti program XXI Short Film Festival 2014, panitia festival mengadakan roadshow ke-11 kota di Indonesia. Dalam roadshow kali ini Penggilafilm.com berkesempatan mengikuti roadshow yang digelar di Studio 21 Manado. Sebelumnya roadshow ini telah diadakan sejak 1 Oktober 2013 lalu dimulai dari kota Medan.
Dalam roadshow yang Penggilafilm.com ikuti, diputar film-film pemenang XXI Short Film Festival 2013 yang lalu. Ada 6 film yang diputar selama 105 menit diantaranya film Jadi Jagoan Ala Ahok, Keripik Sukun Mbok Darmi, Honey I'm Home, Moriendro, Wan-An dan Salah Gaul. Tidak hanya itu penonton juga bisa berdiskusi dengan sutradara pemenang seputar film pendek. Crew Penggilafilm.com berhasil mewawancarai sutradara film pendek Wan An, Yandy Laurens yang berhasil menyabet Film Pendek Fiksi Naratif Terbaik, Film Pendek Fiksi Naratif Pilihan Media dan Film Pendek Favorit 'Pilihan Penonton'.  Dalam wawancaranya sutradara Yandy Laurens memberikan tips kepada pembuat film pendek yang akan memulai karyanya dalam membuat sebuah film harus menanggalkan pola pikir tidak konstruktif, juga jangan pernah minder untuk membuat film apalagi mengikutsertakanya dalam festival. Mengikuti XXI Short Film Festival 2013 tujuan utamanya bukan untuk menang melainkan mendapat apresiasi, karena apresiasi merupakan penghargaan terbesar, ungkap alumni Institut Kesenian Jakarta ini.

Registrasi penonton. Walaupun sedikit peminat tetapi tetap seru

Penggemar film Wan An, berfoto dengan sang sutradara
 
Pendaftaran film pendek untuk XXI Short Film Festival 2014 sudah dimulai dari 29 Agustus 2013 dan akan ditutup pada 29 November 2013. Untuk kategori kompetisi dan info pendaftaran lebih lanjut bisa mengunjungi website 21shortfilm.com.

Roadshow XXI Short FIlm Festival 2014 masih berlangsung, tertinggal 8 kota yang akan dikunjungi oleh panitia festival, jadi buat para penggila film yang ingin menikmati film festival atau ingin memasukan karya film pendeknya bisa melihat jadwal roadshow lengkapnya dibawah ini.
1. Medan - 1 Oktober 2013
2. Padang - 3 Oktober 2013
3. Manado - 8 Oktober 2013
4. Palu - 10 Oktober 2013
5. Banjarmasin - 17 Oktober 2013
6. Malang - 21 Oktober 2013
7. Surabaya - 22 Oktober 2013
8. Bandung - 24 Oktober 2013
9. Solo - 28 Oktober 2013
10. Semarang - 29 Oktober 2013
11. Yogyakarta - 30 Oktober 2013

Siapkan waktu kalian ya.

Friday, October 4, 2013

ULASAN : GRAVITY

" Film ini bagus karena diekspos terlalu berlebihan "

" Gak mungkin bisa lebih bagus dari Solaris ( Andrei Tarkovsky, 1972 ) atau 2001 Space Odyssey ( Stanley Kubrick, 1968 ) "

" Oh, ini film survivor di luar angakasa ? , bukan sesuatu yang baru, buat gua Appolo 13 ( Ron Howard ) udah paling the best ".



Itu beberapa celoteh dari teman-teman penggila film yang saya ingat menjelang releasenya Gravity, film yang disutradarai oleh Alfonso Cuarón  sutradara yang lebih banyak  dikenal penggila film lewat karyanya di Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004) and Children of Men (2006) dan dibintangi oleh Sandra Bullock dan George Clooney. Memang tak bisa dipungkiri, selain memang film ini sudah menjadi perbincangan sejak trailer pertamanya muncul, lalu disusul review yang bagus oleh para kritikus setelah filmnya dipertunjukan dibeberapa festival dan terakhir komentar dari James Cameron yang mengatakan kalau Gravity adalah " the best space movie " yang pernah dia tonton makin menaikan ekspetasi dan rasa penasaran penggila film dimanapun.



Gravity sendiri bercerita tentang 2 astronot, Ryan Stone ( Sandra Bullock ) dan Matt Kowalski ( George Clooney ) dalam masa tugas yang mencoba bertahan hidup di ruang angkasa dengan persedian udara yang terbatas setelah mengalami kecelakaan tabrakan satelit. Dan dari sinilah dengan durasi 90 menit sepanjang film penonton diajak terlibat dan seakan merasakan sendiri bagaimana perjuangan dan usaha astronot ini bertahan hidup.



Sebelum film ini release, Alfonso Cuarón sempat berceloteh bagaimana dia mengeluhkan film-film 3D kebanyakan yang beredar saat ini hadir dengan mengecewakan yang hanya mementingkan hasil komersil tanpa diimbangi kualitas yang sepadan, dan setelah menonton Gravity anda kemungkinan besar akan setuju dengan pendapat sutradara yang satu ini, karena Alfonso Cuarón berhasil memberikan yang saya sebut " new experience " dalam menonton, walaupun ini bukanlah film pertama yang kamu tonton dalam format IMAX 3D, lalu kamu akan berpikir ingin besok akan menontonnya kembali di bioskop sebelum filmnya turun layar, karena sensasi yang diberikan " Gravity " tidak akan pernah sama ketika kamu menontonnya dalam format home video.


Segala hal yang sudah disajikan dari Gravity sudah memberikan hasil paling maksimal dari semua sisi, terlebih dari aspek teknisnya seperti sinematografi, visual effect, musik hasil racikan Steve Price yang makin memberi nyawa dalam film ini dan bagaimana semuanya itu menyatu secara menakjubkan dalam format IMAX 3D. Pada akhirnya Gravity adalah sebuah masterpiece dari Alfonso Cuarón yang memakan waktu 4 tahun dalam produksinya untuk mencapai kesempurnaan yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja, karena tidak penting entah seberapa seringnya kamu menonton di bioskop, ketika menonton Gravity, kamu akan merasakan " new exeperience " dalam menonton.

Thursday, October 3, 2013

ULASAN : PRISONERS



Sebuah film dikatakan luar biasa jika ia tampil sebagai sajian yang lebih dari sekedar tontonan belaka tetapi juga dapat menyisakan bekas yang mendalam pada audiens setelah menontonnya. Film harus mampu mempermaikan suasana hati dan memicu perasaan serta pikiran ini kepada mood yang diciptakan. Prisoners, adalah salah satu yang termasuk diantaranya. Film karya sutradara Denis Villeneuve (Incendies) ini menceritakan perjuangan para orang tua dari dua keluarga yang ditimpa musibah penculikan anak. Ketika kinerja aparat yang berwajib tidak cukup memberi keyakinan dan harapan, pihak keluarga korban pun melakukan usahanya sendiri dalam melakukan pencarian, dan sudah barang tentu, naluri sebaagai orang tuapun mendorong mereka bertindak dengan emosi yang membludak alias menghakimi sendiri. Tindakan ini membuat jalinan cerita film terpecah menjadi dua perspektif dalam menyelesaikan kasus, dan itu menjadikannya semakin menarik, seiring dengan atmosfir kelam film yang bersettingkan di kota kecil yang dingin dan diguyur hujan berkepanjangan.



Hugh Jackman, adalah nyawa dari film ini. Melalui karakter sebagai seorang ayah yang kehilangan anak yang dicintai, ia menjadi corong yang sangat efektif menekankan beban psikologi film secara keseluruhan pada penonton. Saya akan bergembira jika berkat perannya ini ia kembali mendapat nominasi Best Leading Actor untuk kedua kalinya di ajang Academy Award mendatang. Hugh Jackman tidak sendirian, ya, film ini memang dibangun oleh para pemainnya. Seperti Jake Gyllenhaal, Terrence Howard, Viola Davis, semuanya saling membangun mood kehilangan dan tak berdaya sehingga film semakin kencang menyedot rasa prihatin dari penonton.



Durasi film ini cukup panjang yakni hingga dua setengah jam. Dengan alur cerita yang dirasa lambat, seharusnya mudah membuat penonton merasa bosan. Oleh karena itu, di sinilah saat di mana para pemain dan sutradara berperan besar dalam menyelamatkan film. Jika dari para pemain sudah memberikan performa yang menyatu antara satu sama lain, kini kredit juga mesti diajukan pada sutradara yang pandai "memaksa" penotnon untuk tetap duduk lebih lama merasakan duka diatara karakter film, ikut berjuang mempertahankan harapan dan kekuatan dikala terus berusaha menemukan setiap titik terang dalam pencarian.



Sebagai sebuah kisah yang juga menyangkut investigasi, film begitu pelit memberikan petunjuk akan keberadaan si anak hilang. Adapun setiap petunjuk yang bermunculan justru membuat penotnon semakin buyar dalam menilai pelaku kejahatan sehingga membuat kasus menjadi semakin runyam, membingungkan. Menyeret penonton hingga pada kengerian paling gelap yaitu sebuah keputus asaan. Mengoreki sisi buas dari karakter manusia. Kembali kita patut mengambil pelajaran, agar senantiasa bijak dalam mengambil keputusan bahkan di saaat yang tersisa hanyalah jalan yang terburuk.



Film ini seperti gabungan kerumitan teka-teki dalam Zodiac yang diwarnai kelam oleh kasus child abuse dalam Mystic River, kemudian diberi emosi naluri dan kekuatan orang tua dari Changeling. Sama seperti beberapaa judul tersebut, Prisoner ini adalah film drama thriller kriminal pengaduk-aduk emosi yang juga wajib ditonton!

( By Arief Noor Iffandy )