Vidio membuka tahun 2026 dengan Algojo, Original Series bergenre action-comedy yang memadukan aksi intens, drama emosional, dan humor khas kehidupan marjinal Jakarta. Disutradarai Rahabi Mandra dan diproduksi Screenplay Films, serial delapan episode ini menjadi salah satu produksi action terbesar Vidio sekaligus debut Arya Saloka dalam action series, menghadirkan dunia jalanan Jakarta sebagai arena pertarungan nasib, moral, dan kemanusiaan.
Cerita berfokus pada Zar, seorang anjelo yang hidup sederhana hingga sebuah insiden membuat ayahnya menjadi target organisasi gelap setelah tanpa sengaja menyaksikan pembunuhan seorang podcaster. Dalam usahanya mencari jalan keluar, Zar justru terjebak semakin dalam ke dunia kriminal dan harus berhadapan dengan Frengky, algojo dingin dan taktis, serta Sadino, pemimpin organisasi yang menekan dari balik layar.
Ide cerita Algojo lahir dari riset langsung para penulis ke kawasan “underground” Jakarta, menggali sisi unik dan tabu yang jarang disorot. Riset tersebut menegaskan bahwa para tokohnya bukan sekadar hitam-putih, melainkan manusia biasa dengan pilihan hidup yang dibentuk oleh tekanan keadaan. Pendekatan ini kemudian diramu Rahabi dengan struktur cerita yang seimbang antara drama kuat, komedi organik, dan aksi yang menyatu dengan narasi.
Di balik ketegangan, serial ini menampilkan dinamika persahabatan Zar dan Panjul yang menghadirkan humor sekaligus luka emosional. Jakarta Utara diposisikan sebagai karakter hidup—keras, tanpa kompromi, namun tetap hangat. Dengan tema moral abu-abu, loyalitas, dan pilihan sulit, Algojo terus membalikkan ekspektasi penonton hingga episode terakhir, mengajak mereka bertanya: apakah mungkin tetap menjadi orang baik di dunia yang serba abu-abu?



