Monday, January 5, 2026

JEJAK MISTIS ALAS ROBAN, DARI BISIKAN PELINTAS HINGGA LAYAR LEBAR


Alas Roban mengangkat Alas Roban di Batang, Jawa Tengah, sebagai ruang penuh cerita dan ingatan kolektif, bukan sekadar jalur penghubung. Kawasan ini lama dikenal lewat kisah turun-temurun para sopir dan pelintas tentang hutan rapat, kabut mendadak, serta rasa tidak nyaman yang kerap muncul tanpa penjelasan logis, hingga melahirkan urban legend yang terus hidup.

Mitos Alas Roban tumbuh bukan karena semua orang mengalami hal yang sama, melainkan karena banyak orang pulang dengan perasaan serupa. Bagi sebagian pelintas, tempat ini identik dengan “aturan tak tertulis” yang dipercaya harus dihormati, menjadikan perjalanan malam sebagai pengalaman mental yang penuh kewaspadaan.

Sutradara Hadrah Daeng Ratu menilai Alas Roban memiliki latar yang kuat karena sejarah dan misterinya yang panjang, serta reputasinya sebagai salah satu jalur paling angker di Jawa. Film ini merangkum berbagai larangan mistis yang sering dibicarakan masyarakat, seperti menghindari melintas tengah malam, tidak singgah di warung pinggir jalan, hingga tidak menanggapi suara misterius atau bayangan di pepohonan.

Ketegangan cerita dipertegas melalui karakter Tika yang diperankan Taskya Namya, terutama saat ia menyadari perubahan janggal pada sosok Gendis. Digarap oleh kolaborasi Unlimited Production, Narasi Semesta, dan Legacy Pictures, film ini dijadwalkan tayang 15 Januari 2026 dengan deretan pemain seperti Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Imelda Therinne, dan Fara Shakila.

Subscribe to this Blog via Email :