Friday, July 21, 2023

ULASAN: OPPENHEINMER




Hype itu makin melambung ketika film terbaru Christopher Nolan, Oppenheinmer tayang. Ekspetasi bermacam-macam pun hadir. Seat terbaik untuk bisa menonton film ini sangat diprioritaskan oleh penonton. Nama sutradara satu ini memang magnet tersendiri untuk para penonton hadir ke dalam bioskop. Lalu apakah menjawab ekspetasi dari penonton biopik pertama dari Christopher Nolan ini? 


Ketika sebuah biopik seorang fisikawan ternama digarap oleh sutradara yang terkenal dengan obsesinya ke struktur cerita. Ya itulah ekspektasi yang harus diset ketika ingin menonton film ini. Bayangin film biografi yang identik dengan penjabaran peristiwa yang mendetail dan kompleks aja udah hampir bikin kepala ini overload nah di OPPENHEIMER itu belum semua. Masih ditambah dengan struktur cerita yang nggak linear juga intrik politik yang tak kalah intensnya. Itu udah semua? Belum. Masih ada rentetan dialog padat yang bertubi-tubi membahas campur aduk itu semua yang kalau kita tidak cermat mungkin bisa langsung ngerasa bosan atau hilang arah.


Memang butuh bekal yang tak sedikit sebelum menonton film ini. Bisa dengan membaca biografi American Oppenheimer juga mencari tahu tentang "The Manhattan Project". Kalau cuma bekal "sudah menonton film Christopher Nolan yang lain" mimin rasa itu belum cukup. Namun dibalik kerumitan yang ditampilkan, minGil masih bisa merasakan keunikan yang emang hanya bisa dirasakan ketika nonton filmnya Nolan; yaitu ketika kita semakin berusaha merunut urutan narasi film maka saat itu juga kita sudah "masuk" ke dalam film tersebut.


Jajaran ensemble cast yang menawan mulai dari Cillian Murphy, Robert Downey Jr. Matt Damon, Josh Hartnett, Benny Safdie, Dane DeHaan dan masih banyak lagi itu semua ngga cuma nyetor nama aja.. naskah yang brillian membuat karakter yang mereka perankan bersinar di momen yang diharuskan. Tunggu ketika kamu melihat Presiden Truman dan siapa aktor yang memerankannya.


OPPENHEIMER adalah kisah kompleks tentang sosok manusia yang sebenarnya hanya terobsesi dengan hal yang ia sukai namun sayang keadaan dan situasi saat itu membuatnya mempertanyakan obsesinya itu sendiri.

Thursday, July 20, 2023

ULASAN: BARBIE






Setelah berbulan-bulan menjadi topik meme dan viral, Barbie yang mendapat sebutan Barbenhaimer ini karena jadwal tayangnya bersamaaan dengan film terbaru Christopher Nolan yaitu Oppenhaimer bsa kita tonton. Hype yang terbangun karena joke, meme ataua lucu-lucuan viral tersebut secara tidak langsung sampai pada orang awam sekalipun, yang awalnya tidak tahu apa-apa atau bahkan tidak tertarik menjadi penasaran menonton Barbie. Lalu bagaimanakah hasilnya?



Nonton Barbie ekpektasi saya cukup sederhana saja: Terhibur dan mungkin sedikit berharap ada sedikit nostalgia ( saya punya adik cewe kolektor Barbie) Jawabannya: Ya! saya sangat sangat terhibur menonton Barbie! Celetukan yang merefer ke khayalan anak-anak saat main Barbie, set dan prop yang makin mendukung khayalan itu, chemistry para pemainnya, Semua itu ngeblend jadi satu film menghibur dan juga filosofis.


Filosofis? Iya. Karakter Barbie yang diperankan Margot Robbie menemukan konfliknya ketika ia tiba tiba mempertanyakan eksistensinya. Dibalik candaan dan komedi slapstick tentang gender yang ada di permukaan, Barbie menelisik dan menyentil isu eksistensialisme manusia dan idealismenya di dunia yang fana ini. Akting Ryan Gosling sebagai Ken yang BuLol ke Barbie emang the best sih. Tapi tetep Margot-lah ujung tombak yang efektif memainkan sang ikon boneka pirang ini. Ia menunjukkan kerentanan dan kerapuhan di momen yang tepat sehingga emosinya bisa langsung dipahami secara visual.


Banyak orangtua yang akan bawa anaknya nonton film ini. Tenang film ini masih aman kok ditonton meski ada beberapa hal subtil yang seksis. Karena itu masih tersirat aja. Kalau nggak ngeh ya nggak akan peduli akan gimmick itu. BARBIE punya kesan yang bikin kita "idih gblek banget hahaha" dan di selanjutnya bisa kepikiran "kok bisa sekreatif itu ya bikinnya?" saat menontonnya. BARBIE adalah hiburan meta tentang peran gender yang dibahas dengan jenaka dan seksama. BARBIE saat ini sedang tayang di bioskop.

Overall: 7,5/10

Tuesday, July 18, 2023

ULASAN: HIDDEN STRIKE



Setelah terkatung-katung sekitar setengah dekade karena masalah internal dan eksternal yang berlarut-larut, akhirnya film duo Jackie Chan dan John Cena mendapat titik terang tahun ini setelah mendapat kejelasan jadwl tayang, dan Indonesia salah satunya. Memamng sangat disayangkan film dari duo ikon jika sampai tidak tayang karen masalah-masalah tersebut. Film yang disutradarai oleh Scout Waugh, (sutaradara yang nantinya juga menyutradarai film Expenda4bles) ini sudah cukup mencuri perhatian ketika trailer pertamanya muncul.

Meskipun dari trailer seperti terlihat ada di masa distopia seperti mad max, namun plot cerita sendiri tidak jauh dari masa sekarang. Luo Feng (Jackie Chan) yang memimpin satuan tim pengaman dipercaya untuk mengiring dan menjaga rombongan beberapa bus yang berisi penduduk sipil. Namun di tengah jalan rombongan tersebut disergap dan diculiknya beberapa penduuduk sipil. Belakngan diketahui jika yang diculik salah satunya adalah ilmuwan yang mempunyai peranan penting untuk sebuah perampokan terbesar yang dilakukan penculik. Luo Feng akhirnya mengikuti jejak penculik dan bertemu salah satu komplotan Chris Van Horne (John Cena) yang diperalat unutk melakukan penculik tersebut. Sempat berbeberangan, akhirnya Luo Feng dan Chris pun bekerjasama untuk menyelamatakan ilmuwan dan menggagalkan perampokan terbesar yang direncanakan oleh komplotan pencuri. Berhasil kah mereka?



Memang mengarahkan Jackie Chan jika  filmnya dibikin seperti ini tidak pernah gagal. Dari Rush Hour, Shanghai Noon dan sekarang Hidden Strike. Karena filmnya sendiri juga sudah lama selesai produksinya sempet ada kekhawatiran akan ada gap kemistri antara John Cena dan Jackie Chan. Namun perkiraan saya tersebut salah. Ternyata malah John Cena bisa mengimbangi Jackie Chan. Dengan embel-embel yang katanya mirip Mad Max secara keseluruhan tidak ada yang istimewa dari plot cerita. Kekuatan film ini ada pada duet dari Jackie Chan & John Cena yang benar-benar berhasil. Terkadang memang garing, namun lebih banyak memancing tawa dengan formula komedi miskomunikasi mereka berdua.




Untuk sequence actionnya sendiri, yang kangen ama aksi-aksi kombinasi akrobatik+komedi Jackie Chan yang mulai jarang kita temui di beberapa film terakhir dia, akan kita temui di film ini. Final actnya ketika duel di tengah-tengah busa itu benar-benar sebuah ide kreatif yang efektif. Saya sangat menyukai adegan ini. Secara keseluruhan lebih emberi kepuasan menonton Hiden Strike ini dibandingin film Jackie Chan sebelumnya, Ride On. Dengan segala kekurangannya seperti CGI yang masih sangat kasar, saya  masih benar-benar terhibur dengan Hidden Strike ini. Andai masih ada sequel....



Btw jangan langsung keluar studio pas credit title. Seperti film-film Jackie Chan lainnya, selalu ada bloopers di ending dan ini benar-benar sangat menghibur  Di bloopers ini kita bisa lihat kenapa kemistri Jackie Chan dengan John Cena bisa terasa kuat  di dalam film.

Overall: 7,5/10




Wednesday, July 12, 2023

ULASAN: INSIDIOUS "THE RED DOOR"




Meskipun masih meguntungkan dari dua film terakhir, namun tidak bisa dipungkiri jika film ketiga dan keempat dari franchise Insidious sedikit kehilangan daya magisnya. Mungkin karena alasan itu juga kenapa untuk film kelima ini memakai konsep "back to basic" dalam hal ini membawa keluarga Lambert kembali yang muncul pada dua film pertama. Semua cast utama dari dua film pertama kembali ke peran masing-masing, mulai dari Patrick Wilson, Rose Byrne dan Ty Simpkins yang sudah menginjak usia remaja. Khusus untuk patrick Wilson, kali ini dia hanya tidak kembali pada perannya tetapi juga hadir untuk mengisi posisi kursi sutradara yang seklaigus debutnya menyutradarai film panjang pertama.


Insidiuos: The Red Door mengambil kejadian 10 tahun setelah peristiwa Insidious: Chapter 2, melanjutkan Josh (Patrick Wilson) dan Dalton (Ty Simpkins), yang tidak memiliki kenangan atau ingatan akan peristiwa dan tragedi yang menakutkan yang dialami keluarga mereka di Chapter 2. Josh yang sekarang sudah diceraikan istrinya Renai (Rose Byrne) mencoba memperbaiki hubungannya yang buruk dengan anaknya, Dalton.  Dan pada saat hubungan yang memburuk Josh dan Dalton yang secara terpisah mengalami peristiwa-peristiwa yang mengerikan yang mereka tidak tahu penyebabnya. Perlahan mereka berdua pelan-pelan mulai mengumpulkan kepingan-kepingan ingatan yang hilang tersebut yang sekaligus menemukan fakta meraka harus menghadapi ancaman baru yang sudah menunggu.


Patrick Wilson sebagai sutradara sepertinya ingin membawa Insidious yang cukup berbeda dengan pendahulunya. Mekipun horror tetap menjadi sajian utamanya, namun drama hubungan ayah dan anak menjadi elemen yang cukup kental dalam seri terbaru franchise ini. Patrick Wilson tidak ingin terburu-terburu menonjolkan unsur horrornya. Setidaknya pada 30 menit pertama plot cerita film lebih memfokuskan pada hubungan antara Josh dan Dalton. Bahkan karakter Raine yang menjadi salah satu karakter penting pada 2 film pertama tidak terlalu banyak mendapat porsi pada seri kali ini. Untuk sebagian penonton mungkin bisa sedikit membosankan, namun untuk saya sendiri 30 menit pertama bagian penting untuk membangun pondasi yang akan penonton rasakan efek emosionalnya pada akhir film.


Sajian horror sesungguhnya ada pada pada babak kedua dan ketiga film ini. Proses perjalanan Josh dan Dalton mengumpulkan ingatan masa lalu mereka dibarengi dengan sequence-sequence horror jumpscare yang efektif. Patrick Wilson sepertinya cukup belajar banyak dari James Wan. Meskipun belum bisa menyamai sang maestro horror tersebut, namun ada potensi yang cukup besar dari Patrick Wilson di posisi belakang kamera. Sequence horror yang paling berkesan dari arahan Patrick Wilson adalah mempermainkan asumsi penonton ya meskipun teknik tersebut bukanlah hal baru dalam film horror.


Secara keseluruhan Insidious the Red Door memang belum bisa menyamai 2 film pertamanya, namun film ini jauh lebih baik dibandingkan dengan dua film terakhirnya yang bahkan saya sudah lupa cerita dari dua film tersebut. Dan untuk sebuah debut dari sutradara yang sbeelumnya lebih banyak berada di depan kamera, debut Patrick Wilson ini layak diberi cukup apresiasi. 

Overall: 7/10