Thursday, January 15, 2026

ANGGA YUNANDA JAJAL GENRE HOROR-KOMEDI LEWAT SEBELUM DIJEMPUT NENEK

Menjelang penayangan di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026, Sebelum Dijemput Nenek mencuri perhatian publik. Diproduksi oleh Rapi Films dan disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, film horor-komedi ini memadukan teror berbasis mitos lokal dengan komedi karakter yang dekat dengan keseharian, menghadirkan pengalaman menonton yang tegang sekaligus menghibur.

Antusiasme meningkat sejak trailer resmi dirilis dan dibanjiri komentar positif di media sosial. Banyak warganet menilai film ini lucu dan seru, bahkan membandingkan vibe horor-komedinya dengan film-film Thailand. Sorotan utama tertuju pada duet Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto sebagai saudara kembar Hestu dan Akbar, yang memicu perbincangan soal kemiripan hingga julukan-julukan unik dari warganet.

Perbedaan karakter keduanya menjadi sumber dinamika utama cerita: Hestu yang dingin dan menyimpan amarah berhadapan dengan Akbar yang lugu, polos, dan sangat dekat dengan Nenek. Angga mengaku antusias menjajal genre horor-komedi untuk pertama kalinya, sementara Dodit menekankan bahwa humor muncul alami dari benturan karakter, bukan dari lelucon yang dipaksakan.

Sang sutradara menegaskan keseimbangan horor dan komedi sebagai pendekatan utama, didukung jajaran pemain pendukung serta cameo yang dipilih selektif agar menyatu dengan narasi. Produser Sunil Samtani menyebut film ini sebagai wujud komitmen Rapi Films mengembangkan horor-komedi berakar budaya lokal sekaligus debut penyutradaraan Fajar. Dengan respons positif sejak trailer dan kejutan yang disiapkan, Sebelum Dijemput Nenek siap menjadi tontonan horor-komedi yang paling dinantikan di awal 2026.

Friday, January 9, 2026

ALGOJO: AKSI, MORAL ABU-ABU, DAN WAJAH JAKARTA AKAR RUMPUT


Vidio membuka tahun 2026 dengan Algojo, Original Series bergenre action-comedy yang memadukan aksi intens, drama emosional, dan humor khas kehidupan marjinal Jakarta. Disutradarai Rahabi Mandra dan diproduksi Screenplay Films, serial delapan episode ini menjadi salah satu produksi action terbesar Vidio sekaligus debut Arya Saloka dalam action series, menghadirkan dunia jalanan Jakarta sebagai arena pertarungan nasib, moral, dan kemanusiaan.

Cerita berfokus pada Zar, seorang anjelo yang hidup sederhana hingga sebuah insiden membuat ayahnya menjadi target organisasi gelap setelah tanpa sengaja menyaksikan pembunuhan seorang podcaster. Dalam usahanya mencari jalan keluar, Zar justru terjebak semakin dalam ke dunia kriminal dan harus berhadapan dengan Frengky, algojo dingin dan taktis, serta Sadino, pemimpin organisasi yang menekan dari balik layar.

Ide cerita Algojo lahir dari riset langsung para penulis ke kawasan “underground” Jakarta, menggali sisi unik dan tabu yang jarang disorot. Riset tersebut menegaskan bahwa para tokohnya bukan sekadar hitam-putih, melainkan manusia biasa dengan pilihan hidup yang dibentuk oleh tekanan keadaan. Pendekatan ini kemudian diramu Rahabi dengan struktur cerita yang seimbang antara drama kuat, komedi organik, dan aksi yang menyatu dengan narasi.

Di balik ketegangan, serial ini menampilkan dinamika persahabatan Zar dan Panjul yang menghadirkan humor sekaligus luka emosional. Jakarta Utara diposisikan sebagai karakter hidup—keras, tanpa kompromi, namun tetap hangat. Dengan tema moral abu-abu, loyalitas, dan pilihan sulit, Algojo terus membalikkan ekspektasi penonton hingga episode terakhir, mengajak mereka bertanya: apakah mungkin tetap menjadi orang baik di dunia yang serba abu-abu?

Monday, January 5, 2026

JEJAK MISTIS ALAS ROBAN, DARI BISIKAN PELINTAS HINGGA LAYAR LEBAR


Alas Roban mengangkat Alas Roban di Batang, Jawa Tengah, sebagai ruang penuh cerita dan ingatan kolektif, bukan sekadar jalur penghubung. Kawasan ini lama dikenal lewat kisah turun-temurun para sopir dan pelintas tentang hutan rapat, kabut mendadak, serta rasa tidak nyaman yang kerap muncul tanpa penjelasan logis, hingga melahirkan urban legend yang terus hidup.

Mitos Alas Roban tumbuh bukan karena semua orang mengalami hal yang sama, melainkan karena banyak orang pulang dengan perasaan serupa. Bagi sebagian pelintas, tempat ini identik dengan “aturan tak tertulis” yang dipercaya harus dihormati, menjadikan perjalanan malam sebagai pengalaman mental yang penuh kewaspadaan.

Sutradara Hadrah Daeng Ratu menilai Alas Roban memiliki latar yang kuat karena sejarah dan misterinya yang panjang, serta reputasinya sebagai salah satu jalur paling angker di Jawa. Film ini merangkum berbagai larangan mistis yang sering dibicarakan masyarakat, seperti menghindari melintas tengah malam, tidak singgah di warung pinggir jalan, hingga tidak menanggapi suara misterius atau bayangan di pepohonan.

Ketegangan cerita dipertegas melalui karakter Tika yang diperankan Taskya Namya, terutama saat ia menyadari perubahan janggal pada sosok Gendis. Digarap oleh kolaborasi Unlimited Production, Narasi Semesta, dan Legacy Pictures, film ini dijadwalkan tayang 15 Januari 2026 dengan deretan pemain seperti Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Imelda Therinne, dan Fara Shakila.

Saturday, November 22, 2025

KEMBALI DENGAN MISI BARU, AGAK LAEN HADIRKAN KOMEDI DI PANTI JOMPO



AGAK LAEN: Menyala Pantiku! adalah film komedi terbaru dari Imajinari yang akan tayang 27 November 2025. Film ini menghadirkan kisah baru empat detektif cupu—Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga—yang berusaha memecahkan kasus pembunuhan anak walikota. Kasus ini menjadi kesempatan terakhir mereka untuk membuktikan diri sebelum terancam dipecat, dan petunjuk membawa mereka ke sebuah panti jompo yang menjadi pusat misteri.

Misi penyusupan ke panti jompo yang awalnya terlihat mudah berubah menjadi rangkaian kejadian kacau yang penuh teka-teki. Seperti ciri khas AGAK LAEN, film ini kembali menampilkan komedi situasi yang liar dan tak terduga, diperkuat oleh para komika serta aktor kawakan Indonesia. Antusiasme penonton juga sudah terlihat sejak special screening yang banyak terjual habis di berbagai kota.

Film ini dibintangi oleh deretan pemain pendukung seperti Tissa Biani, Ariyo Wahab, Jajang C. Noer, Chew Kin Wah, Ayushita, hingga Surya Saputra. Diproduseri Ernest Prakasa dan Dipa Andika serta disutradarai Muhadkly Acho, film ini menghadirkan latar panti jompo yang dipotret sebagai tempat hangat dan penuh kebahagiaan. Para produser optimistis bahwa film ini dapat menghadirkan tawa bagi penonton, terlihat dari respons positif selama rangkaian special screening di 27 kota.

Sutradara Muhadkly Acho menjelaskan bahwa film kedua ini menawarkan warna komedi baru, terutama karena melibatkan banyak lansia sebagai bagian dari cerita. Para pemeran pun menuturkan pengalaman unik selama syuting, seperti Boris Bokir yang menyebut banyak inside joke yang tetap universal, dan Oki Rengga yang mengungkapkan adanya adegan personal menyentuh bersama istrinya yang tampil di film ini. Bene Dion juga memastikan bahwa komedi khas “pinggir jurang” tetap hadir namun dengan pertimbangan matang.

Menjelang perilisan, film ini menyiapkan berbagai promo seperti Advance Ticket Sales mulai 21–22 November 2025 melalui aplikasi bioskop. AGAK LAEN: Menyala Pantiku! juga dipastikan tayang di Malaysia pada 4 Desember 2025, lengkap dengan roadshow tanggal 4–7 Desember. Penonton diajak bersiap menikmati "hujan tawa" di bioskop dan mengikuti informasi terbaru melalui media sosial resmi film dan Imajinari.

Sunday, November 9, 2025

GANDHI FERNANDO DAN DIANDA SABRINA EKSPERIMEN DRAMA VERTIKAL “I LOVE YOU MY TEACHER”

 


Dua aktor muda berbakat, Gandhi Fernando dan Dianda Sabrina, dipertemukan dalam drama romantis terbaru berjudul I Love You My Teacher. Serial ini digarap oleh Creator Media dan Kuro Films, tayang eksklusif di My Telkomsel mulai 7 November 2025. Dengan durasi satu menit per episode dan total 20 episode, serial ini menjadi gebrakan baru di dunia konten digital Indonesia. Mengusung format vertikal yang mirip dengan video di media sosial seperti TikTok atau Instagram Reels, serial ini dirancang agar mudah dinikmati lewat layar ponsel, menghadirkan kisah emosional dan dekat dengan realita.

Format vertikal yang masih tergolong baru di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi tim produksi. Gandhi Fernando, yang juga terlibat dalam proses kreatif, menyebut bahwa membuat cerita berdurasi pendek namun tetap menarik membutuhkan strategi khusus. Setiap episode harus memiliki clickbait atau cliffhanger agar penonton terus mengikuti jalan cerita. Bersama sutradara Joel, Gandhi berupaya membuat penonton “hook” sejak episode awal karena durasi singkat membuat perhatian penonton sangat terbatas. Serial ini bukan sekadar kisah cinta antara guru dan murid, tetapi juga mencerminkan pergeseran cara masyarakat menikmati drama di era digital, di mana durasi singkat tetap bisa menyampaikan emosi dan kedalaman cerita.

Dalam I Love You My Teacher, Gandhi berperan sebagai Malik, seorang guru pengganti yang tanpa sengaja menjalin hubungan dengan Ana (Dianda Sabrina), muridnya sendiri. Hubungan mereka berkembang menjadi kisah rumit antara cinta, batas moral, dan perasaan bersalah. Dianda menilai cerita ini tidak hanya tentang romansa, tetapi juga tentang timing, boundaries, dan pemahaman emosional. Bagi Dianda, ini merupakan pengalaman pertamanya bermain di drama vertikal. Awalnya ia diajak Gandhi untuk membuat konten TikTok, namun proyek tersebut berkembang menjadi serial OTT berdurasi pendek yang disyuting kurang dari seminggu namun tetap padat secara emosional.

Proyek ini ternyata berawal dari ide iseng Gandhi yang kemudian berkembang menjadi karya serius. Ia menyadari potensi besar format vertikal dalam industri hiburan karena cocok dengan gaya konsumsi cepat generasi digital masa kini. Baik Gandhi maupun Dianda mengaku memiliki kepribadian berbeda dengan karakter mereka, namun chemistry kuat terbangun selama proses reading dan syuting. Melalui serial ini, keduanya tidak hanya menantang diri dalam format baru, tetapi juga menjadi bagian dari eksperimen kreatif dalam dunia drama digital Indonesia yang semakin dinamis.

KERJA SAMA MD ENTERTAINMENT DAN SINGAPORE TOURISM BOARD LAHIRKAN FILM AHLAN SINGAPORE


MD Entertainment, rumah produksi terbesar di Asia Tenggara, resmi mengumumkan film drama romantis terbarunya berjudul Ahlan Singapore. Film ini akan tayang di bioskop pada Februari 2026 di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam sebelum hadir di layanan streaming populer. Dibintangi Rebecca Klopper, Kiesha Alvaro, Ibrahim Risyad, Ferry Salim, Putri Ayudya, Alya Rohali, dan Emilat Morshedi, film ini mengisahkan perjalanan emosional seorang mahasiswa Indonesia di Singapura yang menghadapi cinta, keluarga, dan pencarian jati diri.

Proyek Ahlan Singapore merupakan hasil kerja sama antara MD Entertainment dan Singapore Tourism Board (STB), yang ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) selama dua tahun. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Singapura melalui dukungan STB terhadap produksi film serta eksplorasi konten kreatif lainnya. Selain memperkenalkan berbagai destinasi wisata, kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan Indonesia ke Singapura sebagai pasar pengunjung terbesar di Asia Tenggara.

Proses produksi film dimulai pada September 2025, mengambil lokasi di berbagai tempat ikonik dan tersembunyi di Singapura seperti Singapore Oceanarium yang baru dibuka dan Jewel Changi Airport. Kota ini semakin populer sebagai lokasi syuting internasional, dengan sejumlah produksi global sebelumnya seperti serial HACKS pemenang Emmy, dokumenter Formula 1: Drive to Survive, video musik Man in The Moon dari Coldplay, dan video spesial Your Love oleh JISOO yang turut memperlihatkan lanskap khas Singapura.

Singapura terus memperkuat daya tarik wisatanya melalui peningkatan konektivitas dan pembukaan berbagai atraksi baru seperti Minion Land di Universal Studios Singapore, Rainforest Wild Asia di Mandai, serta Disney Cruise Line’s Disney Adventure yang akan berlayar mulai Maret 2026. Menurut CEO MD Entertainment Manoj Punjabi, keragaman budaya dan kedekatan emosional Singapura dengan Indonesia menjadikannya latar yang ideal untuk film ini. Sementara itu, Terrence Voon dari STB menyebut kolaborasi ini sebagai kesempatan untuk menampilkan Singapura secara autentik kepada penonton di Indonesia dan Asia Tenggara melalui medium film.

Friday, October 31, 2025

DOPAMIN: CINTA, UANG, DAN BAHAYA DALAM SATU CERITA MENEGANGKAN


Film Dopamin menghadirkan Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon sebagai pasangan muda Malik dan Alya dalam drama romantis penuh ketegangan. Disutradarai Teddy Soeria Atmadja dan diproduseri Chand Parwez Servia, film ini merupakan kolaborasi Starvision dan Karuna Pictures yang menggabungkan kisah cinta, krisis ekonomi, dan unsur survival di tengah dunia yang semakin kacau. Kisahnya menggambarkan bagaimana pasangan yang baru menikah ini harus berjuang menghadapi tekanan utang, kehilangan pekerjaan, dan konflik rumah tangga yang membuat hubungan mereka di ambang kehancuran.

Titik balik kehidupan Malik dan Alya dimulai saat seorang tamu asing datang ke rumah mereka setelah membantu Malik di jalan. Namun keesokan paginya, tamu itu ditemukan meninggal dunia, meninggalkan koper berisi uang dalam jumlah besar. Keberuntungan mendadak ini justru menyeret keduanya dalam pusaran bahaya dan ujian moral, membuat film Dopamin menjadi perpaduan antara drama emosional dan ketegangan survival yang menggigit.

Produser Chand Parwez Servia menyebut Dopamin sebagai karya yang berbeda dan penuh adrenalin, sekaligus persembahan spesial untuk 30 tahun Starvision. Setelah sukses dengan The Architecture of Love (TAOL), kolaborasinya dengan Teddy kali ini mengeksplorasi tema cinta dan ketahanan manusia di tengah tekanan hidup. Film ini mengajak penonton merasakan perjalanan batin Malik dan Alya, dan mempertanyakan: benarkah cinta bisa menjadi “obat bahagia” di dunia yang makin tidak waras?

Teddy Soeria Atmadja mengungkapkan bahwa Dopamin merupakan hasil eksplorasi panjang selama lima tahun. Awalnya film ini dirancang bernuansa thriller gelap, namun berkembang menjadi perpaduan lintas-genre yang tetap menegangkan tetapi emosional. Ia menegaskan bahwa inti Dopamin adalah kisah tentang perjuangan, cinta, dan kemanusiaan—sebuah cerita yang membuat penonton bisa berempati terhadap karakter-karakternya.

Bagi Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, peran mereka di Dopamin merefleksikan realitas banyak pasangan muda: naik turunnya hubungan, tekanan ekonomi, dan pentingnya komunikasi. Film ini menjadi cermin tentang bagaimana pasangan harus saling mendukung dan menemukan jalan keluar bersama. Dopamin juga mendapat sambutan hangat saat menjadi film penutup Jakarta Film Week 2025, meraih standing ovation dan pujian sebagai karya yang fresh, intens, dan menyenangkan.